Menakar Peluang Sosok Muda di Pilkada Padang 2018


Jumat, 12 Mei 2017 - 23:55:36 WIB
Menakar Peluang Sosok Muda di Pilkada Padang 2018

PADANG, HALUAN – Pelaksanaan Pilkada tahun 2017 telah usai. Terakhir, Pilkada Jakarta yang mengantarkan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno ke kursi DKI1, mengalahkan petahana, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Syaiful Hidayat. Tahun depan, di Indonesia akan ada 171 Pilkada, salah satunya Kota Padang. KPU RI sudah menetapkan tanggal pencoblosan pada tanggal 27 Juni 2018.

Pilkada di ibukota Provinsi Sumbar ini tergolong lebih mencuri perhatian publik dibanding tiga Pilkada lain di Sumbar, yakni Kota Pariaman, Kota Sawahlunto dan Kota Padang Panjang. Mahyeldi sebagai petahana disebut banyak pihak tak akan bergandeng tangan lagi dengan wakilnya, Emzalmi.

Baca Juga : PKS Kota Batam Targetkan Perolehan Kursi Dua Kali Lipat di Pemilu 2024

Direktur Lembaga Survei Spektrum Politika Institute Andri Rusta memperkirakan, ada 12 nama yang akan bertarung memperebutkan kursi orang nomor satu di Kota Padang. “Hasil survei sementara kami, terpantau ada beberapa nama yang muncul sebagai Balon Wako maupun Wawako. Setidaknya ada 12 nama yang mulai mengapung,” sebut Andri Ruska

Nama tersebut terdiri dari dua petahana, yakni Mahyeldi Ansharullah, dan Emzalmi. Sedangkan 10 lainnya pendatang baru. Mereka adalah Desri Ayunda, Adib Alfikri, Andre Algamar, Hendri Septa, Alkudri, Oktafredi Rasyid, Apris Yaman, Maigus Nasir, James Hellyward dan Michel Ichlas El Qudsi. Para pendatang baru itu ada berasal dari partai politik ada juga birokrat. Adib Alfikri, Andre Algamar, Hendri Septa, Oktafredi Rasyid, dan Apris Yaman.  

Baca Juga : Daftarkan Logo Partai atas Nama SBY, Ketua DPC PD Dharmasraya: Cegah Penyalahgunaan oleh Pihak Lain

”Nama-nama pendatang baru yang saya sebutkan itu, beberapa orang berasal dari partai politik, sisanya birokrat di Kota Padang,” kata Andri.

Di balik banyaknya sosok yang akan maju tersebut, ada sejumlah sosok anak muda daerah ini yang berkiprah di Padang dan Jakarta yang digadang-gadang punya kans untuk meraih kursi pemimpin kota berjuluk Kota Bengkuang ini. Mereka adalah Yuliandre Darwis, Hendri Septa, Maidestal Hari Mahesa hingga Andre Rosiade.

Baca Juga : DPC Partai Demokrat Dharmasraya Sampaikan Surat Pengaduan dan Perlindungan Hukum ke Polres Setempat

Pemerhati Elektabikitas dan Popularitas Publik Sumbar, Ilham Azre beberapa waktu lalu mengatakan, salah satu sosok muda yang kini mulai menarik perhatian itu adalah Yuliandre Darwis. Ia kini menjabat sebagai Ketua KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) Pusat.

Yuliandre sendiri dikenal banyak kalangan di Padang sebagai sosok muda brilian dan punya jaringan kuat di pusat pemerintahan maupun kalangan pengusaha nasional. Yuliandre juga punya banyak loyalis di Padang yang didominasi anak-anak muda energik dan kreatif.

Baca Juga : Terjun ke Politik, Athari Gauthi Ardi: Ingin Kampung Seperti Jakarta

“Ya, Yuliandre Darwis termasuk dibidik pemilih di Padang untuk masuk di bursa Pilkada 2018,”ujar Azre sambil menyebut kansnya harus diiringi dengan partai pendukung yang komit dengan perjuangan anak muda.

Soal partai, ada dua nama anak muda yang kini jadi pemimpin partai di Padang, yakni Hendri Septa dan Maidestal Hari Mahesa. Ketua DPC PPP Kota Padang Maidestal Hari Mahesa menyebut, PPP Kota Padang tentu saja ambil bagian dalam proses demokrasi tersebut. ”Hanya saja, sejauh ini belum ada petunjuk jelas dari DPP PPP bagaimana proses penjaringan yang akan dilakukan,” ujar Mahesa.

Tapi perlu diingat. Partai besutan Esa, sapaan akrab Maidestal Hari Mahesa itu tak bisa “berlari” sendiri. PPP harus berkoalisi dengan parpol lain, karena jumlah kursi yang dimiliki partai berwarna hijau itu tidak mencukupi ketentuan.

“Untuk maju pilkada nanti minimal harus miliki sembilan kursi di dewan. Sementara PPP Kota Padang hanya punya empat kursi atau setidaknya punya 20 persen suara pada pemilu legislatif (pileg) tahun lalu. Saya pun harus melakukan penjajakan komunikasi dengan parpol lain,”

Demikian juga dengan Hendri Septa yang kini memimpin PAN Kota Padang. Partai berlambang matahari terbit ini juga bernasib sama dengan PPP. Mereka harus berkoalisi untuk bisa mengusung calon sendiri. Namun, sinyalnya, PAN mendekat ke PKS untuk bisa mendampingi Mahyeldi yang masih dianggap sebagai calon yang kuat di Pilkada 2018 ini.

Ketua DPD PAN Kota Padang Hendri Septa merupakan kandidat yang pantas untuk dimajukan sebagai wakil walikota. Bahkan, lebih jauh lagi, Ali Mukhni melontarkan wacana Hendri akan disandingkan dengan Mahyeldi, Walikota Padang saat ini.

“Kami berkeinginan PAN dan PKS berkoalisi di Pilkada mendatang dan menyandingkan Mahyeldi dengan Hendri Septa,” lanjut Ketua DPW PAN Sumbar itu.
Calon lainnya, Andre Rosiade yang kini jadi Wasekjen di DPP Gerindra lebih punya pengalaman dibanding ketiga calon muda ini terkait dalam pertarungan Pilwako. Tahun 2013 lalu, Andre sempat meramaikan bursa kandidat calon kepada daerah di Padang. Namun, di detik-detik terakhir, alumni SMA 2 Padang ini tergeser terkait partai pengusung.

“Itu bagian dari pendidikan politik yang saya jalani. Kini, secara kepartaian, saya punya posisi di DPP (Gerindra). Di Padang, perlu diingat, Gerindra adalah partai pemenang Pemilu 2014 lalu. Tentu kansnya lebih besar untuk bisa bertarung,”katanya seraya menyebut kans koalisi tetap terbuka.

Bahkan, kabarnya, empat tokoh partai besar, PAN, Demokrat, Nasdem, dan Hanura sudah menjalin komunikasi dengan Andre. Jika keempat partai itu solid, besar kemungkinan, ia bisa menjadi pemilik kendaraan mayoritas di Pilkada Padang 2018 ini.

Lalu, apakah Andre siap turun gunung lagi di Pilwako Padang 2018? Secara diplomatis, ia mengelak untuk buka-bukaan. “Tunggu dululah. Perjalanan masih panjang. Saya sekarang masih konsentrasi pada bisnis dan kepartaian di DPP Gerindra,”elaknya.

Soal kans anak muda ini, pengamat politik UNP, Eka Vidya Putra menilai kans besar tetap masih ada di tangan Mahyeldi, Desri Ayunda dan Emzalmi untuk memenangi Pilkada 2018.

Dari sejumlah nama yang muncul, Pengamat Politik dari Universitas Negeri Padang (UNP) Eka Vidya Putra, justru memprediksi tiga nama yang akan bertarung ketat di pilkada Kota Padang 2018. Eka menyebut nama petahana Mahyeldi Ansharullah, Desri Ayunda, dan Emzalmi. Tiga nama ini mempunyai kekuatan masing-masing.

"Apalagi Emzalmi ini putra daerah, di daerahnya itu adalah salah satu lumbung suara terbanyak. Disamping itu, beliau kan juga petahana yang sudah dikenal oleh masyarakat bagaimana kinerjanya selama ini," ujar Eka.

Sementara itu, Desri Ayunda juga tidak bisa diabaikan dan berpotensi juga menjadi batu sandungan bagi pasangan calon yang akan maju nanti mengingat sebelumnya Desri juga pernah ikut pada pilkada Padang. Pada pilkada tersebut, Desri juga menjadi salah satu pesaing ketat bagi pasangan Mahyeldi-Emzalmi.

"Desri juga berasal dari lumbung suara yang banyak, yakni di Koto Tangah dan ditambah lagi saat pilkada kemarin suaranya cukup besar," ulasnya.
Namun ada juga beredar kabar, Desri akan bersanding dengan Emzalmi. Desri akan menjadi wakil dari Emzalmi. (h/mat)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]