Masyarakat Harapkan Normalisasi Batang Pinti Kayu


Senin, 12 Juni 2017 - 11:33:40 WIB

SOLOK SELATAN, HALUAN - Masyarakat Nagari Pakan Rabaa Timur, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh (KPGD) berharap normalisasi Batang Pinti Kayu. Keinginan masyarakat itu disampaikan Walinagari setempat, Yaldison ketika menyambut rombongan Tim Safari Ramadan (TSR) kabupaten di Masjid Nurul Yaqin, Jorong Ladang Kongsi.

"Dipastikan tiap tahun banjir selalu melanda lima jorong di Kanagarian Pakan Rabaa Timur yang mengakibatkan sawah warga gagal panen sehingga kami berharap adanya normalisasi sungai," katanya saat sambutan TSR.

Setidaknya, imbuhnya tiap tahun warga di lima jorong itu menderita kerugian sekitar tiga ton beras atau 30 ribu padi. Adapun lima jorong tersebut, Pinti Kayu Gadang, Ladang Kongsi, Ayia Karuah, Tanjung Nan Ampek dan Jorong Pasia Panjang. "Selain itu banjir juga mengakibatkan beralihnya pematang sawah warga," lanjutnya.

Kemudian, terkait kebutuhan listrik, katanya masih ada satu jorong di Kanagarian Pakan Rabaa Timur yang belum dialiri listrik. "Jorong Batuang Bajaweh masih ada sekitar 20 kepala keluarga yang belum menikmati listrik. Kita berharap ke depan kebutuhan warga di sana akan listrik bisa teratasi," sebutnya.

Selanjutnya, terkait akses jalan sekitar 2 km yang masih jalan setapak menghubungkan Nagari Pakan Rabaa Timur dengan Pakan Rabaa Utara.

"Untuk peningkatan akses jalan itu belum bisa terakomodir oleh dana desa sebab diperkirakan memakan biaya kisaran Rp 8 miliar jika dilakukan pengaspalan atau rabat beton. Kami meyakini apabila jalan tersebut lancar maka akan berdampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat," tambahnya.

Camat KPGD, Syahrul berharap prediket nagari tertinggal harus bisa berubah menjadi nagari maju. Untuk itu perlu sinergi dan kerja sama semua pihak.

"Hal ini tentu dengan usaha semua pihak mulai dari tingkat jorong sampai kabupaten. Kalau dari kecamatan kami selalu mendukung upaya ini. Baru saja dilantik sekitar tiga bulan belakangan, saya sudah kali kesembilan berkunjung ke sini," katanya.

Ia juga mengingatkan agar generasi penerus di nagari untuk menghindari kegiatan yang bersifat negatif. "Pengawasan orangtua dan tokoh masyarakat dan ninik mamak sangat diharapkan. Apalagi terkait narkoba, jangan pernah terniat untuk coba-coba karena akan berdampak negatif dalam jangka panjang yang bisa menjadikan masa depan suram. Narkoba merupakan benda yang tidak sesuai dengan kebiasaan kita, tidak akan membuat derajat manusia terangkat olehnya malah sebaliknya masa depan hancur," ungkapnya.

Asisten I Bidang Pemerintahan Sekdakab Solsel, Fidel Efendi mengatakan, pihaknya selaku perpanjangan tangan kepala daerah akan mencatat dan menyerap semua aspirasi masyarakat untuk disampaikan dan ditindaklanjuti.

"Momentum ini merupakan upaya menjalin silaturahmi antara Pemkab dan masyarakat jika komunikasi baik pembangunan terwujud. Keluhan warga di sini nanti akan kita sampaikan ke pada pimpinan," katanya.

Ia menambahkan, investasi keuangan pemerintah melalui dana desa untuk Nagari se Solsel pada 2014 sebesar Rp600 miliar, pada 2015 sebesar Rp701 miliar, pada 2016 Rp863 miliar dan pada tahun ini sebesar Rp815 miliar.

"Investasi tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah dalam peningkatan ekonomi dan infrastruktur di nagari. Tidak hanya berupa pembangunan fisik tapi juga bentuk pemberdayaan masyarakat desa," katanya.

Di samping itu, dalam mewujudkan visi dan misi Kabupaten Solsel, imbuhnya, Pemkab Solsel akan mendirikan masjid agung di Solsel yang berlokasi di Sungai Lambai, Sangir.

"Didirikan dengan alokasi sekitar Rp55 miliar dan terletak di pusat kabupaten yang diharapkan juga menjadi simbol wisata religi oleh semua masyarakat. Lokasinya cukup strategis karena berada di hamparan perkebunan teh dan dengan latar belakang Gunung Kerinci," tandasnya.

Di samping itu, katanya juga diberikan pelatihan ulama, dai se-Solsel dan pelatihan guru MDA serta bantuan guru agama dan imam masjid.

"Wirid pengajian di tiap masjid kembali dihidupkan. Pemkab Solsel juga memberikan bantuan untuk masjid. Bupati sangat berharap dukungan dan doa masyarakat Solsel agar semua visi dan misi pemkab terwujud dalam menyejahterakan dan religius masyarakat. Mari bersama bangun Solsel dengan memprioritaskan peningkatan ekonomi kreatif," ucapnya.

Terakhir, Fidel menyampaikan sekaitan diterimanya prediket opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) kepada Pemkab Solsel untuk pertama kalinya semenjak Kabupaten Solsel berdiri. Sehingga Pemkab Solsel akan mengadakan syukuran bersama anak yatim di kantor bupati pada 14 Juni 2017.

"WTP merupakan penghargaan tertinggi dari BPK kepada pemerintah daerah yang dengan baik mengelola aset dan keuangan daerah di tiap organisasi perangkat daerah sesuai laporan kinerja keuangan daerah. Untuk itu kami meminta kehadiran bersama dalam acara syukuran nanti," tutupnya. (h/jef)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]