Cegah Kelompok Teror dengan Deteksi Dini


Sabtu, 24 Desember 2016 - 01:54:15 WIB
Cegah Kelompok Teror dengan Deteksi Dini

PADANG, HALUAN — Ketua Komisi I DPRD Sum­bar, Aristo Mu­nandar mengatakan, keberadaan ke­lom­pok teroris bisa me­lemahkan bangsa dan bertentangan dengan pancasila. Karena itu, semua elemen masyarakat harus berperan serta mencegah berkembangnya kelompok teror di ranah minang. Salah satu yang bisa dilakukan adalah melakukan deteksi dini atas kehadiran kelompok-kelompok yang berpotensi melakukan teror dan meresahkan masyarakat tersebut.

Deteksi dini ini, lanjut Aristo sangatlah membutuhkan peran semua pihak. Mulai dari aparat keamanan, tokoh masyarakat hingga masyarakat itu sendiri. “Salah satu yang bisa dilakukan misalnya setiap RT atau

Baca Juga : Temui Mantan Wawako Padang Yusman Kasim, Hendri Septa Bicarakan Hal Ini

RW secara tegas menerapkan aturan tamu harus lapor 1x24 jam saat berkunjung atau masuk ke suatu daerah,” ujar Aristo saat ditemui di ruangannya, Kamis(22/12) siang.

Kemudian masyarakat di­min­ta untuk meningkatkan kewaspa­daan. Jika diketahui ada aktivitas yang mencurigakan di lingkungan mereka, itu  diminta untuk di­laporkan.

Baca Juga : Bekas Atom Center Padang Disulap jadi Penampungan Anak Yatim

“Semua kita harus terlibat menjaga keamanan dan stabilitas di tengah masyarakat. Jangan kita hanya mengandalkan pemerintah atau aparat. Aparat juga terbatas personilnya,” ucap anggota DPRD Sumbar dari Fraksi Golkar tersebut.

Lebih lanjut, untuk aparat berwenang diminta ia meng­himbau agar menggencarkan sosialisasi. Salah satunya bisa dalam bentuk memberitahukan pada masyarakat untuk andil mengawasi setiap orang tak dike­nal yang keluar masuk ke daerah mereka. Kemudian sosialiasi aparat kepolisian bisa juga dilaku­kan dengan cara menginfor­masi­kan siapa-siapa saja yang masuk ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Informasi tentang DPO ini penting juga untuk diketahui masyarakat, karena DPO rentan terlibat dalam kelompok atau jaringan yang meresahkan.

Tak hanya itu, aparat juga diminta untuk lebih memperta­jam kinerja. Dengan demikian kekacauan-kekacauan yang mung­kin akan terjadi bisa diantisipasi.

Sementara itu, Anggota DPRD Sumbar yang berasal dari Dapil Payakumbuh- Kabupaten 50 Kota, Profesor Erman Mawardi mengaku sangat terkejut dengan adanya terduga teroris yang ditangkap Densus 88 di Kota Galamai itu.

“Ini sungguh tak disangka. Jika memang benar, sangat di­sayangkan sekali sampai ada orang kita yang terlibat dengan kelompok teror,” kata Erman.

Disebut Erman, apa yang terjadi di Kota Payakumbuh ini mesti dijadikan pelajaran oleh semua pihak. Masyarakat harus menyadari, dengan pesatnya  perkembangan zaman, secara idiologis paham-paham radikal atau bertentangan dengan pan­casila sangat mudah masuk dan mempengaruhi fikiran. Agar anak kemenakan terhindar dari ke­lompok yang menyimpang ter­sebut peran lingkungan sangatlah dibutuhkan.

“Tak cukup dengan lingku­ngan keluarga inti saja, mamak, tempat pendidikan formal, dan masyarakat harus andil mencegah orang sekitarnya dimasuki paham atau pemikiran yang tak benar,” pungkas Erman Mawardi. (h/len)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]