PREDIKSI LHB PERS

Korban UU ITE Meningkat Saat Masa Pilkada


Sabtu, 26 November 2016 - 01:17:51 WIB

JAKARTA, HALUAN — Kasus pelaporan dugaan pencemaran nama baik atau hasutan bersifat suku, aga­ma, ras, dan antargolongan (SARA) lewat media sosial dinilai semakin marak. Bia­sanya, seseorang yang di­lapor­kan atas kasus-kasus ter­sebut lewat media sosial dijerat dengan pasal 27 dan 28 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Kepala Divisi Riset Lem­baga Bantuan Hukum (LBH) Pers Asep Komarudin me­ngatakan di iklim de­mokrasi seperti sekarang ini, peng­hinaan nama baik ber­beda tipis dengan kritik yang berkaitan dengan unsur sub­jektivitas. Sebab ketika se­seorang menyampaikan kri­tik, bisa saja ada orang atau kelompok tertentu yang me­rasa terhina. Dia pun me­nyayangkan adanya pasal 27 dan 28 UU ITE yang bersifat multitafsir.

“Banyak kasus (ke­poli­sian) menggunakan pa­sal tersebut terhadap warga bia­sa yang memberikan kritik terhadap penyelenggara pu­blik. Akhirnya warga ter­sebut direpresif dengan pa­sal tersebut,” ujarnya.

Asep memprediksi akan semakin banyak orang yang terjerat pasal-pasal tersebut. Dengan rumusan seperti saat ini, seseorang akan dengan mudah dikenakan pasal 27 dan 28. Untuk itu, LBH Pers menilai seharusnya kedua pasal tersebut dihapuskan dari UU ITE. “Di musim pilkada akan meningkat penggunaan pasal-pasal ini,” katanya.

Beberapa waktu lalu, LBH Pers pernah me­nga­jukan judicial review (JR) ke Mahkamah Konstitusi. Na­mun kala itu MK beralasan bahwa Kitab Undang-Un­dang Hukum Pidana (KUHP) tidak mampu menjangkau tindak pidana di dunia maya sehingga pasal-pasal UU ITE tersebut diperlukan.

Namun, kata Asep, argu­men­tasi tersebut ter­ban­tah­kan. KUHP nyatanya mampu menjerat tindak pidana pen­cemaran nama baik di dunia online. Bahkan unsur-unsur dalam KUHP lebih rigid sehingga menjadi jelas. Ki­ni, setelah ada revisi UU ITE, pasal-pasal tersebut tetap ada, hanya saja masa huku­man pidananya saja yang diturunkan. (h/ben)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 08 Februari 2020 - 14:44:04 WIB

    Waketum Gerindra: PSK NN Korban Politik Kerakusan dan Kesombongan Andre Rosiade

    Waketum Gerindra: PSK NN Korban Politik Kerakusan dan Kesombongan Andre Rosiade JAKARTA, HARIANHALUAN.CO - Andre Rosiade, anggota Fraksi Partai Gerindra DPR RI mendapat kecaman dari petinggi partainya sendiri, karena terlibat dalam penggerebekan PSK berinisial NN di Kota Padang, Sumatera Barat, bulan Jan.
  • Selasa, 24 November 2015 - 19:24:06 WIB

    Ganti Rugi Korban Salah Tangkap Rp600 Juta

    PERUBAHAN PP 27/1983

    JAKARTA, HALUAN — Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H. Laoly mengatakan pihak­nya bersama Mahkamah Agung, Kejaksaan Agung.

  • Ahad, 15 November 2015 - 19:32:51 WIB

    Menlu: Tidak Ada Korban WNI

    PEMERINTAH KUTUK AKSI TEROR DI PARIS

    JAKARTA, HALUAN — Pemerintah Indonesia mengutuk aksi teror yang terjadi di Paris, Prancis yang telah menewaskan ratusan orang itu. Wakil Presiden RI, Ju­su.

  • Kamis, 29 Oktober 2015 - 18:15:22 WIB

    Jokowi Bagikan Santunan Korban Asap

    KORBAN MENINGGAL TERIMA RP15 JUTA

    PALEMBANG, HALUAN — Presiden Joko Widodo me­ngu­n­jungi dan berdialog dengan masyarakat selama kun­jungan­nya di kabupaten Ogan Ko­mering.

  • Jumat, 23 Oktober 2015 - 19:20:16 WIB

    Korban Kabut Asap Akan Dievakuasi

    2 KRI DIBERANGKATKAN KE KALIMATAN-SUMATERA

    JAKARTA, HALUAN — Pemerintah berencana mengevakuasi warga korban kabut asap. TNI AL pun sudah menyiapkan kapal perang sesuai .

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM