Apel Besar Kebangsaan Berlangsung Khidmat


Jumat, 02 Desember 2016 - 00:27:19 WIB
Apel Besar Kebangsaan Berlangsung Khidmat Bupati Solok Gusmal, Walikota Solok diwakili Rusdianto, unsur Forkopimda Kota Solok melakukan apel kebangsaan, Rabu (30/11). Apel kebangsaan untuk mewujudkan NKRI. (ALFIAN)

SOLOK, HALUAN — Berdirinya sebuah negara Indonesia sebelum kemerdekaan sangatlah susah sekali, tidak jelas apa negara ini diberi nama, karena masyarakat yang bermukim di bumi pertiwi itu sangat beragam suku, agama dan ras.

Setelah melalui musyawa­rah yang panjang maka pe­mimpin terdahulu memberi nama Indonesia.

“Terbentuknya negara In­do­nesia yang puncaknya di­prok­lamirkan pada kemer­dekaan 17 Agustus 1945 tidak terlepas dari perjuangan semua elemen masyarakat, mulai dari unsur pemuda yang diawali gerakan Budi Oetomo 1908, kemudian puncaknya bersa­tunya seluruh elemen pemuda dari Sabang sampai Merauke yang dikenal dengan sumpah pemuda 28 Oktober 1928,” jelas Dandim Solok Lekol Irwan ketika apel besar me­man­tapkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Rabu (29/11), di Kota Solok, yang berlangsung khidmat.

Mengingat susahnya mem­peroleh kemerdekaan,kata Ir­wan, masyarakat Indonesia khususnya Kabupaten/Kota Solok dan Solok Selatan yang berada di wilayah Kodim Solok jangan mudah terpancing isu-isu yang bisa memecah belah persatuan. “Bhinneka Tunggal Ika yang merupakan semboyan untuk pemersatu bangsa jangan sampai terkoyak,” katanya.

Menurut dia, Indonesia di mata internasional termasuk negara yang unik dan spesifik karena didiami berbagai suku bangsa, agama dan ras, serta bermacam kebudayaan, namun bisa bersatu dalam bingkai NKRI.

“Persatuan dan kesatuan yang sudah terbina selama ini hendaknya dipertahankan. Jangan sampai terjadi konflik horizontal sesama umat,” ujar Irwan.

Ingat, lanjut Dandim, bebe­rapa daerah sudah merasakan bagaimana hidup di daerah konflik, seperti Poso, Ambon, Aceh dan lainnya.

“Bagi TNI maupun Polri, mungkin tidak jadi masalah karena institusi itu punya sen­jata untuk menghadang. Tapi bagi rakyat bagaimana? Sudah jelas hidup tidak tenteram, untuk mencari nafkah ter­ganggu karena saling tuding dan adu kekuatan,” terang Irwan lagi.

Sementara itu Bupati Solok Gusmal atas nama Walikota Solok dan Bupati Solok Selatan mengatakan, apel besar yang dilaksanakan merupakan wu­jud dalam memperkokoh NK­RI yang saat ini mulai diusik oleh segelintir oknum tertentu.

Untuk memperkokoh NK­RI, ke depan memang perlu generasi muda diberi pema­haman tentang wawasan ke­bangsaan melalui pendidikan, latihan serta mengetahui pahla­wan-pahlawan nasional yang berjasa merebut kemerdekaan.

Jujur saja, kata Gusmal, generasi muda saat ini lebih hafal penyanyi dan lirik lagi ketimbang lagu-lagu ke­bang­saan dan nama-nama pahlawan nasional.(h/alf)





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM