Konsumen Mulai Berdatangan, Penjahit Pakaian Mulai Bergairah


Selasa, 06 Juni 2017 - 11:12:09 WIB
Konsumen Mulai Berdatangan, Penjahit Pakaian Mulai Bergairah Edy, pelaku usaha menjahit dengan merek “Edy Tailor” di Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman dengan latar pakaian yang sudah selesai dijahit menunggu diambil pemiliknya. TRISNALDI.

PADANG PARIAMAN, HARIANHALUAN.COM--Sejumlah pelaku usaha menjahit pakaian di Kampung Dalam Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Kabupaten Padang Pariaman, mulai bergairah. Pasalnya, memasuki pekan kedua Ramadan ini pesanan menjahit pakaian berdatangan.

“Omzet jahitan mulai bertambah pula dalam minggu ini bila dibanding hari-hari sebelumnya yang terasa sepi," kata Edy Balah, seorang penjahit di daerah setempat kepada Haluan, Jumat (2/6).
Edy yang memiliki usaha jahit dengan bendera “Edy Tailor” menyebutkan, pertambahan jahitan itu masih fluktuasi, jumlahnya juga belum banyak. Namun sudah tetap setiap hari mendapat pesanan. Misalnya dalam sehari ada tiga atau dua konsumen yang datang minta dijahitkan pakaian.

Baca Juga : Dilema Penjual Telur Gulung di Padang saat Pandemi Covid-19

Menurut Edy, usaha menjahit ini sudah dilakoninya bertahun-tahun. Edy tak hanya menerima upah menjahit saja, tetapi juga menyediakan bahan dasar untuk celana panjang. Hal itu dapat dilihat dari sejumlah bahan celana yang bergantungan di dalam kedainya.

“Konsumen di sini tak hanya minta dijahitkan pakaian, tetapi juga bisa mendapatkan bahan celana di sini,” katanya.

Baca Juga : Malamang, Tradisi Lebaran yang Tak Dimakan Waktu

Awalnya, bahan dasar celana yang disediakannya itu hanya dilirik saja oleh calon pembeli atau sekedar melihat-lihat saja. Tapi setelah cukup lama, mereka mulai membelinya. Hal ini tak terlepas dari kualitas bahan dasr yang ditawarkannya cukup bagus.

Usaha menjahitnya juga semakin bergairah. Jika dulu dia membutuhkan sejumlah tenaga tukang jahit untuk membantunya, tetapi kini tidak lagi. Seminggu sebelum puasa, pihaknya mendatangkan mesin jahit untuk mempercepat kelancaran usahanya.

Soal upah jahitan, menurut Edy, masih standar hanya Rp150 ribu/stel. Ke depan, diharapkan semakin banyak konsumen yang meminta dijahitkan pakaian.
Namun penjahit lainnya, Anas, mengaku masih sepi pesanan jahitan. Menurutnya, pesanan untuk menjahit pakaian diperolehnya, namun jumlahnya masih terbatas jika dibanding sepekan Ramadan tahun lalu.

“Pesanan yang datang tidak banyak. Masih sedikit jika dibanding tahun lalu saat sepekan puasa, pesanan pakaian yang akan dijahit sudah menumpuk. Kini hanya satu dua saja. Tapi jadilah, gairah melakoni usaha ini tetap tumbuh karena ini keahlian saya,” kata dia.

   Soal upah jahit, menurutnya juga masih standar, menurut harga pasar saja. Yang penting tidak rugi. (h/tri).
 

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]