Bulog Siap Tampung Bawang Merah Solok, Senator Asal Sumbar Penuhi Asa Petani


Selasa, 13 Juni 2017 - 23:29:28 WIB
Bulog Siap Tampung Bawang Merah Solok, Senator Asal Sumbar Penuhi Asa Petani Senator DPD RI asal Sumbar Nofi Candra memaparkan kronologis pertemuan dan berbagai persoalan yang dihadapi petani bawang dihadapan Bulog dan perwakilan kementan RI.

AROSUKA, HARIANHALUAN.COM—Anjloknya harga bawang merah di pasaran membuat petani bawang merah Alahan Panjang Kabupaten Solok yang selama ini menjadi sentra penghasil bawang merah untuk wilayah Sumatera terpekik.

 

Para petani yang sempat mendengar janji manis menteri pertanian Andi Amran Sulaiman yang akan menjaga stabilitas hargapun akhirnya menuntut kepastian dipenuhinya janji tersebut.

 

Difasilitasi anggota DPD RI asal Sumbar yang juga duduk di Komite II H.Nofi Candra, jeritan para petani bawang di daerah itu akhirnya memunculkan harapan baru. Senator muda yang akrab dengan dunia pertanian tersebut, Senin (12/6) memboyong pejabat terkait seperti direktorat jenderal Holtikultura Kementan, perum Bulog serta ketua Komite II DPD RI yang juga membidangi masalah Pertanian Parlindungan Purba untuk datang dan berdiskusi mendengar keluh kesah petani bawang merah Solok.

 

 

Di areal pertanian sentra pengembangan bawang merah "Central Park" Bukit Cambay Alahan Panjang, rombongan dari pusat ini disambut oleh wakil Bupati Solok Yulfadri Nurdin bersama Kadis Pertanian dan perwakilan para petani dan pelaku usaha perdagangan bawang merah.

 

Para petani yang semulanya  terpekik akibat harga komoditi bawang merah yang terjun bebas, akhirnya menemui titik terang setelah Badan Urusan Logistik (Bulog) menyatakan siap menampung Bawang Merah Solok dengan harga Rp 15.000 perkilo.

 

“ Kami akan membeli, tetapi dengan catatan, harga berdasarkan kualitas bawang dan transaksinya harus dibawah kendali tim pengawas komoditi bawang yang dibentuk oleh pemerintah, “ ujar Direktur Utama Perum Bulog diwakili Direktur Pengadaan Tri Wahyudi Saleh.

 

Meski terkesan pasrah dengan kehendak petani. Namun Tri Wahyudi Saleh menyampaikan alasan bahwa Bulog sebenarnya tidak serta merta dapat menampung hasil produksi petani. Masalahnya selain karena status bulog merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menurut aturan memikirkan soal profit dan sebagai koorporasi.

 

 


Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 21 Mei 2020 - 22:58:34 WIB

    Erick Siapkan Rencana Gabungkan Bulog dengan 2 BUMN

    Erick Siapkan Rencana Gabungkan Bulog dengan 2 BUMN HARIANHALUAN.COM - Menteri BUMN Erick Thohir menyiapkan rencana penggabungan Perum Bulog dengan PTPN dan RNI. Tujuannya untuk melakukan konsolidasi BUMN pangan di tengah masih banyak Indonesia pada ketergantungan impor pangan.
  • Kamis, 07 Mei 2020 - 18:03:47 WIB

    Dear Masyarakat, Punya Info Harga Gula Selangit? Silahkan Lapor ke Bulog Sumbar

    Dear Masyarakat, Punya Info Harga Gula Selangit? Silahkan Lapor ke Bulog Sumbar PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19, Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) Sumbar memastikan stok gula pasir saat bulan ramadhan masih mencukupi. Bahkan saat ini, Bulog ter.
  • Senin, 13 April 2020 - 18:58:46 WIB

    Bulog Sumbar Sediakan Paket Sembako Ramadhan, Ini Cara Mendapatkannya

    Bulog Sumbar Sediakan Paket Sembako Ramadhan, Ini Cara Mendapatkannya PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Badang Usaha Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) Sumbar terus berupaya untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan ketersediaan pangan bagi masyarakat yang terimbas lonjakan harga jelan.
  • Ahad, 12 April 2020 - 12:08:10 WIB

    Di Tengah Pandemi Corona, Bulog Sumbar Siap Jual Gula Rp12.500 per Kg

    Di Tengah Pandemi Corona, Bulog Sumbar Siap Jual Gula Rp12.500 per Kg PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Badan Usaha Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) Sumbar memastikan pasokan gula untuk seluruh masyarakat di provinsi itu aman. Stok gula yang ada di perusahaan plat merah sektor pangan tersebut.
  • Kamis, 09 April 2020 - 14:47:20 WIB

    Anggota DPR ke Dirut Bulog: Tak Ada Gula 1 Kg pun di Aceh

    Anggota DPR ke Dirut Bulog: Tak Ada Gula 1 Kg pun di Aceh JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Komisi IV DPR RI menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) guna membahas mengenai penyerapan cadangan beras pemerintah (CBP) dan ketersediaan pang.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]