TNKS Temukan Aktivitas Illegal Logging di Solsel


Selasa, 23 Mei 2017 - 07:33:31 WIB
TNKS Temukan Aktivitas Illegal Logging di Solsel ILLEGAL LOGGING - Salah satu aktifitas yang diduga illegal logging di Solok Selatan. IST

SOLOK SELATAN, HALUAN - Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) Wilayah IV, David menanggapi informasi yang beredar terkait aktivitas illegal logging diempat Jorong, Nagari Lubuk Gadang Timur, Solok Selatan (Solsel).

"Kita sudah beberapa kali melakukan patroli di lokasi itu. Kadang selain kawan-kawan dari TNKS, kita juga bersama kepolisian. Memang kita ditemukan kayu balok yang belum jadi," katanya ketika dihubungi Haluan,Senin (22/5/2017).

Ia menambahkan, patroli yang dilakukan selama sebulan terakhir setidaknya pihaknya menemukan dua kali kayu bekas yang belum diolah beserta kayu beban yang biasanya digunakan pada kerbau. "Namun,pelaku tidak kita temukan. Kayu temuan tersebut kami musnahkan," ucapnya.

Baca Juga : Update! Lima Daerah Kuning, 14 Lainnya Ditetapkan Masuk Zona Oranye di Sumbar

Menurutnya, pihaknya selalu melakukan patroli rutin namun belum ditemukan pelaku hanya sebatas materil kayu yang belum diolah. "Jumlah kayu temuan tidak tau banyaknya," katanya.

Empat jorong tersebut, imbuhnya merupakan kawasan TNKS diantaranya, Jorong Tandai Simpang Tigo, Jorong Bukik Bulek, Tandai Tengah dan Jorong Gunung Tujuh. "Disana masuk zona khusus dikarenakan sebelum diberlakukannya penetapan kawasan TNKS, pemukiman masyarakat sudah ada disana. Dulu itu bekas Hak Pengusahaan Hutan (HPH)," lanjutnya.

Baca Juga : Jumlah Kesembuhan Pasien Covid-19 di Sumbar Bertambah 212 Orang

Kemudian, ke depan pihaknya akan secara intensif melakukan patroli dalam kawasan itu. "Secepatnya kita akan lakukan patroli," tandasnya.

Sementara, Kapolres Solsel, AKBP Mochammad Nurdin menyebutkan, terkait informasi itu, apabila benar pihaknya akan segera melakukan pengecekkan. "Sebelumnya, kita tidak mendapatkan laporan dari TNKS. Nanti kita akan koordinasikan dengan pihak TNKS," tutupnya.

Diketahui, aksi pembalakan hutan ini telah terjadi selama lebih kurang 6 bulan terakhir. Kegiatan ilegal ini telah menyebabkan kerusakan parah terhadap jalan yang menghubungkan 4 jorong tersebut. Selain merusak jalan, kegiatan ilegal ini juga dilakukan dalam kawasan hutan lindung yang seharusnya dilindungi negara.

Masyarakat setempat telah beberapa kali melaporkan kegiatan ilegal tersebut ke Polres Solok Selatan. Namun hingga kini belum ada upaya apapun yang dilakukan kepolisian untuk memberantas illegal logging tersebut.

Masyarakat juga sempat melakukan protes langsung kepada pelaku pembalakan karena telah merusak jalan. Namun para pelaku mengklaim bahwa jalan yang mereka lalui adalah jalan provinsi, yang penganggarannya dari provinsi dan jika rusak juga akan diperbaiki oleh provinsi.

Saat ini, jalan yang menghubungkan masyarakat 4 jorong tersebut sama sekali tidak dapat dilalui karena rusak. Hingga kini, belum ada upaya apapun dari pemerintahan setempat untuk menindak dan memberantas kegiatan perusakan lingkungan ini. (h/jef)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]