PASCA WISUDAWAN MAGISTER TERBAIK

Arief Malinmudo Kunjungan Kebudayaan, Bertemu Dato’ Tan Sri Rais Yatim


Jumat, 24 Februari 2017 - 00:04:41 WIB
Arief Malinmudo Kunjungan Kebudayaan, Bertemu Dato’ Tan Sri Rais Yatim Arief Malinmudo menerima buku dari Dato’ Tan Sri Rais Yatim. IST

PASCA WISUDAWAN MAGISTER TERBAIK

Arief Malinmudo Kunjungan Kebudayaan, Bertemu Dato Tan Sri Rais Yatim

 

Baca Juga : Mantap! Mahasiswa PNP Juarai Debat Tingkat Politeknik se-Indonesia dalam NPEO

 

SABTU ,  18 Februari 2017 menjadi hari yang besejarah bagi sutradara muda Indonesia kelahiran Bukittinggi ini. Muhammad Arief  dinobatkan sebagai wisudawan terbaik dengan predikat cumlaude saat menamatkan studi S2 pada program Pascasarjana Institut Seni Indonesia (Surakarta) dengan fokus program Penciptaan Film.
Predikat tersebut merupakan sebuah amanah. Kerena menyandang gelar Magister/Master bukan hal sederhana. “Kedepan saya harus bisa aplikasikan dan share ilmu yang saya punya baik di ranah akademik dan maupun berkarya untuk masyarakat luas,”  kata sutradara yang saat ini kenal sebagai Arief Malinmudo kepada Haluan.
Arief merasa sudah saatnya menjadikan ilmu sebagai jembatan untuk merajut kembali ranah-ranah kebudayaan yang sudah lama "tertidur" atau dalam rangka memperkuat yang sudah ada.
Tak menunggu lama setelah wisuda, Arief melangsungkan lawatan ke Malaysia untuk menghadiri beberapa silaturahmi kebudayaan.  Selasa,  21 Februari,  Arief bertemu dengan salah satu aktor senior film Malaysia, Dato’ Ahmad Tamimi Siregar  dan mengucapkan terima kasih atas partisipasi beliau sebagai salah satu aktor dalam film "Surau dan Silek" yang akan dirilis di bioskop 27 April 2017. "Bertemu dengan tokoh perfilman serumpun Melayu bagi saya sangat menginspirasi, apalagi beliau sudah lama di dunia perfilaman, dan kebetulan saya sedang mengangkat tema Minangkabau sebagai salah satu rumpun Melayu. Jadi saya banyak belajar dari diskusi dengan beliau" kata Arief.
Pada tanggal 22 Februari Arief telah diagendakan menghadiri pertemuan dengan Dato’ Tan Sri Rais Yatim, mantan Menteri Kebudayaan, Seni dan Warisan yang saat ini beliau  menjadi salah satu penasihat pemerintahan Malaysia dan juga Ketua dari YIRMI (Yayasan Ikatan Rakyat Indonesia Malaysia).

Dalam diskusi tersebut turut hadir produser film Surau dan Silek, Dendi Reynando dan Emil Bias, serta sekjen YIRMI Dirwan Darwis, juga aktor Ahmad Tamimi.

Dalam diskusi tersebut Tan Sri Rais Yatim banyak memberikan arahan akan pentingnya untuk kembali melihat budaya sebagai suatu kearifan lokal yang harus diperhatikan. Dalam  sambutannya Dr.Rais Yatim juga menyampaikan apresiasi pada film "Surau dan Silek" sebagai sebuah karya film dengan konteks dan tema asli Minangkabau yang akan rilis untuk masyarakat Indonesia. Beliau juga berharap juga bisa premiere di Malaysia.
Ketika ditanya soal rilis di Malaysia, Arief mengatakan , "Sebagai Sutradara saya tentu ingin film ini ditonton dan bermanfaat bagi orang banyak, namun soal rilis itu sepenuhnya domain produser. Segala kemungkinan ada dan semoga dimudahkan Allah," sambung Arief yang dikenal dengan kutipan positifnya  "musim selalu baik" ini.* (h/dn)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]