Berada di Ibukota Provinsi, Akses ke Kampung ini Masih Sulit


Kamis, 30 Maret 2017 - 11:25:34 WIB
Berada di Ibukota Provinsi, Akses ke Kampung ini Masih Sulit Sejumlah kendaraan sangat kesulitan ketika melewati jalan dari PLTU Teluk Sirih menuju Sungai Pisang. Warga setempat berharap agar pemerintah segera memperbaiki jalan untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan ekonomi masyarakat. MELATI OKTAWINA

PADANG, HALUAN--Sebanyak 2.520 jiwa dari 420 Kepala Keluarga di Kelurahan Sungai Pisang Kecamatan Bungus Teluk Kabung harus mengalami penderitaan selama puluhan tahun, akibat akses jalan yang rusak parah.

Hal ini disampaikan oleh salah seorang tokoh masyarakat Sungai Pisang Sasti Karman. Ia menuturkan, warga Sungai Pisang sudah sekian tahun menderita, akibat infrastruktur jalan yang sudah tidak layak.

"Kami ini sudah menderita puluhan tahun. Padahal kami masih bahagian dari wilayah Kota Padang. Tapi pembangunan tidak sampai kami rasakan kesini,”ujarnya saat pertemuan dengan anggota DPD RI Emma Yohanna di Sungai Pisang, kemarin.

 Ia menjelaskan, akibat akses jalan yang rusak membuat pembangunan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat semakin lambat. Masyarakat sangat kesulitan untuk meningkatkan perekonomian, karena akses yang sulit dengan berbagai pihak dari luar.

“Permasalahan jalan merupakan kunci utama untuk melakukan berbagai pembangunan di Sungai Pisang. Jika jalan telah dapat diselesaikan, permasalahan lain akan dapat dengan mudah diselesaikan,”ujarnya.

Pantauan Haluan, kondisi jalan rusak parah dimulai dari PLTU Teluk Sirih hingga ke Sungai Pisang. Pengendara harus sangat berhati-hati ketika melewati jalan tersebut, jika lengah sedikit saja pengendara terutama sepeda motor bisa terjatuh.

Sepanjang jalan masih dipenuhi bebatuan, dan ketika ada kendaraan mobil yang beradu terpaksa salah satu harus berhenti. Karena jalan yang tidak terlalu lebar. Kondisi ini juga diperparah apabila hujan turun, jalanan akan semakin licin dan sangat berbahaya untuk dilalui. Selain itu juga ada terlihat beberapa titik longsor.

 Selain Sasti, tokoh masyarakat lain Nas mengatakan, orang tua di Sungai Pisang selalu mengalami ketakutan setiap kali hujan turun. Mereka mengkhawatirkan anaknya yang pergi bersekolah karena selain jalan yang rusak, daerah tersebut juga sangat rawan longsor.

 “Kami tidak bisa tenang kalau anak belum sampai dirumah, takut terjadi terjatuh di jalan ataupun terkena longsor,”ucapnya.

 Nas juga menuturkan, orang tua di Kelurahan Sungai Pisang pun harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit agar anaknya bisa bersekolah. Jika tidak mempunyai sepeda motor pribadi, orang tua minimal harus mengeluarkan ongkos sekitar Rp50 ribu untuk ongkos pulang pergi.

 Ongkos ojek dari PLTU Teluk Sirih Sumbar ke Sungai Pisang mencapai Rp20 ribu, tentunya untuk pulang dan pergi menghabiskan Rp40 ribu. Belum lagi ditambah dengan ongkos angkutan umum yang harus dikeluarkan untuk menuju ke sekolah.

 “Bayangkan saja, kami harus mengeluarkan biaya Rp50 ribu untuk ongkos anak kesekolah karena memang tidak ada angkutan umum yang sampai ke Sungai Pisang,”ucapnya.

Ia mengatakan, masyarakat Sungai Pisang sangat berharap agar pemerintah Kota Padang segera memperbaiki akses jalan. Pembangunan yang ada jangan hanya fokus dipusat kota, tetapi daerah pinggiran sebaliknyalah yang menjadi prioritas utama.

 Sementara itu, Lurah Teluk Kabung Selatan Sungai Pisang Nurhayati mengatakan, pihaknya sudah sering membicarakan perihal jalan ini kepada Pemerintah Kota Padang.

Namun akibat status jalan yang kewengannya berada di Provinsi Sumatera Barat, membuat pihak pemko tidak bisa berbuat banyak untuk memperbaiki jalan.

“Rabu (29/3) malam saya akan bertemu dengan Wakil Gubernur Nasrul Abit membicarakan terkait permasalahan jalan yang membuat pembangunan di Sungai Pisang lambat,”ujarnya.

 Nurhayati melanjutkan, pihaknya pun sudah bertemu dengan Balai Jalan untuk membicarakan persoalan perbaikan jalan. Namun akibat adanya persoalan pembebesan lahan yang belum selesai dari PLTU Teluk Sirih hingga ke Mandeh karena adanya hutan lindung maka untuk tahun 2017 anggaran perbaikan jalan pun telah ditarik kembali.

 “Pihak Balai Jalan tidak bisa mengaspal jalan, karena pengerjaannya yang sepaket. Tidak bisa hanya jalan dari PLTU Teluk Sirih ke Sungai Pisang yang diperbaiki. Kemungkinan akan direncanakan lagi pada perencanaan pembangunan 2018,”ujarnya.

 Ia sangat berharap Jalan sepanjang lebih kurang 4,2 Km dari PLTU Teluk Sirih hingga ke Sungai Pisang dapat segera diperbaiki.

Ia mengaku, untuk masalah pembebasan lahan tidak ada ditemukan, semua warga pun sangat mendukung bahkan tidak akan menuntut proses ganti rugi asalkan jalan dapat diperbaiki.

“Jika permasalahan jalan ini dapat dituntaskan, kami yakin permasalahan lain akan dapat diselesaikan,”

 Sementara itu, Emma Yohanna anggota DPD RI dalam tinjauan langsung ke lapangan mengatakan, sejak tahun 2013 berkunjung ketempat ini belum ada perubahan berarti yang dirasakan.

Kondisi jalan masih rusak parah dan persoalannya tidak kunjung selesai. Padahal Sungai Pisang mempunyai potensi wisata yang besar jika dikelola dengan baik.

“Ini harus menjadi perhatian khusus untuk segera dicarikan solusinya. Jangan biarkan lagi masyarakat tambah menderita akibat jalan yang tidak kunjung diperbaiki,”katanya.

 Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Padang Fatriaman Noer mengatakan perbaikan jalan berada pada kewenagan pusat.

Pemerintah Kota Padang bukannya tidak mau untuk melakukan perbaikan dan juga bukan masalah tidak ada dana. Jalan tersebut sudah masuk dalam program strategis nasional. Jadi pengelolaannya merupakan kewenangan pusat.

“Sekarang mereka sedang proses lelang. Mudah-mudahan segera ditangani sehingga akses jalan akan jauh lebih baik,”ujarnya (h/mg-mel)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]