HERANOF PIMPIN PWI SUMBAR

Tedjo: Wartawan Harus Punya Kompetensi


Selasa, 27 Desember 2016 - 01:20:16 WIB
Tedjo: Wartawan Harus Punya Kompetensi

PADANG, HALUAN —He­ra­nof Firdaus terpilih men­jadi Ketua Persatuan War­tawan Indonesia (PWI) Su­matra Barat periode 2016-2021 dalam konferensi pro­vinsi (Konferprov) PWI di Audi­torium Gubernuran, Senin (26/12).  Heranof berha­sil me­ng­ungguli Sukri Umar de­ngan mengantongi 102 suara.

Dalam pemaparan visi sebelum pemilihan, Heranof yang bertugas sebagai Kepala Seksi Programa 1 di RRI Padang ber­komitmen menjadikan PWI seba­gai organisasi yang akan men­ciptakan wartawan professional serta kompeten.

Sebelumnya, Ketua Bidang Organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sasongko Tedjo mengatakan, hingga saat ini ma­sih tiga organisasi kewartawanan yang diakui di Dewan Pers, yakni PWI, AJI dan IJTI. Untuk itu organisasi kewartawanan harus mampu mengayomi dan mewa­dahi para anggota untuk berkarya, berkontribusi di dunia jurnalistik dan memberikan sumbangsih terhadap pembangunan daerah.

PWI kata Sasongko, merupa­kan salah satu organisasi profesi yang menjunjung tinggi profesi wartawan dengan kode etik dan PD/PRT. Dengan adanya  konfe­rensi PWI, ketua terpilih nantinya diharapkan mampu membawa PWI semakin baik dan berkon­tribusi. “Ketua yang baru terpilih nantinya harus dapat mengayomi anggotanya menjadi jurnalis yang profesional,” katanya. 

PWI Sumbar dari 34 Provinsi yang masuk dalam pemetaan kapasitas mendapat nilai rapor hijau yang berarti baik. “Sumbar masuk kategori baik dalam peme­taan yang dilakukan PWI Pusat,” ujarnya.

Selain itu, ia juga me­nying­gung terkait profesionalitas jurna­lis, bahwa setiap yang menja­lankan profesi wartawan mesti memiliki sertifikasi penunjang, seperti uji Kompetensi Wartawan (UKW).  Dari lebih 12.000 ang­gota PWI se Indonesia baru 6.600 wartawan yang bernaung di PWI memiliki sertifikat kompetensi, termasuk Sumbar.

Ia menambahkan, bahwa pada tahun 2017 nanti, Dewan Pers akan menerapkan peraturan pena­t­aan pers, sehingga hanya warta­wan yang memiliki sertifikasi yang dapat menjalankan profesi wartawan.

“Adanya sertifikasi kepada wartawan, sehingga profesi warta­wan tidak semua orang dapat menjalankannya. Jadi, masyarakat tidak berpandangan sinis lagi kepada profesi wartawan,” tuturnya.

Masyarakat berpandangan sinis katanya, karena banyak orang yang mengaku berprofesi wartawan, namun tidak ada surat kabarnya. Sehingga, adanya ser­tifikasi ini masyarakat tidak berpikir seperti itu lagi.  “Untuk itu PWI terus berupaya menga­dakan pelatihan untuk wartawan sehingga mendapatkan sertifikasi ini,” tukasnya.

Gubernur Sumbar, Irwan Pra­yitno mengatakan, kemajuan seorang wartawan terlihat dari profesionalitasnya dalam bekerja untuk pembangunan Sumbar. “Kita Pemprov Sumbar selalu mendukung wartawan yang ada di Sumbar untuk meningkatkan dirinya agar menjadi wartawan yang berkualitas dan profe­sio­nal,” ujarnya.

Profesionalitas wartawan ini lanjut Irwan,  merupakan harapan dari PWI karena setiap wartawan yang berprofesi sebagai wartawan mesti memiliki sertifikasi uji kompetensi. Sehingga pembe­ritaan di media dapat diper­tanggungjawabkan.

Terkait pemilihan Ketua PWI Sumbar, Gubernur berharap pe­ngu­rus PWI yang baru dapat bekerjasama dengan para mitra untuk membangun komunikasi, serta dapat meningkatkan profe­sionalitas dan kualitas wartawan Sumbar ke depan.

Sementara itu Ketua PWI Sumbar Periode 2011-2016, Basril Basyar, berharap kepe­ngurusan PWI Sumbar yang baru dapat lebih baik. Sebab dari penilaian PWI Pusat dari tiga kriteria ditetapkan PWI Pusat ada hijau, kuning dan merah.  PWI Sumbar masuk kriteria hijau yaitu baik. “Kita mesti pertahankan ini bahkan jika dapat lebih baik lagi,” pungkasnya. (h/isr)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]