Potret Kemiskinan

Tinggal di Pondok, Keluarga Ini Hanya Makan Nasi Putih, Anaknya Putus Sekolah


Selasa, 02 Mei 2017 - 21:54:30 WIB
Tinggal di Pondok, Keluarga Ini Hanya Makan Nasi Putih, Anaknya Putus Sekolah Lena Mardiana bersama empat orang anaknya serta hewan peliharaan yang berada di pondok beratap rumbia di Padang Gubalo, Korong Ladang Laweh, Nagari Sicincin, Kecamatan 2 X II Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman. Bustanul Arifin

PADANG PARIAMAN, HARIANHALUAN.COM--Potret pendidikan di Indonesia masih menjadi sorotan, terutama terkait dengan kemiskinan. Hal ini masih dapat ditemui, salah satunya di Padang Gubalo, Korong Ladang Laweh, Kenagarian Sicincin, Kecamatan 2 X II Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman.

 

Empat orang anak dari pasangan Lena Mardiana (32) dengan Ali Munar (43) terpaksa putus sekolah. Jangankan sekolah, keluarga yang tinggal di pondok beratap rumbia ini hanya bisa makan nasi putih.
 

Saat Harianhaluan.com Selasa (2/5), berkunjung ke kediaman Lena Mardiana. Ia terlihat sedang duduk bersama anak-anaknya, dan raut wajah Lena terlihat datar seakaan diselimuti beban.

 

Di bawah gubuk beratap rumbia dengan ukuran sebesar papan tenis meja (pingpong) itu, Lena dan empat anaknya setia menunggu suami pulang dari kerja sebagai buruh tani.

 

Tidak ada penerangan listrik di pondok itu, setiap malam ia hanya memakai penerangan dama togok, dan dibawah pondok tersebut dijadikan tempat tidur kambing peliharaannya.

 

Tidak ada ruang pribadi di pondok tersebut, ia bersama suaminya serta empat orang anaknya Fajar Agusdinata (11), Diva (6,5), Mutiara Devi (4), Muhammad Ariel Syaputra (2) tidur dalam satu pondok.
 

"Kondisi seperti ini, anak saya yang besar terpaksa berhenti sekolah dasar, karena biaya untuk sekolah tidak ada dan lagi untuk menuju rumah sekolah harus berjalan sekitar 6 kilometer lebih, kalau cuaca baik itu tidak ada masalah, tapi kalau dikala musim hujan tidak bisa disebutkan derita anak pergi sekolah," ujar Lena.
 

Pondok yang ia tempati berada di tanah milik orang lain, ia terpaksa menumpang kepada pemilik tanah karena tidak punya tanah yang bisa ia garap.

 

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 26 April 2020 - 16:29:19 WIB

    Miris! Keluarga di Padang Pariaman Ini Tinggal di Bekas Kandang Kambing

    Miris! Keluarga di Padang Pariaman Ini Tinggal di Bekas Kandang Kambing PADANG PARIAMAN, HARIANHALUAN.COM -- Memiliki tempat ringgal yang layak mungkin menjadi impian semua keluarga. Namun tidak semua bisa mewujukan impian itu. Seperti satu keluarga di Nagari Sikucur Timur, Kecamatan V Koto Kampu.
  • Kamis, 20 Februari 2020 - 14:11:33 WIB

    Tiga Nagari masih Tertinggal di Limapuluh Kota

    Tiga Nagari masih Tertinggal di Limapuluh Kota LIMAPULUH KOTA, HARIANHALUAN.COM -- Secara bertahap, Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota terus berupaya untuk mendorong nagari-nagari yang ada keluar dari status ketertinggalan. Alhasil, sampai tahun ini, dari 79 nagari yang .
  • Selasa, 05 Juni 2018 - 23:26:03 WIB

    Wagub Nasrul Abit Minta Pasbar 2019 Keluar dari Status Ketertinggalan

    Wagub Nasrul Abit Minta Pasbar 2019 Keluar dari Status Ketertinggalan PASBAR,  HARIANHALUAN.COM -- Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, mengingatkan agar Kabupaten Pasaman Barat hingga akhir tahun 2019 sudah berubah status menjadi daerah yang keluar dari ketertinggalan. Ini sebuah spirit memaju.
  • Selasa, 28 Februari 2017 - 10:34:45 WIB

    Jangan Sampai Maninjau Ditinggal Wisatawan

    Jangan Sampai Maninjau Ditinggal Wisatawan PADANG, HALUAN – Pengamat Pariwisata, dari Universitas Andalas (Unand), Sari Lenggogeni, menilai Pemerintah Kabupaten Agam harus kreatif memanfaatkan situasi Danau Maninjau saat ini agar tetap dikunjungi wisatawan mancanega.
  • Senin, 23 Januari 2017 - 10:48:27 WIB

    Warga Sulit Air Keluhkan Infrastruktur yang Masih Tertinggal

    Warga Sulit Air Keluhkan Infrastruktur yang Masih Tertinggal SOLOK, HALUAN--Upaya untuk mendorong perkembangan nagari Sulit menuju nagari pariwisata masih terkendala infrastruktur jalan yang memadai dan mendukung program tersebut..

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]