Lestarikan Atik Tolak Bala, Ratusan Masyarakat Bisati Membawa Obor


Kamis, 25 Mei 2017 - 15:18:37 WIB
Lestarikan Atik Tolak Bala, Ratusan Masyarakat Bisati Membawa Obor Ratusan warga dan sejumlah Cik Uniang Cik Ajo mengikuti tradisi atik tolak bala di Nagari Bisati, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariaman, Selasa (23/5). Tradisi yang diadakan setiap memasuki bulan Ramadan itu terus dilestarikan. Atik Tolak Bala bertujuan memohon dan berdoa kepada tuhan agar nagari tersebut terhindara dari mahara bahaya dan mala petaka. BUSTANUL ARIFIN

PADANG PARIAMAN, HARIANHALUAN.COM--Sebanyak 1500 obor dibawa oleh masyarakat keliling nagari saat menggelar atik tolak bala di Nagari Bisati Sungai Sariak, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariaman, Selasa (23/5) malam,

 

Baca Juga : Museum Raja Ali Haji, Sumber Ilmu Generasi Milenial

Pawai obor atik tolak bala ini dikomandoi oleh alim ulama yang ada dalam nagari itu, dan kegiatan tersebut bagian dari agenda rutin masyarakat dalam menyambut masuknya bulan suci Ramadhan yang bertujuan berdoa agar makhluk-makhluk jahat yang akan menganggu tanaman dan masyarakat saat Ramadan.

 

Bupati Padang Pariaman yang diwakili Kepala Dinas Kominfo Padang Pariaman, Zahirman mengapresiasi terhadap masyarakat Nagari Bisati Sungai Sariak yang selalu  melestarikan budaya atik tolak bala. Karena menurutnya  atik tolk bala salah satu aset budaya kabupaten.

Baca Juga : Para Ulama Besar Terdahulu juga Pernah Ditangkap Penguasa Zalim, Begini Kisahnya

 

"Saya sangat mendukung adanya acara-acara tradisi sebagai kekayaan budaya di masyarakat di Nagari Bisati ini. Jangan sampai tradisi seperti atik tolak bala ini hilang ditelan zaman," kata Zahirman.
 

Baca Juga : Irwandi Dt. Batujuah Letakkan Standar Baru Etika Politik di Bukittinggi

Untuk itu, ia meminta kepada masyarakat agar selalu melestarikan tradisi-tradisi tradisional ini, karena dengan adanya tradisi lama yang selalu dikembangkan akan membawa daya tarik masyarakat luar untuk mengunjungi kampung kita ini.

 

Baca Juga : Tak Menyerah pada Pandemi Covid-19, Penghasilan Jutaan Rupiah Diraup Penjual Tanaman

"Kembangkan tardisi tradisional ini, karena kegiatan ini bisa menjadi daya tarik masyarakat luar untuk mengunjungi nagari ini," pinta Zahirman.

 

Salah seorang tokoh masyarakat Bisati Sungai Sariak yang juga Sekretaris Nagari Bisati Sungai Sariak, Azwar Anas menyebutkan, kegiatan ini memang agenda rutin masyarakat disini, dan acara atik tolak bala ini dimulai dari batas nagari sampai juga dengan batas nagari lainnya.

 

"Semua masyarakat yang mengikuti membawa satu obor yang telah disediakan oleh panitia, dan untuk sekarang ini ada sekitar 1500 obor yang disediakan oleh panitia," ujar Azwar Anas yang didampingi ketua pelaksana Herman.

       

Dan lagi katanya, panitia juga menyembelih satu ekor kambing untuk acara ritual atik tolak bala, untuk biaya kegiatan ini adalah swadaya dari masyarakat.

 

"Kegiatan yang diadakan setiap tahun menjelang masuknya bulan suci Ramadhan ini selalu mendapat dukungan dari masyarakat baik yang dikampung maupun yang berada diperantauan, serta pemerintah nagari dan kecamatan," terang Azwar Anas.

     

Disepanjang jalan yang ditempuh sekitar 5 kilo itu semua alim ulama dan masyarakat membaca kalimah tauhid dengan suara yang keras. Pada saat berjalan semua alim ulama berjalan paling depan, dan setelah itu diiringi oleh masyarakat serta ciuniang dan ciajo Padang Pariaman. (h/bus)

 

Editor: Rivo Septi Andries

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]