Polisi Ini Bongkar Segel Gedung Promosi Kabupaten Solok


Senin, 22 Mei 2017 - 22:22:11 WIB
Polisi Ini Bongkar Segel Gedung Promosi Kabupaten Solok Sejumlah anggota polisi membongkar segel di Gedung Promosi Kabupaten Solok, Senin (22/5). Gedung tersebut sbelumnya pernah disegel oleh pihak dari Kaum Suku Kampai. ERI SATRI
Tanah lokasi gedung ini telah memiliki sertifikat sejak tahun 1980 atas nama Badan Pertanahan Nasional (BPN) RI. Tanah seluas 1.200 meter kemudian menjalani proses tukar guling antara Pemkab Solok dengan BPN Solok, yakni dengan tanah Pemkab di Kotobaru, Kecamatan Kubung. Saat ini, tanah tukar guling tersebut menjadi Kantor BPN Kabupaten Solok di Kotobaru.

 

Baca Juga : Aduh, Jelang Lebaran Karyawan Ini Malah Jadi Korban PHK Sepihak

“Pemkab Solok sebenarnya tidak ada masalah dengan Kaum Suku Kampai. Sebab, status kepemilikan tanah sudah jelas dan memiliki legalitas (sertifikat) atas nama BPN. Tanah tersebut telah ditukar guling dengan aset milik Pemkab Solok di Kotobaru, Kecamatan Kubung,”kata Nasripul Romika.

 

Baca Juga : Menjelang Lebaran, Pria Ini Akhiri Hidup dengan Gantung Diri

Sementara itu Mamak Kepala Waris Suku Kampai, Iqbal Thamsin Dt Majo Basa mengatakan,tidak seluruh tanah yang dibangun untuk gedung promosi itu merupakan tanah milik BPN RI,melainkan ada sebagaian yang punya Kaum Suku Kampai.

 

“Ada sebagian tanah kami yang dibangun tanpa izin oleh Pemkab Solok. Kami telah menyrati Pemkab solok perihal ini,tapi tak pernah digubris,makanya kami menyegel gedung itu pada 16 Mei lalu,”ujar Iqbal Thamsin Majo Basa di Selayo.

 

Iqbal juga mengaku  memiliki bukti kepemilikan tanah tersebut. Menurutnya tanah itu merupakan tanah hibah dari Dt Palentah Bonsu Panjang Maharajo Lelo. Tanah itu dihabahkan oleh Dt Palentah Bongsu Panjang Maharajo Lelo kepanya sebagai ganti tanah miliknya yang dijual oeh Dt Palentah Bonsu Panjang Maharajo Lelo kepada Dr Rivai.

 

Ditambahkannya, pada tahun 1980 Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Solok pernah menyewa tanah tersebut senilai Rp97.500 per tahun untuk lokasi penumpukan material. Selanjutnya, kontrak tersebut terus diperpanjang untuk beberapa tahun. Namun  diluar sepengetahuan Kaum Suku Kampai tanah itu disertifikatkan oleh BPN Kabupaten Solok, sehingga lahir sertifikat hak pakai.

 

“Sekarang tanah itu sudah milik Pemkab saja,wjar kalau kami menyegel gedung itu,”kata Iqbal Dt Majo Basa. (h/eri)

 

Editor: Rivo Septi Andries

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]