KJA Danau Maninjau Berhenti Beroperasi, Ikan Nila Mulai Langka


Senin, 06 Februari 2017 - 10:24:51 WIB
KJA Danau Maninjau Berhenti Beroperasi, Ikan Nila Mulai Langka Dokumentasi Haluan

KJA Danau Maninjau Berhenti Beroperasi, Ikan Nila Mulai Langka

 

Baca Juga : Percantik Ibu Kota, DLH Agam Sediakan Ribuan Bibit Tanaman Hias dan Pohon Pelindung

AGAM, HALUAN- Ikan Keramba Jaring Apung (KJA) dari Danau Maninjau mulai langka atau sulit ditemukan di pasaran, terutama di Pasar Lubuk Basung. Hal tersebut mulai dirasakan oleh warga beberapa waktu terakhir.


Akibat berhentinya produksi ikan keramba di Maninjau juga mengakibatkan kegamangan dari sektor perekonomian seperti rumah makan. Harga ikan pun naik dari biasa. Ketika ikan KJA masih tersedia seperti biasa, harga ikan nila Rp25 ribu per kilo. Kini harga ikan kolam, jenis nila Rp30 ribu per kilonya.

Baca Juga : Pasokan Berlimpah, Harga Cabai Merah Keriting Turun


Salah Seorang, pedagang kedai nasi, Danau Indah Lubuk Basung, Wati  Minggu (5/1) mengatakan, beberapa waktu terakhir, memang sangat sulit mendapatkan ikan nila, apalagi sejak keramba di Maninjau sudah tidak beroperasi.
 

Dikatakannya, kalau dicari dipasaran sudah sangat sulit ditemukan, oleh sebab itu ia sekarang harus berpesan kepada agen. Namun jumlah ikan yang didapat juga jauh sedikit. Dulu dia bisa dapat 10 kilogram dalam satu hari, sekarang agen hanya bisa memberikan tiga kilo namun harganya juga mahal.
 

Baca Juga : Zigo Rolanda: Izin RS Pratama Solsel Belum Keluar, Tenaga Medis Harus Dikembalikan ke Tempat Asal

" Saya tidak tahu persis sekarang agen mendapatkan ikan dari mana, katanya ada dari pariaman, kemudian hulu banda Lubuk Basung.  Keadaan memang sulit pak, untuk dagangan kami terpaksa memperbanyak menu yang berbahan baku bukan dari ikan air tawar. Padahal ikan bakar nila merupakan menu unggalan di rumah makan kami," jelas Wati
 

Sementara itu Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Ermanto mengatakan, pemerintah sudah berkomitmen dalam pengurangan KJA di Danau Maninjau sampai jumlahnya menjadi ideal. Namun bukan mematikan seluruh keramba yang ada.

Baca Juga : Zigo Rolanda Sebut RS Pratama Solsel Belum Layak Beroperasi


" Kondisi air danau dalam waktu belakangan tidak memungkinkan bahkan berwana hijau.  Oleh sebab itu pembudidaya tidak ada yang berani menebar benih. Penyelamatan danau dilakikan Pengurangan keramba dari belasan ribu bisa mencapai 6 ribu saja, pengurangan tersebut bertujuan untuk penyelamatan danau vulkanik tersebut" jelasnya. (h/yat).

 

 

Editor : Rivo Septi Andries

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]