Pekanbaru Semakin Gersang


Senin, 19 Desember 2016 - 01:17:16 WIB
Pekanbaru Semakin Gersang

Pekanbaru, Haluan — Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Pekanbaru belum juga melakukan penanaman bibit pohon pelindung jalan yang mati disejumlah ruas jalan di Pekanbaru. Minggu (16/12), di ruas Jalan Tuanku Tambusai, pohon pelindung jalan yang mati tampak sudah ditebang oleh petugas dari DKP. Keadaan seperti ini membuat Pekanbaru semakin gersang.

Namun sayang, hingga saat ini belum terlihat ada penanaman bibit baru sebagai pengganti pohon yang ditebang tersebut. Padahal pihak DKP sebelumnya mengaku akan menanam kembali bibit pohon yang baru dilokasi pohon yang mati tersebut.

Baca Juga : Bagian dari Sport Tourisme, Sandiaga Uno Dukung Pelaksanaan Tour de Singkarak Digelar Tahun Ini

Kepala Bidang (Kabid) Pertamanan, DKP Kota Pekanbaru, Masdauri, akhir pekan lalu membe­nar­kan jika pohon mati tersebut belum ditanam kem­bali dengan bibit yang baru. Namun untuk ruas Ja­lan Tambusai memang belum dilakukan penana­man.

“Masih menunggu giliran, kemarin ada 20 bibit batang yang kita sisipkan dilokasi lain. Tapi yang untuk di Jalan Nangka memang belum kita lakukan, masih menunggu giliran,” paparnya.

Baca Juga : Kunjungan Kerja ke Sumbar, Sandiaga Uno Ingin Ekonomi Kreatif dan Pariwisata Segera Bangkit

Seperti diketahui, pohon pelindung jalan banyak ditemukan mati di ruas jalan Tuanku Tambusai. Terhitung sudah tujuh batang pohon pelindung jalan yang mati di ruas jalan ini. Paling banyak ada di depan Rumah Sakit Andini. Di depan rumah sakit ibu dan anak ini terpantau ada lima batang pohon pelindung jalan yang mati.

Selain di depan Rumah Sakit Andini, pohon pelindung jalan yang ada di simpang Jalan Pepaya juga mati. Tidak hanya itu, satu batang pohon pelindung jalan di ruas jalan Tuanku Tambusai tepatnya di depan Bank Permata juga terlihat mati.

Baca Juga : Kolam Pemandian Hotwater Boom Solsel Tetap Buka, Satpol-PP Gelar Patroli

Seluruh pohon yang mati tersebut saat ini sudah tidak ditebang. Terang saja, kondisi ini membuat ruas jalan ini menjadi gersang. Karena pohon pelindung jalan yang semula di tanam untuk penghijuan kota tersebut mati. Mirisnya, pihak DKP tidak kunjung menanam kembali bibit pohon yang baru dilokasi pohon pelindung jalan yang mati tersebut.

Selain di ruas Jalan Tuanku Tambusai, sejumlah pohon pelindung jalan yang ada dipinggir ruas Jalan Riau juga banyak yang mati. Jumat (16/12) lalu terpantau, sedikitnya ada sepuluh batang pohon pelindung jalan yang mati di ruas jalan ini. Sebagian besar pohon yang mati ada didekat tiang baliho dan neon box. Tinggi rata-rata pohon pelindung jalan yang mati sekitar 4 sampai 6 meter. Beberapa pohon yang mati terlihat ada bekas sayatan pada kulit batang pohon tersebut.

Baca Juga : Hati-hati! Eksploitasi Anak Rawan Terjadi di Wisata Indonesia

Temuan lain, diruas jalan ini juga, sejumlah pohon pelindung jalan dipangkas karena meng­halangi reklame jenis neon box. Namun belum diketahui, apakah yang memangkas pohon tersebut petugas dari DKP Kota Pekanbaru, atau dari pemilik reklame.

Kepala Bidang (Kabid) Pertamanan DKP Kota Pekanbaru, Masdauri, meminta semua pihak, termasuk pemilik ruko yang didepanya ada pohon pelindung jalan tidak ditebang atau dibunuh. Sebab pohon-pohon tersebut sengaja di tanam untuk penghijuan kota, sekaligus mengurangi polusi udara.

Sesuai Peraturan Daerah (Perda) kota Pekanbaru No­mor 5 tahun 2002 tentang Ketertiban Umum. Di­mana bagi pelaku yang dengan sengaja merusak po­hon dapat dikenakan sanksi hukum kurungan pen­jara selama tiga bulan atau denda Rp 50 juta. (h/trn)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]