70 TKA Beredar di Pasaman Barat


Selasa, 14 Februari 2017 - 10:12:33 WIB
70 TKA Beredar di Pasaman Barat ilustrasi

PASBAR, HALUAN - Setelah dibukanya kran Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) Tenaga Kerja Asing (TKA) banyak berkeliaran di perusahaan-perusahaan, terutama perusahaan sawit. Di Kabupaten Pasaman Barat sendiri tenaga kerja asing tercatat sebanyak 70 orang.

Data tersebut sudah ada di Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Pasaman Barat. Sekretaris Daerah Pasbar Manus Handri, Senin (13/2) menyampaikan, Tenaga Kerja Asing (TKA) tidak bisa dilarang masuk setelah disepakatinya MEA oleh Indonesia.

"Tenaga kerja ini ada dua, tenaga kerja lokal dan tenaga kerja ASEAN. Yang tenaga lokal ini akan mudah kita awasi dan jumlahnya cukup banyak juga. Namun, tenaga kerja lokal tidak menimbulkan paradigma apapun. Tetapi, tenaga kerja ASEAN menimbulkan polemik bagi kita,"ucap Manus Handri.

Pasalnya, lanjut Manus Handri TKA ini masuk tanpa diketahui oleh pemerintah setempat. Dari hasil penelusuran imigrasi beberapa waktu lalu terbukti ditemukan satu orang TKA di salah satu perusahaan sawit di Pasbar.

"Itu salah satu buktinya bahwa TKA ada di daerah kita," kata Manus Handri.

Pihaknya saat ini sudah warning sebanyak 18 perusahaan sawit di Pasbar agar terbuka terhadap Pemda setempat terkait dengan TKA. Karena perusahaan memiliki tanggung jawab untuk melaporkan kepada Pemda bahwa di tempatnya ada TKA.

"Memang izin TKA ini bukan sama Pemda. Hanya saja kita sebagai Pemda perlu tahu dimana saja ada TKA. Untuk itu, kita ingatkan perusahaan sawit yang ada di Pasbar agar open terhadap TKA ini,"tandas Manus Handri.

Sementara itu, menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumbar Nasrizal TKA memang sulit di lacak jika perusahaan tidak terbuka. Tetapi, bukan tidak mungkin bisa di lacak jika perusahaan masih saja menyembunyikan TKA tersebut.

"Memang data TKA ini kadang membingungkan karena dari paspor mereka tidak untuk bekerja di daerah kita. Ternyata mereka melakukan pekerjaan terutama di daerah yang banyak perusahaan sawitnya seperti Pasbar, Dharmasraya, Pessel," pungkas Nasrizal.

Kemudian izin TKA sendiri itu diberikan oleh kementerian tenaga kerja dan perpanjangannya juga di pusat. Namun, perusahaan wajib melaporkan kepada Pemda jika ada TKA yang dipekerjakan.

"Jika ada TKA yang dipekerjakan perusahaan, perusahaan wajib melaporkan kepada Pemda. Jika tidak Pemda berhak memberikan sanksi. Di Sumbar sendiri, saat ini TKA hanya tercatat 51 orang. Jika kita lacak bisa saja lebih seperti apa yang disampaikan oleh Pasbar," tutup Nasrizal mengakhiri. (h/ows)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]