Hari Ini, KPU Jawab Gugatan W-Fi


Selasa, 21 Maret 2017 - 10:26:37 WIB
Reporter : Tim Redaksi

PAYAKUMBUH, HALUAN – Proses persidangan sengketa hasil Pilkada Payakumbuh berlanjut hari ini, Selasa (21/3) di Mahkamah Konstitusi (MK). Agenda sidang yakninya mendengarkan jawaban dari KPU Kota Payakumbuh sebagai termohon atas gugatan yang disampaikan oleh, Suwandel Muchtar – Fitrial Bachri (W-Fi) selaku pemohon.  

Sidang yang langsung dipimpin oleh Wakil Ketua MK, Anwar Usman akan membahas 14 item dalil gugatan yang sebelumnya disampaikan oleh pengacara W-Fi, Oktavianus Rizwa dalam sidang pertama, Kamis (16/3).

Ketua KPU Kota Payakumbuh, M Khadafi mengatakan, pihaknya sudah siap untuk menjawab seluruh gugatan yang disampaikan oleh pengacara W-Fi. Seluruh bahan dan aturan selama pelaksanaan Pilkada mulai dari pendaftaran hingga perolehan hasil suara, akan menjadi fokus jawaban KPU Payakumbuh dalam persidangan pagi ini. “Kami sudah siap menjawab seluruh gugatan pengacara W-Fi. Kami bekerja sesuai aturan dipersidangan besok (hari ini-red) akan banyak memjabarkan kinerja kami yang berjalan sesuai aturan yang telah ditetapkan,” kata Khadafi, Senin (20/3).

Ia juga mengatakan sebagian materi dalil gugatan W-Fi mengarah ketidakpuasan atas penanganan Panwaslih dalam menangani laporan yang masuk. Namun, sebagian lagi diarahkan kepada KPU sebagai pelaksana Pilkada Kota Payakumbuh, 15 Februari 2017 silam. “Mayoritas dalil gugatan pihak W-Fi diarahkan ke Panwaslih. Tapi juga ada diarahkan ke KPU. Tapi semuanya sudah siap kami jawab hari ini. Bagaimana hasilnya, tunggu sampai proses persidangan selesai,” kata Khadafi.

Sementara itu, pengacara W-Fi, Oktavianus Rizwa mengatakan ada tiga fokus gugatan yang disampaikannya dalam persidangan pertama. Dimana yang terfatal adalah proses pendaftaran Pasangan Riza Falepi-Erwin Yunaz yang tidak melengkapi persyaratan. Pasalnya, Surat keterangan pailit Erwin Yunaz sampai batas waktu pendaftaran paslon di KPU tanggal 24 September 2016 belum juga masuk. Surat ini baru masuk di tanggal 4 Oktober 2016 setelah ditandatangani oleh Pengadilan Negeri/Niaga/HAM/Tipikor dan hubungan Industrial Jakarta Utara tangal 3 Oktober.  

“Ini sangat berbahaya bagi Pilkada Payakumbuh. Orang yang tidak memenuhi syarat sebagai calon, kenapa diloloskan oleh KPU. Harusnya Pilkada Payakumbuh hanya dua paslon saja, yakni Wendra Yunaldi-Ennaidi dengan Suwandel Muchtar-Fitrial Bachri. Karena itu kami ingin Pilkada Payakumbuh diulang kembali tanpa mengikutsertakan Riza Falepi-Erwin Yunaz,” Kata Oktavianus.

Kemudian, persoalan pembagian sembako di salah satu OPD dengan menggunakan APBD Kota Payakumbuh pada awal Februari 2017. Hal ini dirasa oleh Pengacara W-Fi sebagai sesuatu yang janggal karena anggaran dan program tersebut baru bisa dilaksanakan bulan April 2017. “Ini seluruhnya pelanggaran pidana. Kami ingin MK membuka mata bahwa pelaksanaan Pilkada Payakumbuh sangat cacat. Banyak pelanggaran dan aturan yang dilanggar oleh pelaksananya sendiri,” katanya. (h/ang)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM