TERKENDALA PENGADAAN SAPI

RPH Modern Belum Beroperasi Maksimal


Jumat, 23 Desember 2016 - 00:28:22 WIB
RPH Modern Belum Beroperasi Maksimal

PAYAKUMBUH, HALUAN — Rumah Potong Hewan (RPH) Modern yang dikelola UPTD Dinas Peternakan dan Ke­se­hatan  Hewan Provinsi Su­matera Barat di Payakumbuh hingga sekarang masih belum beroperasi maksimal. Sepanjang 2016, baru 40 ekor sapi yang dipotong pada RPH tersebut. Untuk  mamaksimalkan potensi RPH masih terkendala dengan jumlah sapi yang akan dipotong.

Kepala UPTD RPH Modern Sumbar diwakili Kepala Seksi (Kasi) Persiapan dan Proses, Efrizal, dalam Forum Grup Diskusi (FGD) Payakumbuh di ruang rapat wali­kota di Balaikota Kamis (22/12), me­nga­takan, secara detail kondisi RPH Modern ini sudah baik. Diharapkan tahun 2017 nanti, RPH ditargetkan dapat memotong sebanyak 50 ekor sapi per hari.

Baca Juga : Wabup Pessel Resmikan Masjid Ar-Rahman Rawa Bubur Tapan

“Namun, saya masih pesimis untuk mewujudkan target dimaksud. Jika sekira­nya ketersediaan ternak yang ada di Payakumbuh dan kota-kabupaten lainnya di Sumbar, masih belum serius menjawab kebutuhan ternak yang akan dipotong,” katanya.

Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Setdako Payakumbuh, Juiter, mengatakan, sebuah tantangan yang harus dipikirkan bersama oleh pemangku  kebijakan, demi kelancaran beroperasinya RPH yang ber­lo­kasi di Jalan Panglima Polem, Payobasung.

Baca Juga : Pantauan Perkembangan Virus Corona di Sumbar: Positif 169, Sembuh 162, dan Meninggal Dunia 4 Orang

Prof. Sevindrajuta, H. Nursyirwan dan Adi Surya meminta, Satuan Kerja Pe­rang­kat Daerah (SKPD) terkait untuk me­la­kukan pembinaan terhadap petani peternak di Payakumbuh dan kota/kabupaten lainnya, agar meningkatkan produksi peternakan. “Malahan kalau petani peter­nak di Payakumbuh sudah mendapat bimbingan teknis dari SKPD terkait, Bank Nagari siap memberikan kredit untuk peternak,” tambah Kacab Bank Nagari, Zainal Efendi.

Sevintrajuta yang juga Dekan Fakultas Pertanian Muhammadyah Sumbar, mem­per­tanyakan, apakah dengan target pe­mo­tongan hewan yang besar itu, pemerintah siap memback-up ternak yang akan di­po­tong. “Seharusnya SKPD terkait mendorong warga dan pengusaha ternak untuk beternak secara profesional. So­sia­lisasi perlu di­pergencar, agar RPH tidak keteter, begitu operasional ditingkatkan. Karena sektor hulunya jika tak terurus, akan bermasalah sampai hilirnya,” tegas Sevindrajuta.

Baca Juga : Safari Ramadan, Gubernur: Yang Menguatkan Iman dan Adab adalah Alquran

Menyikapi jaminan  ketersediaan  ternak itu, Efrizal dan Betri Yetti dari Dinas Peternakan Payakumbuh, sudah punya solusi untuk menyediakan ternak di­mak­sud. Di antaranya merangkul investor untuk membuka usaha peternakan di kota ini. Kemudian mendorong warga masyarakat untuk beternak dengan bimbingan teknis dari instansinya.

Banyak juga peserta FGD yang mem­per­tanyakan kesiapan pengelola RPH untuk memasarkan daging yang aman, sehat, utuh dan halal (ASUH) . Ada juga mem­per­tanyakan usaha  untuk pemberian  kredit lewat Bank Nagari. Sebab keberdaan UPTD dimaksud diyakini akan mem­berikan dampak yang luas kepada pening­katan ekonomi masyarakat payakumbuh dan tetangganya Limapuluh Kota. (h/zkf)

Baca Juga : Bantu Korban Bencana di Sulbar, Pemprov Sumbar Kembali Gelontorkan Dana Rp241 Juta

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]