Keluhan Warga Koto Tangah Padang: ‘Kami Terpaksa Makan Beras Hitam dan Bau’


Selasa, 29 November 2016 - 01:24:16 WIB
Keluhan Warga Koto Tangah Padang: ‘Kami Terpaksa Makan Beras Hitam dan Bau’ Ilustrasi.

PADANG, HALUAN — Warga Lubuk Buaya Kota Padang, Senin (28/11)  mengeluhkan kualitas beras bagi warga mis­kin (raskin) yang tidak layak makan. Kondisi beras raskin tersebut selain warna yang menghitam, juga mengeluarkan bau yang tidak sedap.

Neli (45) warga Lubuk Bua­ya, mengaku sangat kecewa dengan kualitas beras raskin yang dibagikan pihak kelura­han kepada warga. Meski beras tersebut murah, seharusnya pemerintah atau pihak kelura­han juga melihat dan menjaga kualitas beras yang diberikan. Pasalnya beras dengan kualitas jelek tersebut, saat dimasak rasa dan aromanya juga tidak sedap.

“Kami terpaksa memakan beras ini meski hitam dan bau. Rasanya tidak enak. Tapi tidak ada beras yang lain,” tutur Neli.

Kondisi beras raskin de­ngan kualitas yang buruk, sering dikelukan oleh warga penerima raskin. Selain Neli,

Siti juga keluhkan hal yang sama. Meskipun beras bantuan dan murah, seharusnya pemerintah lebih memperhatikan kesehatan dan kualitas beras tersebut, harap Siti. “Anak-anak saya sering me­ngeluh dengan kondisi beras yang dimasak kadang bau dan cepat basi,” ujarnya.

Lurah Lubuk Buaya Padang, Ermon kepada Haluan mengaku bahwa untuk beras raskin kali ini memang kualitasnya kurang bagus.  Selain beras yang sudah meng­hitam baunya juga tidak sedap. Kondisi itu juga telah disam­paikannya kepada Bulog. “Saat mengetahui beras raskin kurang bagus, saya langsung menghu­bungi Bulog,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi kepada Bulog, lanjut Ermon pihak Bulog menjawab kondisi tersebut terjadi karena beras raskin yang diba­gikan tersebut bukan berasal dari luar negeri, tetapi dari dalam negeri (Sulawesi). Sedangkan sebelumnya beras raskin berasal dari luar negeri (Vietnam).

Ermon sangat menyayangkan hal tersebut terjadi. Pasalnya warga Lubuk Buaya sangat banyak yang membutuhkan beras terse­but. Selaku lurah, ia minta agar pemerintah lebih selektif lagi dalam memberikan beras raskin kepada warga.  “Di Kelurahan Lubuk Buaya Padang, beras raskin diterima oleh 293 Kartu Keluarga (KK). Masing-masing KK menda­patkan 15 Kilogram dengan harga Rp28. 000. Betas tersebut diteri­ma warga tiap bulannya,” ucapnya.

Kondisi yang sama juga terjadi di Kelurahan Balai Gadang. Warga juga mengeluhkan kondisi beras raskin yang tidak bagus. “Hampir seluruh Kelurahan di Kecamatan Koto Tangah, mengeluhkan hal yang sama,” ujar Zulpadli, Lurah Balai Gadang. (h/mg-rul)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 30 Juni 2018 - 15:04:42 WIB

    Tak Ada Keluhan Warga, Ganti Rugi Pelebaran Jalan Samudera Langsung ke Provinsi

    Tak Ada Keluhan Warga, Ganti Rugi  Pelebaran Jalan Samudera Langsung ke Provinsi PADANG, HARIANHALUAN.COM-Terkait soal ganti rugi lahan terhadap pelebaran jalan Samudera, Kelurahan Olo Ladang Kota Padang, Camat Padang Barat tegaskan selama ini tidak ada laporan langsung ke kantor camat Padang Barat dari w.
  • Kamis, 27 Oktober 2016 - 02:27:44 WIB

    Dirut PDAM Respon Cepat Keluhan Pelanggan

    PADANG, HALUAN — Keluhan pelanggan yang terjadi beberapa waktu lalu di daerah Sandanur direspon cepat oleh PDAM Kota Padang. Direktur Utama PDAM Kota Padang meninjau langsung proses perbaikan sumur bor 5C yang mensuply air .
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM