Korban Longsor Aia Dingin, Sempat Berpegangan Tangan Sebelum Sang Istri Tertimbun


Kamis, 27 April 2017 - 14:56:26 WIB
Korban Longsor Aia Dingin, Sempat Berpegangan Tangan Sebelum Sang Istri Tertimbun Kamra (40) hanya bisa terbaring lemah di bangsal IGD RS Solok setelah dihantam tanah longsor, Selasa (25/4). Musibah longsor ini merenggut nyawa istrinya. Ist
Namun, nahas dalam perjalanan di bawah guyuran hujan, dia dikagetkan oleh suara gemuruh dari lereng bukit yang berada di atas jalan yang dilewatinya. Kedua orang tua dari Rizo (9) dan Ririn (6) ini tak mampu berbuat banyak.

 

Baca Juga : Kenaikan Tarif PPN: Kontradiksi Opsi di Tengah Pandemi

Dalam sekejap, longsoran bukit yang bagi masyarakat setempat dikenal jalur angker dan rawan longsor tersebut, merenggut cerita indah yang sempat diangan mimpi. Pasangan suami istri ini pun terbawa longsor.

 

Baca Juga : Profesi Pelayanan Publik, Harus Jadi 'Role Model' Pelaksanaan Protokol Kesehatan

Beruntung, Kamra masih bisa selamat meski dalam kondisi penuh luka dan lecet di sekujur tubuhnya. Bahkan menurut warga sekitar, Kamra sempat mengendarai motor ke rumahnya dan mengabari kerabat dan warga sekitar atas musibah nan menimpanya itu sekira pukul 13.30 WIB.

 

Namun, ketika ditanya kejadian itu, dia hanya menerawang dengan pandangan sedih seakan teringat peristiwa tragis yang menimpanya.

 

"Dia masih belum mau mengingat itu. Namun kata warga, Kamra sendiri yang mengabarkan pulang, sebelum dilarikan ke RS Solok," ujar Patrizal.

 

Warga yang mendapat informasi itu langsung buncah, bergegas ke lokasi longsor tersebut, untuk mencari Desmawati yang masih hilang ditelan longsoran bukit. Setelah melakukan pencarian dengan peralatan sederhana, baru sekira pukul 17.00 WIB, tubuh Desmawati ditemukan warga setelah terseret sejauh 50 meter ke arah jurang dalam.

 

"Saat ditemukan, Desmawati sudah meninggal dengan kondisi tubuh penuh luka," kata Patrizal.

 

Jenazah Desmawati langsung dibawa ke rumahnya, sementara Kamra sudah lebih dulu dibawa warga ke RS Solok untuk mendapat perawatan intensif.

 

Bahkan demi menghindari tekanan spikologis atas Kamra yang masih syok dengan kejadian tersebut, sampai pukul 20.00 WIB pihak keluarga masih bersepakat untuk tidak mengabari musibah yang menimpa isterinya. Saat ditanya, pihak keluarga mengatakan sedang dirawat di ruang berbeda.

 

Baru lah pada, Rabu (26/4) pagi, setelah dirasa kondisi Kambra mulai membaik, pihak keluarga memberitahu tentang kondisi sebenarnya yang menimpa istrinya Desmawati. Meski dalam kondisi lemah, Kamra bersikeras minta izin pulang ke rumahnya. Meski hanya untuk menyaksikan istrinya terakhir kali di pemakaman.

 

"Kami bersama pihak keluarga lainnya sudah minta ijin ke dokter untuk membawa pulang Kamra sementara. Karena istrinya akan dimakamkan siang ini," terang Patrizal.

 

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]