BBPOM Padang akan Sidak Seluruh Pasar Pabukoan


Selasa, 30 Mei 2017 - 09:23:09 WIB

PADANG, HALUAN - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Padang dipastikan  akan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah makanan yang dijual di Pasar Pabukoan di semua titik dan  kecamatan yang menjajakan makanan dan minuman siap saji.

Hal tersebut dipastikan oleh Kepala BBPOM Padang, Zulkifli, saat melakukan pemeriksaan makanan dan minuman di empat titik Pasar Pabukoan di Kecamatan Koto Tangah Senin (29/5), sore.

Pantauan Haluan, petugas dari pengawas obat-obatan dan  makanan di Sumatera Barat tersebut dibagi menjadi empat tim. Dimana pada hari pertama, tim menyebar ke empat kecamatan, diantaranya Kecamatan Pauh, Kuranji, Nanggalo, dan Koto Tangah.

Sedikitnya, 31 sampel makanan dan minuman diperiksa oleh petugas BBPOM Padang. 31 sampel tersebut didominasi minuman yang mengandung bahan pewarna, seperti kolang-kaling, es cendol, dan es tebak.

"Target kita mengawasi semua kecamatan yang ada di Kota Padang. Di hari pertama kita turun ke empat kecamatan, karena BBPOM Padang ada empat mobil laboratorium. Kita usahakan di setiap kecamatan yang menjual pabukoan akan kita awasi,” katanya.

Untuk di Kecamatan Koto Tangah, ada 30 sampel yang diambil karena diduga mengandung bahan pengawet dan pewarna. Es tebak yang juga diambil sebagai sampel merupakan hal baru karena mengandung pewarna yang saat ini masih diuji. “Dari hasil pengujian, makanan dan minuman yang mengandung rhodamin masih negatif. Kami masih menunggu hasilnya," papar Zulkifli kepada sejumlah awak media di Pasar Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah.

Zulkifli menyebut, jika di tahun lalu pihaknya menemukan kandungan boraks pada rumput laut, pada tahun ini BBPOM Padang juga sedang menguji minuman segar tersebut. "Termasuk juga tahun ini es tebu juga menjadi perhatian kita, karena di tahun lalu juga ditemukan es tebu yang menggunakan sari manis. Hasil dari pengujian akan kita laporkan kepada pemerintah setempat," tuturnya.

Ia menyebut, makanan yang mengandung boraks, rhodamin, dan pengawet lainnya dapat merusak tubuh manusia dalam jangka panjang. "Dampaknya itu tidak terasa sekarang, melainkan lima hingga 10 tahun ke depan karena bisa menyebabkan konsumen diserang penyakit kanker," tutupnya. (h/mg-adl)





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 20 Juli 2016 - 02:48:47 WIB

    BBPOM Periksa Sampel Makanan

    BBPOM Periksa Sampel Makanan PADANG, HALUAN—Tim gabungan dari Dinas Kesehatan, Dinas Pasar dan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Padang memeriksa sampel makanan di Taman Kuliner di Simpang Jalan Sandang Pangan, Padang, Selasa (19/7). Pem.

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM