Pembangunan Gerbang Batas Tuai Polemik


Selasa, 06 Desember 2016 - 01:25:42 WIB

PAYAKUMBUH, HALUAN — Rencana Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota untuk membangun gerbang batas daerah dengan Kota Payakumbuh yang  terletak antara kawasan Ngalau dan Piladang, menuai protes. Gerbang batas kedua daerah yang akan dibangun Pemkab Limapuluh Kota, dibangun berbeda dengan lokasi yang sudah ada.

Informasinya, gerbang ba­tas berpindah sekitar 100 meter ke arah Kota Payakumbuh dari lokasi sebelumnya. Sedangkan gerbang batas daerah sebe­lumnya sudah diruntuhkan oleh Pemko Payakumbuh karena struktur pada gerbang tersebut sudah mulai rapuh dan me­ngancam pengguna jalan Paya­kumbuh-Bukittinggi.

Perpindahan gerbang batas daerah itu diduga tanpa koor­dinasi antara Pemkab Lima­puluh Kota dengan Kota Paya­kumbuh. Pemko Payakumbuh merasa tidak diikutkan dalam pembangunan gerbang batas derah itu. Asisten I Admi­nistrasi dan Umum Setkab Limapuluh Kota, Syahrial tidak berkomentar banyak dengan kondisi tersebut. “Kalau soal itu, silahkan konfirmasi lang­sung pada  Bagian Tata Peme­rintahan Umum,”ucap Syah­rial. Namun, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Umum Sekdakab Limapuluh Kota Harmen tak bisa dihubungi. Nomor ponselnya tidak aktif.

Sekretaris Daerah Kabu­paten Limapuluh Kota Yendri Tomas tidak mengetahui ada­nya pembangunan  gerbang di batas daerah antara Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh. Adanya rencana pemindahan gerbang batas daerah itu, menjorok 100 meter ke arah Kota Payakumbuh, menurut Sekda hal tersebut sudah sesuai dengan tapal batas antara Kabupaten Limapuluh Kota dengan Kota Paya­kum­buh. “Lokasi gerbang yang baru, di situ aslinya batas daerah. Dahulu, gerbang yang lama sengaja agak menjarak 100 meter ke Kabupaten Lima­puluh Kota karena lokasinya paling strategis. Tetapi batas wilayah yang asli berada di lokasi rencana pembangunan gerbang saat ini,” kata Sek­dakab Limapuluh Kota.

Terkait tidak adanya koor­dinasi dalam pembangunan gerbang saat ini, belum dike­tahui sepenuhnya oleh Sekda Limapuluh Kota. “Kalau soal koordinasi pembangunan ger­bang, ini kita belum dapat info pastinya. Nanti dicoba hubungi bagian yang  bersangkutan,” terang Sekda lagi.

Sementara, Sekda Kota Payakumbuh Benni Warlis mengatakan, akan mem­bica­rakan hal tersebut dengan Pemko Payakumbuh. Tak ha­nya itu, soal tapal batas, Pemko Payakumbuh juga akan mengajak niniak mamak dan pemangku adat yang berada di sekitar tapal batas untuk duduk bersama. “Kita akan rapat hal ini dengan Pemko. Termasuk dengan niniak mamak. Setelah adanya keputusan, barulah Pemko membicarakan hal ter­se­but dengan Pemkab Lima­puluh Kota,” terang Sekda Payakumbuh Benni Warlis.

Diakui  Benny, Pemkab Limapuluh Kota sudah jauh-jauh hari melayangkan surat ke Pemko Payakumbuh tetapi itu terhadap tapal batas, bukan untuk pembangunan gerbang masuk ke Kota Payakumbuh. “Rencana, gerbang yang lama akan diperbaharui, tetapi Pem­kab kabarnya akan mem­bangun gerbang baru. Tetapi soal tapal batas, sudah jauh hari Pemkab menyurati Pemko Payakumbuh,” terang Sekda Payakumbuh. (h/ddg)





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM