Perajin Dilatih Hasilkan Karya Bernilai Jual


Selasa, 15 November 2016 - 23:32:14 WIB
Perajin  Dilatih Hasilkan Karya Bernilai Jual

Agam, Haluan — Dalam upaya  meningkatkan keterampilan dan kualitas kerajinan lokal Pemerintah Kabupaten Agam bekerjasama dengan Balai Diklat Industri (BDI) Padang, kerjasama  ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di ruangan kerja Wakil Bupati, Selasa (15/11) Lubuk Basung.

Penandatanganan nota kesepahaman  dilakukan lang­sung oleh Wakil Bupati Agam Trinda Farhan di­dam­pingi Kepala Koperindag Agam Jabanur, kemudian Kepala Balai Diklat Industri Padang, Jonni Afrizon dan Kepala Dinas UKM dan Pe­rindag Agam Jabanur didam­pingi Kabid Perindustrian Ediwar.

Baca Juga : Bupati Agam Ingin Aturan Zonasi Dibahas Khusus

Wakil Bupati Agam Tri­nda Farhan mengatakan, kerjasam Agam dengan Balai Dik­lat Industri Padang ber­tujuan  untuk, mendorong kemampuan Perajin se­hing­ga menghasilkan keraj­i­nan lokal yang lebih baik lagi.

Ia mengatakan, Peme­rin­tah Kabupaten Agam sa­ng­at perhatian dengan pe­ning­katkan pendapatan masya­rakat melalui keterampilan industri. Pelatihan oleh balai diklat nantinya bertujuan agar Perajin semakin terampil setelah  balai diklat. Dengan hal itu mereka akan meng­hasilkan kerajinan yang lebih bernilai.”Dengan hasil kera­jinan yang bagus akan meng­hasilkan nilai jual tinggi, sehingga mendorong pen­da­pa­tan ekonomi masayarakat. MoU adalah langkah yang bagus dan upaya nyata dalam menekan angka pengang­guran,” katanya.

Baca Juga : Penyaluran BST Kemensos Hari Terakhir, Rp402 Juta Lebih Dikucurkan untuk 671 Warga

Ia juga mengapreasiasi Balai diklat, karena tidak hanya sampai memberikan pelatihan. Pihak badan diklat juga akan membantu peserta pelatihan memasarkan pro­duk yang baik secara luas. Wabup juga meminta kepada Dinas UKM Koperasi dan Perindag untuk berkolaborasi dengan instansi terkait, se­perti Dinas Sosial dan Ke­te­nagakerjaan

Kepala BDI Padang Joni Afrizon mengungkapkkan, Pada tahun 2017 BDI men­yediakan kuota pelatihan se­banyak 1.500 peserta untuk bordir dan fashion. Peserta akan menerima dua sertifikat dari Badan Nasional Ser­tifikasi Profesi (BNSP). Pi­hak­nya optimis akan me­lahirkan Perajin siap pakai yang nantinya bisa membuka lapangan pek­e­r­jaan sendiri. “ BDI menetapkan persyaratan usia bagi calon peserta 18 sampai 35 tahun. Kami me­ngimbau kepada ma­syarakat Agam agar me­man­faatkan peluang ini. Apalagi, Agam memiliki potensi ke­rajinan yang cukup banyak dan di­kenal,” kata Joni,” ung­kap­nya. (h/yat)

Baca Juga : TSR VI Kunjungi Masjid Nurul Amri, Sekdako Sonny: Wahana Bangun Komunikasi Pemerintah dan Masyarakat

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]