Ketua DPRD Pessel Ingatkan Soal Tata Ruang Mandeh


Senin, 17 April 2017 - 11:21:38 WIB
Ketua DPRD Pessel Ingatkan Soal Tata Ruang Mandeh Kerusakan salah satu spot di kawasan Mandeh sangat massif. Kerusakan tampak pada hutan mangrove hingga sisa hutan yang terbakar. IST

PESSEL, HALUAN -- Ketua DPRD Pessel, Dedi Rahmanto Putra menyayangkan perusakan di Mandeh. Menurut Dedi, kawasan Mandeh semestinya dijaga agar tetap asri, bukan malah dirusak, dengan membabat hutannya. “Mandeh itu simbol keanggunan Pessel. Mestinya dijaga, bukan dibabat. Kita sepakat kasus ini dibawa ke ranah hukum,” terang Dedi.

 

Menurut Dedi, langkah Bupati Hendrajoni yang turun langsung ke lokasi patut diapresiasi. Namun, menurutnya harus ada solusi yang dicarikan. Sebab, persolan batas-batas zonasinya harus ditentukan berdasarkan pedoman Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) kawasan itu. "Kita sangat mengapresiasi tentang keproaktifan Bupati dengan kepeduliannya terhadap lingkungan. Tetapi, sejauh itu pemerintah daerah perlu mengkroscek kembali, ke instansi terkait seperti kehutanan jangan-jangan orang kehutanan ada mengembangkan pola-pola kerjasama, untuk memberikan program kesejahteraan terhadap masyarakat,"jelas Dedi Rahmanto.

 

Penggiat Lingkungan Sumbar, Desriko Malayu Putra, menilai persoalan Mandeh harus dipandang secara menyeluruh dan luas, tidak hanya fokus pada persoalan pengrusakan hutan lindung semata. Namun, apapun bentuknya jika itu pengrusakan lingkungan dan menyebabkan pencemaran itu sudah termasuk pelanggaran.

 

Menurut mantan Team Penyelesaian Sengketa Lingkungan Sumbar ini, pengrusakan di Kawasan Madeh bukan hanya bicara hutan lindung, akan tetapi persolan penguasaan lahan serta melakukan pembangunan tanpa memperhitungkan lingkungan. Dampak yang akan ditimbulkan pembangunan yang dilakukan secara sembarangan itu menurutnya akan berbanding terbalik dengan hasrat pemerintah dalam mengembangkan Mandeh itu sendiri.

 

"Apalagi di area pembangunan menggunakan alat berat, bisa terjadi pencemaran dari bekas kerukan alat berat dan berpotensi merusak biota laut seperti terumbuh karang serta ikan-ikan yang berada di kawasan itu," katanya.

 

Menurut Desriko, Kawasan Mandeh merupakan kawasan bernilai tinggi dan strategis serta mampu mendongkrak pendapatan daerah melalui pengelolaan kawasan di bawah koordinasi pemerintah daerah. "Jangan sampai kawasan bernilai tinggi dan strategis ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu sehingga akan menyulitkan pemda dalam menata pengembangannya," jelasnya.

 

Kabid Humas Polda Sumbar AKBP Syamsi mengatakan, saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait kasus pembabatan hutan bakau yang ada di Mandeh.

 

"Kasus itu sekarang dalam penyelidikan pihak kepolisian, kita masih mencari tahu dimana letak kesalahan dari pembabatan bakau," ungkapnya.(tim)





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM