Jumlah Ruli di Batuaji Meningkat


Jumat, 02 Desember 2016 - 00:23:52 WIB
Jumlah Ruli di Batuaji Meningkat

BATUAJI, Haluan — Se­ma­kin sulit mencari pekerjaan serta semakin mahalnya pen­jualan perumahan di kota Batam, pada umumnya di­daerah Batuaji, membuat war­ga Batuaji kebanyakan yang tinggal di rumah liar (Ruli), seperti di pegunungan dan ditempat kumuh.

Kali jumlah Ruli sebanyak 6703 unit, sedangkan jumlah penghuninya sebanyak 26812 Kepala Keluarga (KK). Hal itu tercatat dalam rekapan pihak kantor Kecamatan Batuaji sekitarnya.

Baca Juga : Sumatera Adventure Bisa Menjadi Lokomotif Ekonomi Baru 

Bahkan, jumlah tersebut digabungkan dengan 4 kelu­rahan, yang diantaranya Ke­lurahan Buliang sebanyak 1121 unit, Kelurahan Kibing se­banyak 2925 unit.

Sedangkan, Kelurahan Bu­kit Tempayan sebanyak 912 unit dan Kelurahan Tanjung Uncang sekitar 1655 unit. Hal itu terjadi disebabkan pere­konomian kota Batam, se­makin sulit dijangkau.

Baca Juga : Bagian dari Sport Tourisme, Sandiaga Uno Dukung Pelaksanaan Tour de Singkarak Digelar Tahun Ini

Yang parahnya lagi, ber­tam­bahnya rumah liar (Ruli), hampir sama dengan jum­lahnya dengan kios liar, yang berada dikawasan buffer zone. Soalnya data yang ditampung dari pihak Kecamatan Batuaji berkisar sebanyak 493 unit kios liar.

Yang diantaranya, di kelu­rahan Bukit Tempayan seba­nyak 127 kios liar, dan di kelurahan Buliang sebanyak 223 unit, selanjutnya di kelu­rahan Kibing sekitar 21 unit ser­ta di kelurahan Tanjung Un­cang hanya berkisar 122 unit.

Camat Batuaji, Rinaldy Pa­ne pada saat dikonfirmasi me­ngatakan, jika tahun ini jum­lah penambahan ruli cukup sig­ni­fikan terpantau. Karena, warga Batuaji lumayan keba­nyakan tinggal dilokasi Ruli, meski tempatnya lumayan juah dari jangkauan pihak keca­matan.

Dia juga membenarkan, jumlah data-data ruli dan kios liar yang berada dikawasan Batuaji. Namun, dalam hal ini, pihaknya sudah mengambil sikap dan solusi untuk warga yang tinggal di Ruli tersebut, agar diharapkan tinggal dipe­rumahan susun (Rusun). Ka­rena pemerintah kota Batam (Pemko) akan gencar untuk pembangunan rusun.

Disamping itu juga, disam­paikan Camat Batuaji, masya­rakat yang tinggal di ruli tak selayaknya lagi, karena ada yang tingggal di pegunungan serta ditempat kumuh yang tak terjangkau.

“ Kalo solusi dari pihak Kecamatan sendiri, diharapkan warga yang tinggal di ruli, supaya pindah ke rumah susun (Rusun) yang sudah disediakan pihak pemerintah kota Batam, karena tak selayaknya lagi tinggal di ruli tersebut, begitu tinggalnya ditempat tinggi seperti pegunungan dan ditem­pat kumuh yang tak ter­jang­kau,” ujarnya Rinaldy.

Namun, kata Rinaldy kem­bali, untuk kios liar yang berada di buffer zone, sudah memberikan surat peringatan, baik itu SP 1 hingga SP3 terhadap pengelola kios terse­but. Kemudian, setelah itu bukan kinerja kita lagi, melain­kan kinerja tim terpadu kota Batam. Namun, tak tahu kapan waktu penertiban untuk kios liar tersebut.

“ Kita hanya menyurati pengelola kios liar serta mem­berikan surat peringatan (SP) ba­ik itu SP1 sampai SP3. Se­telah itu, sudah kinerja tim te­r­padu kota Batam untuk me­nertibkan, akan tetapi, saya tak tahu kapan waktu pener­tiban kios-kios liar ini,” tegas­nya saat itu, Kamis (1/12) saat itu.

Rejon, salah satu warga yang tinggal dirumah liar (Ruli) Rawa Bukit Indah, kelurahan Kibing, Batuaji mengatakan, kalau keluarganya dengan secara terpaksa tinggal diruli, karena keadaan ekonominya.

Pria punya anak satu ini mengakui, tak sanggup mem­beli perumahan, karena harga­nya sangat mahal-mahal jaman sekarang ini.

“ Terpaksalah tinggal di ruli ini (Rawa Bukit Indah_red) ka­rena keadaan ekonomi, la­gian tak sanggup beli peru­mahan ja­man sekarang ini. Sudah ser­ba mahal,” katanya berce­rita.

Ketika disarankan tinggal di rumah susun (Rusun), pria berasal dari Medan itu me­nang­gapinya, sama halnya de­ngan beli perumahan, kalau pun itu tergolong murah. Akan te­tapi malah menambah beban lagi.

“Kalo disuruh tinggal di rusun, sama halnya dengan beli rumah, meskipun itu harganya relatif murah. Tapi, saat ini perekonomian di Batam sudah sangat susah sekali. Sebe­narnya kami juga pengen ting­gal diperumahan, namun tetap saja terkendala biaya. Makan saja sudah sangat syukur, dan tinggal di ruli ini,” paparnya menceritakan perekonomian Batam. (hk)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]