Wartawan Sawahlunto Studi Komparatif ke Yogyakarta


Senin, 14 November 2016 - 23:41:58 WIB
Wartawan Sawahlunto Studi Komparatif ke Yogyakarta Wakil Walikota Sawahlunto Ismed menyerahkan kain songket Silungkang kepada Plt Walikota Yogyakarta Sulistyo, dalam studi komparatif Humas Pemko Sawahlunto dan jurnalis. (RIKI Y)

YOGYAKARTA, HALUAN —  Rombongan wartawan ber­bagai media massa cetak dan elektronik yang bertugas di Kota Sawahlunto, berkunjung ke Daerah Istimewa Yogyakarta, 13-16 November 2016, mela­kukan studi komparatif yang menitikberatkan kepada pro­gr­am Gerakan Subuh Berjamaah serta pengembangan potensi wisata kesejarahan Yogyakarta, sebagai salah satu pusat wisata heritage di Indonesia.

Hari pertama, kegiatan rom­bo­ng­an diawali dengan mengi­kuti salat subuh berjamaah di masjid bersejarah kota itu, Masjid Agung Kota Gede Mata­ram, serta be­berapa masjid lainnya.

“Ini dilakukan agar awak jurnalis lebih mampu me­ma­hami tentang Gerakan Subuh Berjamaah yang saat ini digalak­kan oleh Pemerintah Kota Sa­wah­lunto. Hal itu sangat di­butuh­kan dalam membangun arah pemberitaan terkait pro­gram tersebut sehingga mampu memberikan nilai edukasi dalam membentuk karakter masyarakat Sawahlunto yang religius,” kata Wakil Walikota Sawahlunto saat berkunjung ke Balaikota Yogya­karta, Senin (14/11).

Ismed menilai, ramainya orang yang salat subuh ber­jamaah di masjid Agung Kota Gede Mataram tentu bisa men­jadi motivasi bagi Pemko Sa­wah­­lunto untuk lebih me­ngem­bangkan dan menggalakkan program yang tengah di­gen­carkan saat ini.

Selain itu kunjungan ini juga sebagai bentuk kunjungan ba­lasan yang dilakukan oleh Pe­merintahan Kota Yogyakarta beberapa waktu lalu sekaligus mengambil pengalaman melalui sharing dan kerja sama dengan Yogyakarta, baik terkait subuh berjamaah maupun pengem­bangan potensi wisata ke­sejara­han termasuk di bidang pen­didikan. “Yogyakarta yang di­kenal sebagai pusat heritage Indonesia dan juga kota pen­didikan, bisa diambil penga­lamannya untuk juga dikem­bangkan di Sawahlunto, sehing­ga kota tua tambang masa lam­pau Sawahlunto bisa sejajar dengan Kota Gudeg ini,  dalam menggaet pengunjung wisata untuk datang, tentunya disam­pai­kan melalui peran para jur­nalis yang ada,” sebutnya. 

Sementara itu, Plt Walikota Yogyakarta Sulistyo men­ye­butkan, kemajuan Yogyakarta sebagai kota pariwisata,  kota pendidikan dan juga kota per­juangan tidak terlepas dari peranan semua pihak termasuk masyarakatnya yang senantiasa mendukung setiap program yang dicanangkan pe­me­rintah­nya. “Termasuk peranan media masa yang ikut membesarkan Yogyakarta,  tidak bisa kita kesampingkan dalam maju ti­dak­nya pembangunan di Yogya ini,” katanya. 

Pihak pemko sendiri, lanjut­nya, dalam melakukan pem­bangunan di semua bidang di kota yang juga dikenal akan gudegnya itu,  terus menggalang kerja sama yang baik dengan media.

Setiap berita yang berkenaan dengan Yogyakarta akan dikum­pul­kan oleh pihak pemko untuk dilakukan pembahasan terkait pembangunan atau masukan-masukan yang bermanfaat bagi jalannya pemerintahan untuk kesejahteraan masyarakatnya. 

“Sengaja kita kumpulkan semua berita media massa yang berhubungan dengan Yogya­karta,  selanjutnya kita bahas dan kita serahkan kepada unsur atau bidang yang mengawangi, baik kritik,  saran, masukan dan juga terkait keberhasilan,” ungkap­nya. (h/mg-rki)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]