Sejumlah Kelompok Masyarakat Tolak Krematorium di Pecinan Padang


Senin, 20 Maret 2017 - 19:20:43 WIB

PADANG, HALUAN – Keberadaan tempat pembakaran jenazah atau lazim disebut krematorium di kawasan Pecinan Padang di di Jalan Pasar Batipuh,Padang yang dikelompok paguyuban warga dari Himpunan Bersatu Teguh (HBT) memicu protes. Warga yang berasal dari berbagai kelompok masyarakat melakukan aksi protes tersebut, Senin (20/3), di depan krematorium tersebut.

Penolakan ini juga datang dari kelompok etnis Tionghoa lainnya. kelompok etnis tionghoa lainnya yang bernama Hok Tek Tong (HTT juga menolak. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua HTT, Albert Hendra Lukman setelah aksi yang dilakukan oleh jemaah mesjid. Sebelumnya pihaknya sudah memperingatkan HBT untuk tidak melakukan krematorium di daerah pondok sejak tahun 2015 lalu.

Karena dengan adanya krematorium di lingkungan yang padat, apalagi yang mayoritas dilingkungan itu muslim takutnya dapat mengganggu ketentraman mereka. Selain itu, pihaknya juga mewanti wanti supaya kejadian di Jakarta  terkait kasus Ahok yang masih panas tidak merembes ke Kota Padang dengan kejadian krematorium tersebut.  "Jangan sampai kejadian di Jakarta terulang lagi di sini. Saya dari HTT sudah memperingatkan HBT tentang krematorium ini dan kami tidak akan bertanggung jawab," tutupnya

Dikatakannya, saat sosialisasi yang dilakukan oleh pihak HBT, kelompok HTT tidak mengikuti sosialisasi tersebut. "Pada saat sosialisasi itu hanya saya yang hadir untuk mengingatkan saudara kami di HBT agar tidak menggunakan krematorium tersebut," lanjutnya.

Ia sangat menyayangkan dengan dilakukannya krematorium oleh HBT di lokasi tersebut dan mendapat protes dari masarakat pribumi. Harapnya, mudah mudahan keragaman agama di Kota Padang selalu dapat terjaga dan rukun tanpa permasalahan apapun.

Sementara, dalam aksi penolakan itu, warga meneriakkan soal keberadaan krematorium di pemukiman padat penduduk. "Kami menolak tempat kremasi ini karena berada di lokasi padat penduduk. Tapi kalau di lokasi lain seperti di Bukit Gado-Gado atau Bungus, kami tak mempersoalkannya karena jauh dari pemukiman," kata orator aksi Anton di Rumah Duka HBT Padang, Senin (20/3).

Katanya, dulu hal itu juga pernah bermasalah dan sudah selesai. Namun sekarang dilakukan lagi pembakaran mayat, ini yang membuat pihaknya kembali mangamuk.  "Kami tidak akan melakukan negosiasi, jika pembakaran mayat tetap dilakukan di sini, kami akan membawa massa lebih banyak lagi," lanjutnya.

Sementara Tuako (Ketua) Himpunan Bersatu Teguh (HBT) Padang Andreas Sofiandi mengatakan pihaknya telah memenuhi seluruh izin dari pemerintah Kota Padang untuk mengoperasikan krematorium.

"Dahulu memang operasional krematorium tidak berjalan karena terkendala izin, namun sekarang izinnya telah lengkap kenapa masih dilarang," ujar dia mempertanyakan.

Ia menjelaskan pihaknya telah memiliki izin dari Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu satu Pintu (BPMPTSP) terkait izin gangguan serta izin dari Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Padang yang saat ini berubah menjadi Dinas Lingkungan Hidup.

"Bahkan izin operasional krematorium ini telah diberikan langsung oleh Wali Kota Padang. Bahkan, ada rekomendasi dari DPRD kepada Pemko makanya kami beroperasi," lanjutnya.

Menurutnya tempat yang didirikannya itu tidak mengandung limbah, asap ataupun mengganggu ketertiban. "Dalam kepercayaan agama kami, pembakaran ini dilakukan setiap ada anggota keluarga kami yang meninggal dunia, jadi pembakaran ini sudah menjadi hak kami," lanjutnya.

Dengan begitu pihaknya tidak akan menghentikan pembakaran tersebut dengan alasan mereka sudah mengantongi izin.  (h/mg-ina)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]