DPUPR Keruk Sejumlah Titik Drainase


Sabtu, 22 April 2017 - 02:50:27 WIB
DPUPR Keruk Sejumlah Titik Drainase PENGERUKAN DRAINASE - Terlihat alat berat sedang melakukan pengerukan drainase di Muaro Pulau Karam di dekat SMP Negeri 3 Padang. Pengerukan dilakukan selama empat hari dengan mengangkut sedimen lebih kurang 360 m3 atau 504 ton, Jumat (21/4). MELATI OKTAWINA

Hal ini dikatakan langsung oleh Kepala DPUPR, Fatriarman Noer melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Fadelan Fitra Masta. Fadelan menyebut, pengerukan drainase dimulai semenjak awal bulan Maret, hingga saat ini sudah ada tujuh bandar yang dikeruk. Yakni  Banda Pepaya sepanjang 350 meter, Banda Purus sepanjang 950 meter, Banda Damar sepanjang 290 meter, Banda Belakang Tangsi 470 meter, Banda Gereja 440 meter, Banda Pulau Karam 375 meter, dan Muara Banda Pulau Karam 200 meter.

"Total yang sudah dilakukan pengerukan 2975 meter lebih kurang 3 kilometer. Hal ini untuk mengatasi banjir yang selalu melanda Kota Padang,” kata Fadelan pada Haluan saat ditemui di Muara Banda Pulau Karam, Jumat (21/4).

Pantauan Haluan, pengerukan drainase di Banda Pulau Karam dan Muaro Pulau Karam telah dilakukan semenjak dua hari yang lalu Rabu (19/4). Terlihat Kabid SDA Fadelan Fitra Masta lansung turun tangan dalam melakukan pengecekan dan pengawasan pengerukan drainase. Terlihat alat berat  sibuk mengeruk sedimen drainase yang tinggi. Serta belasan warga sekitar yang tampak antusias untuk melihat pengerukan drainase yang dilakukan.

Lebih lanjut Fadelan mengatakan, target dari DPUPR dalam mengeruk sedimen dengan total keseluruhan  yakni 43 saluran atau bandar. Dijelaskan Fadel, hingga hari ini jumlah sedimen yang sudah terangkat sudah mencapat 5.500 meter kubik.

"Satu unit dumptruck mengangkut 5 sampai 6 meter kubik hasil galian per it. Total untuk truk mengangkutnya sudah sebanyak 883 kali," ucap Fadelan.

Khusus untuk pengerukan drainase yang dilakukan di Bandar dan Muara Pulau Karam sedimen mencapai 360 m3 atau sekitar 504 ton. Pengerukan dilakukan selama empat hari dimulai dari pagi hari hingga malam hari. Fadelan menyebut, pengerukan drainase di Banda Pulau Karam dilakukan sedalam 1,5 meter. Kondisi awal bandar benar-benar memprihatinkan karena semuanya sudah tertutup oleh sedimen.

"Bandar dipenuhi dengan material bangunan rumah seperti batu bata. Sebab menurut pengakuan warga sekitar sewaktu gempa 2009 dahulu warga membuang bekas material kedalam bandar tersebut," kata Fadelan.

Fadelan menyebut anggaran untuk pemeliharaan drainase sepaket dengan perbaikan trotoar yakni Rp8,8 miliar. Dari 3 kilometer pengerukan drainase yang telah dilakukan berarti sudah mencapai 35 persen dari target. Sedangkan anggaran yang dihabiskan baru sekitar Rp380 juta untuk upah pekerja, dan alat berat.

Kemudian, Fadel juga menjelaskan, untuk pembuangan saat ini ada dua tempat yang saat ini menjadi areal alternatif. Yakni di tepi Sungai Jirak Padang Selatan dan didekat arel Kantor Lurah Lolong Belanti."Saat ini kita belum mengalami kendala, cuman untuk didaerah muara kita melihat situasi dalam melakukan pengerjaan, karena kita hanya bisa melakukan pengerjaan saat air pasang turun saja, ketika pasang naik kita tidak bisa bekerja," kata Fadel.

Sementara itu, Cece warga Pulau Karam yang ditemui Haluan di dekat pengerukan Muaro Bandar Pulau Karam menyebutkan, semenjak ia tinggal lebih kurang 10 tahun yang lalu didaerah tersebut, belum pernah dilakukan pengerukan drainase.

"Setau saya yang sudah tinggal 10 tahun lebih disini, bandar ini belum pernah dikeruk sampai kondisi sedimen bandar sama tinggi dengan permukaan air,” katanya.

Cece berharap dengan dikeruknya sedimen oleh DPUPR bandar kembali dengan semestinya. Dan juga dapat mengurangi banjir yang sering melanda daerah sekitar. (h/mg-mel)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 26 Oktober 2017 - 03:40:05 WIB
    BISA UNTUK JALUR JOGGING

    DPUPR Bangun Trotoar di Gor

    DPUPR Bangun Trotoar di Gor PADANG,HALUAN—Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Padang saat ini sedang membangun trotoar di kawasan gelanggang olahraga (GOR) Agus Salim. Nantinya trotoar tersebut dapat digunakan sebagai jalur untuk lari.
  • Kamis, 14 September 2017 - 02:30:23 WIB
    JAGA KESEIMBANGAN PEMBANGUNAN

    DPUPR Harus Konsisten Soal Tata Ruang

    DPUPR Harus Konsisten Soal Tata Ruang PADANG, HALUAN----Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang, agar konsekuen dalam merencanakan tata ruang untuk menjaga keseimbangan pembangunan di Kota Padang..

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]