AAIS Siap Kawal Sumbar dari Anasir Komunis


Rabu, 08 Februari 2017 - 09:40:57 WIB
AAIS Siap Kawal Sumbar dari Anasir Komunis

PADANG, HALUAN—Akhir-akhir ini masyarakat disajikan dengan beragam munculnya isu-isu di tingkat nasional seperti paham radikal komunis, pelecehan ulama, dan agama. Hal tersebut juga membuat resah masyarakat, termasuk di Sumatera Barat.

Hal ini disampaikan oleh Aliansi Aktivis Islam Sumbar (AAIS) saat mengadakan pertemuan di Gedung KNPI Sumbar, di GOR \Agus Salim, Padang, Selasa (7/2). Dalam pertemuan tersebut, AASI menyampaikan pernyataan bahwa sumatera barat yang dikenal damai harus tetap waspada menanggapi pergerakan dari isu-isu yang berkembang.

Baca Juga : Gandeng ACT, Pemprov Sumbar Kirim Ribuan Ton Bantuan Pangan ke Sulbar dan Kalsel

Terdapat sejumlah poin yang dilahirkan dari diskusi oleh sejumlah tokoh dan pemuda dari 17 organisasi di Sumbar yang tergabung dalam aliansi tersebut, diantaranya adalah komunis dan penista agama. “Ada beberapa poin peryataan yang kami hasilkan, ini kami buat karena menanggapi atau, merespon adanya isu yang saat ini beredar yakni bangkitnya Partai Komunis Indonesia (PKI). Kami mengawal Sumbar dari anasir-anasir komunis, NKRI harga mati, sejalan dengan ABS-SBK,” terang Direktur Eksekutif Aliansi Aktivis Islam Sumbar, Muhammad Djamil.

Ia menambahkan, maraknya isu komunis di media sosial juga menjadi perhatian serius AAIS. Hal tersebut dapat dilihat dari ditemukannya keyword yang bisa dicari di Facebook tentang paham komunis. Dijelaskannya, AASI mendasak Majelis Ulama Indonesia (MUI) ikut turun menanggapi masalah komunis. Karena menurutnya MUI bisa mengeluarkan fatwa tentang bahaya paham tersebut. “Kami mendesak MUI keluarkan fatwa haram bagi ormas dan organisasi politik yang berpaham komunis. Kami meminta polisi dan TNI menyelidiki organisasi masyarakat dan organisasi politik yang berbau komunis,” terangnya.

Baca Juga : Jabatan IP Segera Berakhir, Kemendagri Belum Tetapkan Pjs Gubernur Sumbar

Menurutnya, selain dengan fatwa untuk mengantisipasi beredarnya paham komunis di media sosial pihak Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) juga punya peran penting dalam melakukan pemblokiran. Dengan diblokirnya situs-situs berpaham komunis bisa menekan berkembangnya paham radikal.

Terkait tentang kasus pelecehan ulama serta penistaan agama yang saat ini banyak beredar di sejumlah pemberitaan. AAIS meminta penegak hukum segera mengadili pelaku. “AAIS meminta penista agama diadili, dan jika penegak hukum tidak mampu maka  siap untuk Jihad Fisabilillah. Dan satu kata untuk penista agama gantung,” tegasnya.

Baca Juga : Jabatan Gubernur Sumbar Berakhir 12 Februari 2021

Tak hanya itu, AAIS menyatakan akan siap berada di garis terdepan membela ulama. Serta menolak adanya upaya sertifikasi ulama di Sumatera Barat.  “Kami siap bela ulama, kami menolak sertifikasi ulama di sumatera barat. Dan kami menghimbau seluruh elemen masyarakat sumbar bersatu merapatkan barisan. Cegah kelompok-kelompok yang memecah NKRI. Karena NKRI harga mati,” tuturnya. (h/rvo)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]