Agama dan Ulama Dilecehkan, Aktivis Islam Sumbar Marah!


Sabtu, 21 Januari 2017 - 22:31:51 WIB
Agama dan Ulama Dilecehkan, Aktivis Islam Sumbar Marah! Ilustrasi

PADANG, HALUAN - Belasan organisasi kepemudaan dan puluhan aktivis islam menyuarakan keprihatinan terkait banyaknya preassure terhadap umat islam, khususnya terhadap para ulama. Kondisi demikian dianggap tak bisa dibiarkan, dan harus diperbaiki. Mereka marah dengan kelompok-kelompok yang secara sengaja dan seakan terstruktur melakukan pelecehan terhadap islam dan ulama.

 

Perwakilan OKP yang hadir berasal dari Gerakan Pemuda Al Washliyah, Ikatan Sarjana dan Pelajar Al Washliyah, Himpunan Mahasiswa Al Washliyah, Gerakan Pemuda Ka'bah, Pemuda Panca Marga, Badko HMI Sumbar, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Padang, KAMMI, As Salam, BM MPW PP, Forum Pemuda Sumbar, Angkatan Muda Ka'bah dan GMPI. 

 

Hasil pertemuan, didapat tiga poin kesepakatan yang akan dijalankan. Poin pertama, menolak polititasi agama. Keduanya, menolak kriminalisasi terhadap ulama. Terakhir, menolak menyebarnya paham komunisme di tengah masyarakat. “Kesepakatan itu akan dijalankan dan diperjuangkan,” Ketua Ketua PW Al washliyah Sumbar, Nurkhalis yang jadi inisiatior berkumpulnya puluhan aktivis islam di Rumah Makan Bernama, Sabtu (21/1) sore.

 

Bagi para aktivis, menjaga agama merupakan komitmen yang tak bisa ditawar-tawar. "Kondisi saat ini sudah sampai ditingkat mengkhawatirkan. Pelecehan terhadap islam dan ulama seperti terjadi secara sistematis dan terukur. Seakan ada yang tak senang dengan umat islam. Semuanya tak bisa dibiarkan. Pemuda Sumbar, khususnya aktivis islam mesti bergerak," terang

 

Tokoh Gerakan Pemuda Ka'bah Sumbar Maidestal Hari Mahesa menyebut, pemuda Sumbar sudah seharusnya bersikap dan tidak diam dengan kondisi yang terjadi. Menurutnya, eksistensi pemuda penting dalam menjaga agamanya. “Jika ingin tahu seperti apa islam di masa depan, lihat pemuda zaman sekarang. Jika pemudanya konsisten menjaga agamanya, itu berarti islam di masa depan akan baik. Tapi jika tidak, tunggu saja kondisi terburuk. Pemuda mesti bergerak. Harus turun tangan. Jangan hanya diam,” sebut Esa.

 

Pemuda Minang, menurut Esa berkewajiban menjaga agamanya. "Pemuda ranah Minang yang menjunjung falsafah adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah, sudah semestinya bersikap dengan kondisi kekinian. Jangan biarkan agama dan ulama disudutkan <--pagebreak> di republik ini. Menyakiti ulama, sama saja meyakini umat. Semua umat islam tersakiti dengan upaya-upaya tersebut," kata Maidestal.

 

Dijelaskan Esa, sikap membela agama bukanlah bertujuan merusak tatanan toleransi antar umat. Namun, pembelaan tersebut menjadi bagian dalam menjaga kebhinekaan dan keberagaman. "Apa yang dilakukan jangan dipandang sebagai upaya merongrong kebhinekaan. Tidak ada maksud ke sana. Kewajiban bagi kami menjaga agama dari upaya pelemahan. Sesungguhnya, upaya merongrong islam itulah yang merusak kebhinekaan ," tegas Esa.

 

Ke depan, pemuda Sumbar yang ikut berembuk, akan melakukan aksi nyata.





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM