2016, Tercatat 56 Kasus Pertanahan di Pasbar


Jumat, 30 Desember 2016 - 01:19:44 WIB

PASBAR, HALUAN — Kabupaten Pasaman Barat merupakan salah satu daerah yang konflik perta­na­hannya cukup tinggi. Sepanjang tahun 2016 saja tercatat konflik tanah lebih dari 56 kasus.

Konflik tanah di daerah penghasil sawit itu cukup kom­plek. Antara lain konflik lahan masyarakat dengan perusahaan. Konflik batas wilayah atau ulayat, konflik lahan atas aset Pemkab salah satu contoh ma­salah tanah yakni, eks BBI Sukomananti milik Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang saat ini sedang dalam proses perdata di Pengadilan Negeri Pasbar. Konflik lahan masya­rakat dengan kawasan hutan, konflik lahan terkait penerbitan Hak Guna Usaha (HGU), kon­flik lahan masyarakat dengan masyarakat dan konflik penga­daan tanah untuk kepentingan umum.

Menurut Badan  Pertanahan Nasional (BPN) Pasaman Barat Markarios, beberapa waktu lalu menjelaskan, konflik tanah terjadi biasanya karena tidak ditemukannya kesepakatan atau adanya perbedaan antara gene­rasi seperti antara mamak de­ngan kemenakan. Serta adanya berbagai macam kepentingan.

“Di perusahaan itu yang sering terjadi. Kita mencatat sepanjang tahun ini HGU yang sudah diperpanjang di Pasbar mencapai 38,” papar Markarios.

Proses HGU ini sesuai de­ngan UU Agraria Nomor 23 tahun 2014 pasal 12 ayat 2 huruf D mengamanatkan bahwa pelayanan bidang pertanahan merupakan urusan wajib yang menjadi kewenangan peme­rintah daerah kabupaten/kota.

“Untuk upaya penyelesaian konflik-konflik pertanahan yang ada, pemerintah daerah membentuk tim fasilitator pe­nye­lesaian konflik pertanahan setiap tahun,” katanya lagi.

Contoh kasus konflik per­tanahan di Pasbar, tuntutan plasma masyarakat Aia Gadang terhadap PT Anam Koto. Seng­keta lahan antara masyarakat Mangganang dengan PT Anam Koto, tuntutan masyarakat Silambau Lubuak Saruang Ki­nali terhadap PT Perkebunan Nusantara VI. Sengketa penye­rahan lahan antara kelompok tani semangat baru dengan PT Primata Mulia Jaya KUD Da­mai Sejahtera Kinali. Sengketa lahan Hutan Tanaman Rakyat (HTR) di Kecamatan Sungai Beremas. Sengketa lahan ke­lom­pok tani budi daya rotan dengan PT Permata Hijau Pasa­man. Sengketa lahan Hak Guna Usaha (HGU) PT. Laras Inter Nusa dengan masyarakat Koto Gadang Jaya. Tuntutan Plasma KUD Sungai Aur dengan PT Bakri Pasaman Plantation.

Bupati Pasaman Barat, Sya­hiran dalam satu kesempatan mengatakan jumlah konflik pertanahan yang disampaikan ke Pemerintah Daerah Pasbar tahun 2016 lebih 56 kasus. Sebagian telah difasilitasi secara maraton oleh tim fasilitasi penyelesaian konflik perta­nahan di Pasbar melalui SK bupati Pasbar  nomor 118.45/073/Bup-Pasbar/ 2016.

“Kadang Pemkab juga dibu­at bingung dengan urusan sengketa tanah. Kita kira peru­sahaan itu sudah habis HGU nya, ternyata sudah diper­pan­jang dan itu dibenarkan oleh BPN. Sesuai dengan UU nomor 23 tahun 2014 daerah ditunjuk untuk menyelesaikan sengketa tanah  yang terjadi. Kenyataan yang terjadi kita tidak tahu bahwa HGU sudah diper­pan­jang,” urai Syahiran.

Syahiran berharap jika uru­san pertanahan diserahkan ke daerah, maka harus diserahkan sepenuhnya. Karena bagai­manapun daerah punya tang­gungjawab besar dalam penye­lesaian sengketa yang terjadi.

“Tapi bagaimanapun kita minta dukungan agar pemangku adat, niniak mamak berperan aktif dalam penyelesaian masa­lah tanah ulayat adat yang terjadi di Pasbar,” harap Sya­hiran. (h/ows)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 09 November 2016 - 15:29:45 WIB

    Tahun 2016, Sumbar Tidak Ada Mengusulkan Nama Pahlawan

    Tahun 2016, Sumbar Tidak Ada Mengusulkan Nama Pahlawan PADANG, HALUAN -- Pemprov Sumbar melalui Dinas Sosial (Dinsos) memastikan tidak ada usulan nama pahlawan tahun ini. Empat nama pahlwan yang diajukan Kabupaten Agam dan Kota Pariaman baru akan diproses dan diajukan tahun 2017 .
  • Jumat, 14 Oktober 2016 - 01:27:43 WIB

    HPS 2016, Bukittinggi Bertabur Juaras

    HPS 2016, Bukittinggi Bertabur Juaras BUKITTINGGI, HALUAN — Kota Bukittinggi berhasil menyabet sejumlah prestasi dan penghargaan pada berbagai lomba yang digelar Dinas Per­tanian Sumbar sekaitan Hari Pangan Sedunia (HPS) 2016 di Kota Solok. Sedikitnya, kon­t.
  • Kamis, 04 Agustus 2016 - 04:49:00 WIB

    Jelang TdS 2016, Hotel Masih Sepi Pengunjung

    Jelang TdS 2016, Hotel Masih Sepi Pengunjung LIMAPULUH KOTA, HALUAN—Tiga hotel di Limapuluh Kota berlokasi di pinggiran kota, masing-masing di Taeh Bukit, Lubuak Batingkok dan Tanjung Pati, sepi pengunjung..
  • Jumat, 13 Mei 2016 - 16:12:43 WIB

    Januari – April 2016, Tercatat 86 Kasus Kecelakaan di Bukittinggi

    BUKITTINGGI, HALUAN -- Angka kecelakaan lalu lintas di Bukittinggi masih tergolong tinggi. Dari Januari hingga akhir April kemarin, sedikitnya tercatat 86 kasus kecelakaan yang menyebabkan 21 nyawa melayang, 21 lainnya luka .
  • Kamis, 10 Desember 2015 - 03:07:36 WIB

    Februari 2016, “Mak Itam” Kembali Beroperasi

    Februari 2016, “Mak Itam” Kembali Beroperasi SAWAHLUNTO, HALUAN — Dua tahun berjuang, kegigihan Walikota Sawahlunto Ali Yusuf dalam melobi pemerintah pusat, kementerian maupun pihak PT. Kereta Api Indonesia (KAI) untuk perbaikan lokomotif uap ‘Mak Itam’, akhirnya .

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]