KWT Sijunjung Kembangkan Budidaya Jamur Tiram


Kamis, 08 Desember 2016 - 01:18:38 WIB
KWT Sijunjung Kembangkan Budidaya Jamur Tiram Salah seorang anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Taratak Bukik Kenagarian lalan saat memperlihatkan hasil budidaya jamur tiram yang siap dipasarkan ke masyarakat. (OGI)

SIJUNJUNG, HALUAN — Bisnis Jamur tiram kian di­minati masyarakat Kabu­paten Sijunjung. Jamur tiram ini dipercaya bisa mengobati berbagai macam penyakit serta memberikan keun­tu­ngan berlipat ganda bagi petani, apalagi bibitnya bisa dibuat sendiri.

Hal tersebut diungkapkan Dina Krisnawati, Ketua Ke­lompok Wanita Tani (KWT) Jamur Tiram Taratak Bukik, Kenagarian Lalan Kecamatan Lubuk Tarok.

Baca Juga : Pasca Oknum Pegawai Lapas Terlibat Narkoba, Kalapas Bukittinggi Gelar Razia dan Bentuk Tim Khusus

“Usaha budidaya Jamur tiram seringkali mengalami kegagalan karena teknik dan cara budidaya yang kurang tepat. Meskipun terlihat gam­pang, perlu juga diperhatikan beberapa  faktor seperti lingkungan, kebersihan, serta konsistensi kelompok selama perawatan. Jika faktor-faktor tersebut tidak bisa dipenuhi dengan baik maka hasilnya pun kurang optimal bahkan besar kemungkinan ber­po­ten­si mendatangkan kega­galan,” sebutnya.

Prioritas tersebut selalu menjadi pedoman bagi seke­lompok wanita petani yang tergabung dalam Kelompok Tani (Keltan) Taratak Bukik yang bermarkas di Ke­naga­rian Lalan, Kecamatan Lubuk Tarok.

Baca Juga : Aksi Pencurian Kotak Amal di Dharmasraya Ini Terekam CCTV

Dina Krisnawati menu­turkan, jamur tiram banyak diminati masyarakat karena mengandung vitamin B12 dan sangat bermanfaat me­nurunkan gula darah, kolesterol dan juga sebagai antioksidan. Jika dimasak zat yang terkandung di dalamnya tidak terurai. Apalagi, jamur jenis ini bisa diolah menjadi berbagai macam makanan diantaranya, keripik, sate, nugget, burger, sosis, sop, kerupuk, tepung jamur dan sebagainya.

“Jamur Tiram tersebut banyak manfaatnya dan se­mua bisa dijadikan uang, tapi kalau buat sendiri bibitnya,” tuturnya.

Baca Juga : Pemerintahan Kecamatan IV Jurai Lakukan Vaksinasi Covid-19

Dina mengakui, bisnis jamur tiram tersebut me­rupakan bantuan dari Din­sosnakertrans Kabupaten Sijunjung dan belum lama ditekuninya, namun bisa dijadikan sebagai uang tam­bahan bagi para ibu-ibu yang ada di Kenagarian lalan de­ngan bergabung di kelom­pok Wanita Tani taratak Bukik, dengan mengem­bang­kan bis­nis jamur Tiram.

“Alhamdulillah, dalam satu kali panen, kita bisa menghasilkan jamur tiram seberat 11 kg/hari,” ujarnya.

Baca Juga : Lakukan Safari Khusus, Pemkab Pessel Bagi-bagi Bantuan untuk Masjid Rp7,5 Juta 

Menurutnya, dengan ada­nya kelompok wanita Tani, kelompoknya bisa melakukan budidaya sekaligus mencari tambahan penghasilan dari jamur tiram tersebut yang dibagi secara merata dengan anggota kelompok. “Keun­tungannya lumayan. Bisa menghasilkan Rp100 ribu-200 ribu per hari, dan itu semua kita bagi dengan para anggota kelompok,” ung­kapnya.

Sementara itu, Walinagari Lalan, Martonis mengatakan, salah satu penentu keber­hasilan budidaya jamur tiram adalah kebersihan dalam melakukan proses budi­daya­nya, baik kebersihan tempat, alat, maupun pekerjanya. Hal ini karena kebersihan adalah hal yang mutlak harus dipe­nuhi. “Untuk itu, tempat untuk penanaman sebaiknya harus dibersihkan dahulu dengan sapu, lantai dan din­ding­nya dibersihkan meng­gunakan disinfek­tan,” se­butnya.

Dijelaskan Martonis, usaha yang telah dijalankan warganya tersebut sangat memiliki potensi untuk di­kem­bangkan. Menurutnya, usaha seperti itu bisa me­ngurangi angka pengang­guran di nagari. “Karena untuk menjadi petani bu­didaya jamur tidak harus sekolah tinggi, cukup dengan mengikuti berbagai pelatihan serta membaca buku-buku yang berkaitan dengan jamur tiram secara otodidak,” ujar­nya. (h/ogi)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]