Jokowi Dijadwalkan Jadi Irup HBN


Selasa, 13 Desember 2016 - 02:16:53 WIB
Jokowi Dijadwalkan Jadi Irup HBN

PADANG, HA­LUAN — Pre­si­den Joko Wi­do­do di­jad­wal­kan menjadi ins­pek­tur upa­cara (Ir­up)  Peringatan Hari Bela Ne­gara (HBN) yang di­pu­satkan di lapangan Imam Bonjol, Kota Padang,  19 Desember 2017 mendatang. Kehadiran Presiden RI ke­tujuh di HBN ini diharapkan bisa mempercepat ke­lanju­tan pembangunan mo­nu­ment Bela Negara yang saat ini sedang terlantar di Koto Tinggi, Kabupaten Lima­puluh Kota.

“Jika tidak ada alang me­lintang, pelaksanaan upa­ca­ra Hari Bela Negara di Lapangan Imam Bonjol, Padang akan dipimpin oleh Presiden Jo­kowi. Ini pertama kalinya HBN dilaksanakan di tanah kela­hiran PDRI,” kata Ketua DHD 45 Sumbar, Zulwadi Dt. Ba­gindo Kali kepada Haluan, Jumat (9/12) lalu.

Informasi Presiden Joko Wi­dodo yang akan menjadi Ins­pe­k­tur Upacara dalam peringatan Hari Bela Negara nanti didapat dari hasil rapat persiapan peringatan HBN di Kantor Gubernur, Kamis (8/12). Kabar ini disambut gem­bira oleh seluruh lembaga pejuang yang ada di Sumatera Barat karena memperkuat pengakuan negara terhadap PDRI dan peluang untuk melanjutkan pembangunan Mo­nu­men Bela Negara yang sedang terbengkalai.  

“Seluruh pejuang yang masih hidup sangat senang dengan informasi ini. Bukti bahwa PDRI semakin diakui oleh negara dan menjadi peluang untuk me­lan­jut­kan monument Bela Negara. Se­moga apa yang telah di­rencanakan berjalan dengan baik sampai hari H,” kata Zulwadi.

Sebelumnya, pengakuan ne­gara terhadap PDRI hanya dinya­ta­kan dalam Kepres No 28 tahun 2006 dengan menetapkan hari lahir PDRI tanggal 19 Desember sebagai Hari Bela Negara. Kendati presiden ke 6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)menetapkan HBN sejak tanggal 2006, pe­ringa­tan HBN secara nasional baru terlaksana pada 19 Desember 2014 di Jakarta.

Namun, dalam agenda Pre­siden Jokowi di Sumatera Barat pada peringatan HBN, tidak ada kunjungan ke Monumen Bela Negara. DHD 45 Sumbar be­ren­cana mendesak protokoler untuk menjadwalkan peninjauan Mo­numen Bela Negara di Koto Ting­gi, Kabupaten 50 Kota.

“Jelang tanggal 19 Desember, kami mencoba berkomunikasi dengan protokol untuk men­jad­walkan presiden Jokowi ke Mo­nu­men Bela Negara di Koto Ting­gi, Kabupaten 50 Kota. Pem­bangu­nan monument ini terhenti karena tidak ada biaya setelah dibuka oleh mantan Presiden SBY tahun 2014,” katanya.

Ia juga mengatakan selama pembangunan monument ter­henti, masyarakat di lokasi basis perjuangan PDRI serta veteran Sumbar kecewa. Mereka merasa pemerintah tidak menghargai perjuangan berat dan kesetiaan PDRI untuk menyambung nyawa republik ini.

“Jika Jokowi bisa meninjau ke lokasi monumen, kekecewaan itu bisa sedikit terobati,” katanya.

Wakil Bupati Kabupaten 50 Kota, Ferizal Ridwal mengatakan dirinya telah menulis surat kepada Presiden Jokowi untuk me­nurun­kan biaya kelanjutan pem­bangu­nan monumen. Dengan mo­men­tum ini, sangat diharapkan orang no 1 di Indonesia ini bisa me­ninjau langsung ke lokasi monumen.

“Harapan masyarakat Kabu­paten 50 Kota, Presiden Jokowi datang meninjau langsung ke lokasi monumen. Soalnya, di sini PDRI dilahirkan dan banyak pribumi yang berjuang. Semoga presiden terketuk hatinya untuk mengucurkan dana,” kata Ferizal. (h/mg-ang)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]