Sertijab Kapolres Solok Kota, Wartawan Dilarang Meliput


Selasa, 06 Juni 2017 - 10:47:11 WIB
Sertijab Kapolres Solok Kota, Wartawan Dilarang Meliput Sejumlah petugas kepolisian melarang awak media ketika meliput kegiatan sertijab Kapolres Solok Kota, AKBP Susmelawati Rosya kepada mantan Kanit II Subdit IV Dittipid Narkoba Bareskrim Polri, AKBP Dony Setiawan di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Mapolda Sumbar, Senin (5/6) pagi. IST.

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Tidak biasanya pergantian perwira menengah (pamen) di lingkungan Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) tertutup bagi Wartawan yang hendak meliput mutasi perwira yang dikeluarkan Kapolri melalui Surat Telegram (ST) nomor : ST/1408/VI/2017 tanggal 2 Juni 2017.

Jabatan Kapolres Solok Kota yang selama setahun belakangan dijabat oleh AKBP Susmelawati Rosya akan dilanjutkan oleh penggantinya AKBP Dony Setiawan yang sebelumnya menduduki posisi sebagai Kanit II Subdit IV Dittipid Narkoba Bareskrim Polri dan Dir Pam Obvit Polda Sumbar dari Kombes Pol Dede Alamsyah yang digantikan Kombes Pol Agus Krisdiyanto, sebelumnya dari Kabag Bingadik Setukpa Mabes Polri. Kegiatan sertijab digelar di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Mapolda Sumbar lantai 4, Senin (5/6) pagi sekitar pukul 10.00 WIB.

Baca Juga : Sudah Pulang ke Rumah, Korban Serangan Beruang di Sijunjung Berangsur Membaik

Pantauan Haluan di Polda Sumbar, sejumlah awak media yang hendak menuju ruangan untuk meliput acara sertijab tersebut langsung dihalangi oleh beberapa anggota berpakaian baju putih dan berbaju polisi. Para polisi tersebut menyebutkan, bahwa kegiatan kemarin tertutup dan tidak boleh diliput. "Silahkan hubungi humas," kata anggota polisi tersebut singkat.

Saat wartawan menanyakan kenapa acara tersebut tidak boleh diliput, ternyata anggota polisi yang berjaga di sana mengatakan sudah perintah dari Kapolda. Sesuai dengan pernyataan polisi itu, belasan wartawan menunggu Kasubbid Penmas Polda Sumbar di ruang Humas Polda Sumbar di lantai 1. Lebih kurang 15 menit kemudian, Kasubbid Penmas Polda Sumbar AKBP Nina Martini tiba di ruang Bid Humas untuk menemui awak media.

Baca Juga : Pastikan Listrik Aman Saat Lebaran, PLN Sumbar Gelar Vicon dengan Jajaran

Nina Martini menjelaskan, acara sertijab tersebut memang dilaksanakan tertutup bagi wartawan, karena usai sertijab langsung digelar video konferensi (vikon) dengan Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto di ruangan yang sama. "Acara kali ini memang tertutup. Sebab, usai sertijab kami langsung melaksanakan vikon tentang bahan-bahan pokok di Sumbar," kata Nina kepada wartawan.

Dari hasil vikon tersebut, lanjut Nina, bahwa bahan pokok di daerah Sumbar terpantau aman dan tidak ada gejolak kenaikan harga yang signifikan. "Untuk kondisi bahan pokok di Sumbah masih aman," ungkapnya. 

Dirinya menyebutkan terkait kasus dr. Fiera Lovita, saat ini dalam proses hukum oleh Polres Solok. Dia mengatakan, kepolisian sedang melakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terhadap saksi-saksi . Termasuk dr. Fiera Lovita, akan di-BAP.

"Saat ini ada sekitar lebih kurang 11 orang yang akan diperiksa termasuk juga dr. Fiera Lovita akan di-BAP nantinya," jelasnya.

Polisi wanita (Polwan) ini menegaskan, saat ini belum terjadi kasus persekusi tersebut di Kota Solok, seperti yang diungkapkan dr. Fiera Lovita. "Kita tunggu sajalah bagaimana proses hukumnya. Yang jelas saat ini polisi sedang melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut," ungkapnya.

Dia membantah mutasi Kapolres Solok terkait lambatnya penanganan dugaan kasus persekusi tersebut. Menurutnya, mutasi tersebut hal yang biasa dilakukan jajaran pejabat di lingkungan Polda Sumbar. “Saya tidak bisa berkomentar mengenai pergantian Kapolres Solok Kota itu karena ada hubungannya dengan tindakan persekusi yang dialami oleh dr Fiera Lovita atau tidak, yang jelas setiap anggota Polri itu harus siap ditempatkan dimana saja di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan kapanpun oleh pimpinan. Terkait mutasi oleh Kapolri kepada Kapolres Solok Kota akibat tindakan persekusi tersebut, saya tidak bisa berkomentar lebih lagi,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, tindakan persekusi diduga dialami oleh seorang dokter yang bertugas di RSUD Kota Solok bernama Fiera Lovita. Ia mengklaim mendapatkan intimidasi dari kelompok yang mengatasnamakan kelompok Front Pembela Islam (FPI), tak lama usai ia membuat sebuah postingan di akun media sosial facebook miliknya mengenai kaburnya Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab ke luar negeri, dalam kasus obrolan amoral dengan sebuah perempuan bernama Firza Husein.

Kasus Fiera Lovita sendiri sejatinya sudah selesai dan kedua belah pihak telah membuat surat pernyataan perdamaian yang disaksikan oleh kedua belah pihak dan juga dari pihak kepolisian, dalam hal ini, Kapolres Solok Kota, AKBP Susmelawati Rosya, Kapolsek Solok Kota, Kompol Darto, dan jajaran direksi RSUD Kabupaten Solok pada 23 Mei 2017 lalu.

Namun, kasus persekusi terhadap Fiera dengan mengambil langkah perdamaian membuat Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian merasa tidak puas, kemudian melakukan pergantian terhadap Kapolres Solok Kota, AKBP Susmelawati Rosya karena dianggap tidak bisa menangani perkara tindakan main hakim sendiri oleh masyarakat tersebut.

Menanggapi peristiwa persekusi ini, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menegaskan sudah beberapa kali menegur Kapolda Sumatera Barat Irjen Fakhrizal untuk melindungi warganya dari tindak persekusi. Tito menambahkan, jika Kaporesta Solok tak mampu menghadapi sekelompok massa yang melakukan persekusi, dia tak segan mencopot kapolres.

"Di Solok, saya beberapa kali menegur kapoldanya untuk melindungi warganya dari persekusi. Kalau saya nilai Kapolres Solok lemah, ya saya ganti dengan yang berani dan tegas," ujar Tito seperti dilansir dari detik.com.

Polisi wanita (Polwan) yang memimpin Kota Solok dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di daerah penghasil beras itupun akhirnya resmi dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh mantan Kanit II Subdit IV Dittipid Narkoba Bareskrim Polri, AKBP Dony Setiawan. Susmelawati sendiri mendapatkan posisi baru sebagai Kabagwatpers Biro SDM Polda Sumbar, sesuai dengan Surat Telegram (ST) Kapolri nomor : ST/1408/VI/2017.

Menanggapi pergantian tersebut, Kapolda Sumbar, Irjen Pol Fakhrizal melalui Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Sumbar, AKBP Nina Martini saat dihubungi Haluan, Minggu (3/6) pagi mengatakan bahwa pergantian posisi jabatan dan pimpinan di instansi Polri merupakan hal yang biasa dan wajar. Nina mengatakan bahwa, segala keputusan itu ada di tangan pimpinan. (h/mg-adl)

 

Editor: Rivo Septi Andries

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]