Di Limapuluh Kota, Sudah 20 Nagari Miliki BUMNag


Selasa, 30 Mei 2017 - 11:11:34 WIB

LIMAPULUH KOTA, HALUAN – Target Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota untuk mendirikan BUMNag disetiap nagari di tahun 2017 sebagai penunjang perekonomian masyarakat masih jauh dari harapan. Dari 79 nagari yang akan didirikan BUMNag,  sudah 20 nagari yang menyelesaikan perencanaan pendirian BUMNag. Kesadaran perangkat nagari dinilai masih lesu untuk mensukseskan program ini.

“Tahun 2017 ini, memang Pemkab Limapuluh Kota menargetkan setiap nagari memiliki BUMNag. Namun sampai sekarang baru 20 nagari yang memiliki BUMNag baik program dan rencananya. Namun, hanya beberapa yang sudah membentuk dan menjalankan BUMNag,” kata Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa/Nagari (DPMD/N) Limapuluh Kota, Usman kepada wartawan, Kamis.

Menurut Usman, langkah yang harus ditempuh nagari sebenarnya tidak sulit. Hal itu bisa dilakukan dengan melakukan inventarisasi produk unggulan dan unit usaha badan usaha nagari. Kemudian merumuskannya hingga melahirkan Peraturan Nagari (Pernag) tentang BUMNag.

"Masih ada sejumlah nagari yang kesulitan merumuskan anggaran pendapatan dan belanja nagari (APBNag). Kami selalu menurunkan tim untuk mensosialisasikan percepatan penyusanan APBNag di setiap nagari. Namun, realisasinya tetap bergantung kepada perangkat nagari dan masyarakatnya,” kata Usman.

Untuk kelembagaan BUMNag, bank BNI sudah mau menjadi mitra dalam menunjang bisnis dan mentor untuk menyelenggarakan BUMNag. Bahkan BNI bersedia menyediakan tenaga untuk melakukan edukasi untuk peningkatan pemahaman masyarakat terhadap BUMNag.

“Bank BNI sudah mau menjadi mitra BUMNag. Bahkan BNI juga sudah menyediakan tenaga untuk mensosialisasikan dan memberikan edukasi kepada masyarakat,” kata Usman lagi.

Ia juga mengatakan program yang menjadi salah satu penekanan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo dinilai paling efektif untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi dan membuka peluang lapangan kerja di nagari. Hanya saja banyak nagari yang belum memahami tujuan Bumnag bagi percepatan pertumbuhan ekonomi.

"Sangat disayangkan jika tidak ada BUMNag di setiap nagari-nagari. Padahal setiap nagari memiliki komoditi unggulan yang bisa diolah secara professional. Baik itu dari sektor wisata, pertanian dan kekayaan alam lainnya. Jika sukses, nagari tidak hanya menggantungkan dirinya kepada dana desa saja. Tapi ada juga tambahannya dari BUMNag,” katanya.

Sementara itu Ketua Persatuan Wali Nagari Lima Puluh Kota, Irmaizar Datuak Rajo Mangkuto tidak menampik masih lesunya nagari menanggapi upaya untuk pendirian BUMNag. Sebab dinilai masih banyak nagari yang belum meyakini badan usaha ini sebagai peluang besar peningkatan ekonomi masyarakat."Seperti yang disampaikan DPMD/N itu masih dalam proses. Sementara yang sudah berjalan belum sampai 20 nagari. Salah satu kendalannya saat ini, banyak nagari yang belum menyelesaikan APBNag. Sehingga terkendala menyusun anggaran untuk pembuatan Bumnag," ungkap Ketua Perwanaliko yang juga Wali Nagari Sungaikamuyang, Kecamatan Luak. (h/ang)





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM