PEMBANGUNAN SHELTER JADI PRIORITAS

12 Kecamatan Masuk Zona Merah


Kamis, 22 Desember 2016 - 00:42:57 WIB

PAINAN, HALUAN — Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), sebagai daerah rawan gempa dan juga berdampak tsunami, sangat membutuhkan keberadaan shelter sebagai jalur evakuasi warga setempat, sehingga keberadaanya sangat diharapkan oleh masyarakat.

Sebanyak 15 kecamatan yang tersebar di kabupaten itu, sekitar 12 kecamatan diantaranya adalah tergolong kecamatan yang rawan gem­pa berdampak tsunami. Ber­dasarkan kondisi di lapangan saat ini, idealnya pada ma­sing-masing kecamatan itu harus memiliki 5 hingga 7 unit shelter dengan daya tampung setiap unitnya se­kitar 2 ribu jiwa.  

Ari Nurkomari (38), ke­pada Haluan menyebutkan, kehadiran shelter pada ka­wasan padat penduduk yang berada dizona merah tsu­nami, merupakan kebutuhan yang harus diprioritaskan oleh pemerintah setempat.

“Hal ini dapat kita lihat pada sejumlah kawasan yang padat penduduknya. Namun, tidak memiliki shelter atau tempat ketinggian sebagai jalur evakuasi tsunami. Se­bagai contohnya adalah Ke­ca­matan Koto XI Tarusan, Bayang, IV Jurai, Batang Kapas, Sutera, Lengayang, Ranah Pesisir, Linggo Sa­ribaganti, Pancungsoal, Air Pura dan Lunang, Kecamatan Siluat,” terangnya, Rabu (21/12).

Menurutnya, sebelumnya pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penang­gulangan Bencana (BNPB) telah merencanakan pemba­ngunan dua unit gedung di daerah itu yang memiliki shelter. Diantaranya, adalah kantor Walinagari Sago Ke­camatan IV Jurai, dan Ma­polres Pessel. 

“Rencananya dua unit kantor itu akan dibangun tiga tingkat, pada bagian atasnya akan dijadikan shelter. Tapi hingga saat ini, apa yang direncanakan Alhamdulillah belum juga terlihat. Seperti contohnya pada kantor Ma­polres Pessel, walau pem­bangunannya sudah selesai, namun belum juga memiliki shelter. Sedangkan kantor Walinagari Sago, tidak jelas kapan akan dibangun,” ung­kap warga Painan ini.

Dihubungi terpisah, Ke­pa­la Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pessel, Pri Nurdin menga­takan, ia membenarkan bah­wa dua bangunan kantor itu memang dari awal sudah direncanakan akan dibangun lantai atasnya sebagai shelter. Namun, hingga saat ini ren­cana itu belum juga tercapai. 

“Ya, awalnya pemerintah daerah melalui BNPB pusat memang telah merencanakan pembangunan shelter di dua kantor tersebut. Namun, belum juga terealisasi sebagai mana yang kita harapkan bersama. Kendati demikian, kita akan terus berupaya kepada pemerintah pusat agar harapan masyarakat ini bisa tercapai hendaknya,” ulasnya.

Dijelaskanya, hingga saat ini Kabupaten Pesisir Selatan akan terus melakukan pe­ngembangan jalur evakuasi disetiap kecamatan yang ada. Diantaranya paling banyak adalah kota Painan. Sebab Painan merupakan ibu kota kabupaten di Pessel, serta memiliki jumlah penduduk yang paling banyak diantara daerah lainnya.

“Beberapa jalur evakuasi yang sudah dibangun dian­taranya adalah, di Gunung Sago Kecamatan Sutera, Luhung Pasar Baru Ke­ca­matan Bayang, Puncak Lang­kisau Kota Painan, Bukit PDAM Rawang Kota Painan, Bukit Sungai Nipah Ke­camatan IV Jurai, dan dekat Bukit bekas Taman Makam Pahlawan juga sudah di­bangun Shelter, itu masih di Kota Painan,” jelasnya.

Ditambahkannya, untuk membangun 1 unit shelter maka dibutuhkan anggaran sekitar Rp4 miliar. Karena Dari 15 kecamatan yang ada di Pessel, sebanyak 12 ke­camatan memiliki zona merah yang sangat rawan tsunami.

“Jika satu kecamatan dibangun 5 unit shelter saja, maka dana yang dibutuhkan per kecamatan sebesar Rp20 miliar. Jika dikalikan 10, maka dana yang dibutuhkan sebesar Rp200 miliar. dari itu dukungan pusat sangat kita harapkan,” tutupnya. (h/mg-kis)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 14 Mei 2019 - 11:28:32 WIB

    Pasaman Milki 12 Situs Cagar Budaya

    Pasaman Milki 12 Situs Cagar Budaya PASAMAN, HARIANHALUAN.COM - Bahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Perlindungan Cagar Budaya dan Kepurbakalaan, DPRD Kabupaten Pasaman, lakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Kabupaten Bungo, Jambi..
  • Kamis, 11 April 2019 - 18:59:14 WIB

    124 BTS  akan Dibangun di Daerah 3T  Sumbar

    124 BTS  akan Dibangun di Daerah 3T  Sumbar PADANG,HARIANHALUAN.COM — Jaringan internet berkecepatan tinggi akan segera dibangun di 122 daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Indonesia. Tahun ini, direncanakan sebanyak 124 Base Transceiver Station (BTS) aka.
  • Jumat, 04 Januari 2019 - 10:45:25 WIB
    DPRD DESAK DINAS PUPR TUNTASKAN PERBAIKAN

    12 Km Jalan Palupuh-Kototinggi Rusak

    12 Km Jalan Palupuh-Kototinggi Rusak PADANG, HARIANHALUAN.COM – Kalangan DPRD Sumbar meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sumbar meprioritaskan perbaikan jalan provinsi Palupuah-Koto Tinggi yang telah rusak bertahun-tahun. Setidaknya.
  • Jumat, 02 November 2018 - 11:26:11 WIB

    Rp12 Miliar Aset Sumbar Masih Bermasalah

    Rp12 Miliar Aset Sumbar Masih Bermasalah PADANG, HARIANHALUAN.COM—Sekitar Rp12,4 miliar dari Rp9,9 triliun total aset yang dimiliki Sumbar masih bermasalah dan dikuasai pihak lain. Wakil Ketua Komisi III DPRD Sumbar, Supardi, menyampaikan, Rp12,4 miliar itu baru a.
  • Rabu, 12 September 2018 - 18:20:31 WIB

    Meriahkan Tahun Baru Islam, Pemko Padang Panjang Helat FSM ke-12

    Meriahkan Tahun Baru Islam, Pemko Padang Panjang Helat FSM ke-12 PADANG PANJANG,HARIANHALUAN.COM-Tarian Kolosal Panggilan Surau oleh ratusan siswi SLTP menjadi pembuka Festival Serambi Mekah ke -12 yang digelar Pemerintah Kota Padang Panjang, Selasa (11/9).
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM