Kaji Ulang Dampak Minang Mart


Rabu, 21 Desember 2016 - 01:15:58 WIB

PADANG, HALUAN — Pengamat ekonomi Universitas Andalas, Prof Dr Elfindri SE MA mengingatkan, pemerintah daerah agar mengkaji dampak yang ditimbulkan dengan keberadaan Minang Mart.

Elfindri mengatakan, kajian harus dilakukan agar kehadiran Minang Mart tidak jadi bomerang yang bisa mematikan pe­ngusaha lokal. “Jika konsepnya bukan pemberdayaan, Minang Mart, bisa jadi pesaing dari usaha lokal yang sudah ada. Niat awal pemerintah yang semula ingin memberdayakan pedagang lokal, malah akan bisa mematikan pedagang lokal itu sendiri,” ujar Elfindri pada Haluan, Selasa (20/12). 

Dalam hal ini, ia menyarankan pemda agar mengatur berapa jumlah toko ritel yang dibutuhkan. Kepemilikan Minang Mart juga disarankan agar tak dimonopoli oleh beberapa nama saja. Hal itu ka­rena, kondisi itu rentan menuju penerapan konsep kapitalis da­lam dunia usaha. Tak hanya itu, sumber pembiayaan harus jelas.

Elfindri mengapresiasi ini­siatif pemda menahan masuknya ritel berjejaring yang kerap me­mo­nopoli usaha ke Sumbar. Ken­dati demikian, jika akan masuk pada usaha yang dijalankan masyarakat ia berpandangan pemerintah akan lebih baik ma­suk ke pembinaan saja. Bukan malah bersaing dengan masyarakatnya. 

“Jika konsepnya bukan pem­binaan, kehadiran Minang Mart tentu akan memberikan dampak buruk bagi usaha lokal,” ucapnya lagi.

Ditambahkannya, selama ini konsep toko berjejaring sis­tem­nya lebih ke arah monopoli. Hampir semua produk, inputnya berasal dari perusahan-perusahan besar. Barang yang dijual tidak diproduksi secara lokal. Jika Minang Mart mengam­bilkan input produk-produk lokal, me­nu­rut Elfindri kekhawa­tiran tadi juga tak akan perlu dirisaukan. 

Untuk hal ini, Elfindri ke­beratan jika yang diterapkan Minang Mart bukanlah proses pembinaan. Dengan mendirikan toko-toko, ia menilai kehadiran Minang Mart akan jadi pesaing bagi usaha lain di sekelilingnya. 

Pasalnya ketika jumlahnya banyak,  mereka yang mampu bersaing dengan modal besar tentu akan jadi pemenang. Se­mentara usaha lokal dengan mo­dal kecil akan mati.

“Jika Minang Mart tetap akan jalan juga, kita berharap keha­dirannya tidak mematikan kebe­radaan pedagang lokal yang telah ada. Konsepnya harus sesuai dengan tu­juan awal, yakninya mem­berda­yakan usaha lokal,” pungkas Elfindri.

Sebelumnya, usai rapat dengar pendapat dengan DPRD Sumbar, Selasa (6/12) lalu, pengamat ekonomi Unand Syafruddin Kari­mi meminta pemerintah provinsi mencari solusi bijak untuk me­nye­lesaikan polemik terkait Mi­nang Mart. Semua kebijakan yang diambil pemerintah haruslah terbuka guna menghindari salah paham masyarakat.

“Pendirian Minang Mart oleh pemerintah daerah juga harus bertujuan untuk melindungi pe­dagang lokal, bukan untuk me­matikannya,” ucap Syafrudin.

Dikatakannya, hal paling utama yang harus ada dalam kebijakan pemerintah adalah bertujuan melindungi masyarakat lokal. Untuk itu, dia berharap perlu ada keterbukaan dari pe­merintah untuk menjelaskan kebijakan dan keputusan yang telah diambil. Tidak kebijakan sepihak tanpa adanya pertimbangan.

“Melindungi ini, bisa dila­kukan dengan membuat regulasi yang pasti. Misalnya dengan memastikan berapa jumlah bisnis dari luar yang boleh masuk ke Sumbar. Sekaligus pula aturan mainnya,” kata Syafrudin lagi.

Lebih lanjut ia menyam­pai­kan, harus ada juga aturan yang berisi tentang aturan detail ten­tang pembangunan. Misalnya dimana saja boleh berdiri rumah sakit, plaza, perumahan dan sebagainya. Misalnya bisa pula mengatur tentang dalam berapa kilometer berapa diperbolehkan berdiri toko retail. 

Sementara itu, Direktur PT Grafika Jaya Sumbar (PT Grafika) Dasril SPd, MM kepada Haluan menjelaskan, dalam opera­sional­nya, Minang Mart tidak akan mematikan warung-warung yang ada di sekitarnya. Minang Mart punya pola kemitraan untuk menghidupkan warung-warung tersebut. Warung-warung yang bermitra dengan Minang Mart akan di-upgrading. Manajenen­nya dibenahi, desain toko dan pelayanan dibuat standar Minang Mart. Setelah di-upgrading, wa­rung mitra difasilitasi mendapat tambahan modal melalui Bank Nagari dengan jaminan PT Jam­krida. Pola mitranya bukan wa­ralaba, tapi kerja sama dengan sistem bagi hasil yang saling menguntungkan.

“Barang-barang yang dijual di Minang Mart dipasok oleh dis­tributor lokal, dan dijual dengan harga yang transparan sesuai harga pasar. Ketika konsumen me­ngambil barang di rak, konsumen sudah tahu berapa harga barang tersebut. Dan, konsumen yang berbelanja di Minang Mart dila­yani dengan ramah dan profe­ssional oleh para pelayan yang sudah dilatih,” jelas Dasril.

Dikatakan, Minang Mart juga menjual produk kuliner UMKM dan bahan pangan hasil pertanian Sumbar. Untuk masuk ke Minang Mart, mutu dan kemasan produk distandarisasi terlebih dahulu oleh PT Grafika. Khusus pasokan bahan pangan produk pertanian, PT Grafika langsung membeli ke petani melalui kelompok-kelom­pok pertanian. Seperti harapan pemerintah, Minang Mart akan memberi ruang sampai 30 persen secara bertahap untuk produk kuliner UMKM dan bahan pangan produk pertanian Sumbar. (h/len/ald)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 24 Februari 2020 - 07:02:28 WIB

    HIPMI Kota Padang Minta Penerapan Jam Malam Dikaji Ulang

    HIPMI Kota Padang Minta Penerapan Jam Malam Dikaji Ulang PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Perda Jam Malam yang sebentar lagi bakal ketuk palu oleh DPRD Kota Padang dan Pemerintah Kota (Pemko) Padang. Namun, hal itu perlu dikaji ulang kembali. .
  • Jumat, 14 Juni 2019 - 22:32:31 WIB

    Paling Rawan Macet, Pemko Padang Kaji Pelebaran Jalan Perintis Jati

    Paling Rawan Macet, Pemko Padang Kaji Pelebaran Jalan Perintis Jati PADANG, HARIANHALUAN.COM – Pemko Padang sedang mempersiapkan perlebaran beberapa ruas jalan dibeberapa lokasi yang semakin padat dilalui kendaraan. Salah satunya di Jalan Perintis Kemerdekaan, Jati yang terus padat dan mace.
  • Jumat, 02 Februari 2018 - 09:44:26 WIB

    Wakil Rakyat Kaji Kasus Tanah Maboet

    Wakil Rakyat Kaji Kasus Tanah Maboet PADANG, HARIANHALUAN.COM – Wakil Ketua DPR, Fadli Zon mengadakan pertemuan dengan perwakilan masyarakat Forum Nagari Tigo Sandiang di Aula Universitas Baitturahmah, Kamis (1/2). Kedatangan politisi Gerindra itu untuk menden.
  • Kamis, 06 Oktober 2016 - 05:15:29 WIB
    SUNTIKAN RP800 MILIAR UNTUK BANK NAGARI

    Wagub: Sudah Melalui Kajian

    Wagub: Sudah Melalui Kajian PADANG, HALUAN — Fraksi Hanura DPRD Sumbar menilai rencana penambahan modal sebesar Rp800 miliar untuk Bank Nagari, merupakan nilai yang terlalu besar. Hanura me­minta penambahan modal itu dikaji ulang..
  • Kamis, 06 Oktober 2016 - 03:24:11 WIB

    SMAN 3 Padang Bakal Resmikan Pusat Kajian Islam

    PADANG, HALUAN — Se­kolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Padang bakal m­e­miliki fasilitas baru yakni Pusat Kajian Islam Surau Nurul Ilmi yang pengoperasiannya di­tandai dengan peresmian pada Minggu (9/10) mendatang. .

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]