Nelayan Padang Takut Melaut


Kamis, 09 Maret 2017 - 12:55:28 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Nelayan Padang Takut Melaut Aksi demo nelayan tahun lalu di kantor gubernur yang dipicu pembatasan ruang gerak kapal nelayan dengan bobot 30 GT. Kini hal serupa kembali diberlakukan

PADANG,HALUAN — Nelayan Sumbar mengeluh lagi. Aturan terkait tonase kapal di atas 30 GT ternyata belum sepenuhnya berpihak ke nelayan sehingga mereka takut melaut. Terkait perizinan untuk melaut, mereka merasa hal itu memberatkan bagi nelayan.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Kota Padang mengatakan, memang pemilik kapal bagan di atas 30 GT sudah diperbolehkan melaut terkait dalam Peraturan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 71 tahun 2016. Namun operasional kapal bagan diatas 30 GT ini hanya diperbolehkan sampai tanggal 6 Maret.

“Meskipun sudah diperbolehkan melaut hingga 6 Maret 2017. Namun nyatanya, tiga hari yang lalu dua kapal diatas 30 GT ditangkap saat melaut karena belum mengantongi izin,”ujar Zalbadri saat ditemui Haluan di Kantornya.

Zalbadri menjelaskan, bukan karena cuaca saja nelayan takut melaut saat ini. Namun takut ditangkap karena tidak mempunyai izin. Contohnya, saat ini sudah ada dua kapal yang ditangkap yang berada di Bungus akibat belum adanya izin.

Lebih lanjut Zalbadri mengatakan, ada beberapa hal dalam pembuatan izin yang dirasakan sangat memberatkan pemilik bagan. Pertama, terkait alat tangkap yang digunakan harus dirubah. Saat ini rata-rata nelayan menggunakan jaring berukuran 4mm, sedangkan untuk mendapatkan izin jaring yang digunakan berukuran sekitar 2,5inchi. Hal ini dirasakan, akan mengurangi jumlah tangkapan ikan, karena ukuran jaring yang besar.

Kedua, terkait penggunaan lampu, biasanya nelayan menggunakan lampu 27 ribu watt, sedangkan di aturan harus diganti ke penggunaan 16 ribu. Zalbadri mengatakan, rata-rata nelayan masih mempergunakan penerangan lampu dalam aktivitas menangkap ikan. Dan ketiga, yang dirasakan paling memberatkan adalah terkait pajak hasil tangkapan. Pajak yang ditetapkan adalah Rp412 ribu/GT, tentunya untuk nelayan yang memiliki kapal bagan minimal 30 GT harus membayar pajak mulai dari Rp12 juta, untuk 60 GT bisa mencapai Rp25 Juta.

Pajak hasil tangkapan ini menurut Zalbadri harus dibayarkan diawal untuk mendapatkan izin. Dan berlaku untuk satu tahun. Jadi setiap tahun nelayan harus membayarkan pajak hasil tangkapan. “Para pemilik bagan bersedia membayar pajak, tetapi pajak yang ditetapkan terlalu besar. Dan harus pula dibayar diawal, sedangkan nelayan belum memperoleh hasil. Serta pembayarannya pun setiap tahun,”ucap Zalbadri.

Saat ini, di Kota Padang menurut Zalbadri ada sekitar 100 nelayan yang memiliki kapal bagan di atas 30 GT. Dan belum satu pun yang memperoleh izin dari yang diwajibkan oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan RI. Kondisinya saat ini, para pemilik bagan takut untuk melaut, karena aturan operasionalnya pun telah habis.

Zalbadri berharap agar aturan ini dapat ditinjau kembali. Sehingga nelayan diatas 30 GT tidak takut untuk melaut. Dan berharap kepada Gubenur untuk membuat Surat Edaran yang memperbolehkan kapal bagan diatas 30 GT beroperasi hingga enam bulan kedepan.

“Kami menyarankan kepada DPRD Kota Padang untuk menghubungi DPR RI untuk membicarakan permasalahan kapal bagan diatas 30 GT dengan kementrian Kelautan dan Perikanan,”ujar Zalbadri. (h/mg-mel)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 12 September 2018 - 21:59:21 WIB

    Nelayan Pakai Tenaga Surya, Taufik Hidayat Dorong Pemda Membantu

    Nelayan Pakai Tenaga Surya, Taufik Hidayat Dorong Pemda Membantu PADANG, HARIANHALUAN.COM- Anggota DPRD Sumbar, Taufik Hidayat mengapresiasi langkah kelompok pengabdian masyarakat Jurusan Tenik Elektro, Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Padang (UNP) membantu pemasangan solar sell di.
  • Ahad, 29 Juli 2018 - 12:22:17 WIB

    Nelayan Pasia Nan Tigo Peroleh Bantuan 16 Biduak

    Nelayan Pasia Nan Tigo Peroleh Bantuan 16 Biduak PADANG,HARIANHALUAN.COM-Nelayan Pasia Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, menerima 16 biduak (sampan) untuk dua kelompok nelayan, Ahad (29/7)..
  • Kamis, 02 November 2017 - 11:43:23 WIB

    Lantamal II Sosialisasi Keselamatan Pelayaran pada Nelayan

    Lantamal II Sosialisasi Keselamatan Pelayaran pada Nelayan PADANG, HARIANHALUAN.COM - Sebagai bentuk perhatian kepada masyarakat nelayan, Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) II Padang menggelar sosialisasi keselamatan kepada nelayan dan masyarakat pengguna laut wilayah kerja.
  • Rabu, 03 Mei 2017 - 01:45:09 WIB

    Nelayan Yang Hanyut di Pulau Pisang Belum Ditemukan

    PADANG, HALUAN - Sudah tiga hari Afrizal (48), warga kawasan Berok Nipah, Kecamatan Padang Barat dinyatakan hilang saat akan pulang usai memancing di kawasan Pulau Pisang Gadang, Kecamatan Padang Selatan..
  • Kamis, 29 Desember 2016 - 00:34:35 WIB

    Aturan Dianggap Merugikan, Ribuan Nelayan Sumbar Ancam Demo

    PADANG, HALUAN — Je­lang akhir tahun, nelayan Sumbar yang menggunakan bagan di atas 30 GT mulai resah. Keresahan dipicu ka­rena izin melaut mereka yang diberi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI ting­gal hitunga.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM