MENJALANI PROSES HUKUM

Basko: Biarlah Pengadilan Menilai


Selasa, 04 Juli 2017 - 10:59:37 WIB
Basko: Biarlah Pengadilan Menilai Basrizal Koto

PADANG, HARIANHALUAN.COM – CEO Basko Group H. Basrizal Koto mengaku berbesar hati menjalani segala proses hukum dugaan pemalsuan surat yang tengah bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Padang. Ia mengaku tidak mencemaskan apa pun, karena meyakini telah menempuh jalur yang benar.

Hal itu ia sampaikan saat bertatap muka dengan seluruh karyawan di bawah naungan Basko Group, dalam halalbihalal selepas Lebaran 1438 Hijriah, di Basko Hotel, Senin (3/7), sehari sebelum sidang pembacaan putusan sela yang dijadwalkan 4 Juli 2017 (hari ini).

Alhamdulillah kita bisa menggelar silaturahmi ini. Akhir-akhir ini saya memang sering ke Padang untuk menjalani proses persidangan. Syukurnya, kita jadi sering silaturahmi,” kata Basko.

Basko menjelaskan, jalur hukum yang ia tempuh dalam kasus dugaan pemalsuan surat, atau tepatnya pemalsuan tanda tangan yang dilaporkan salah seorang karyawan PT Kereta Api Indonesia, adalah jalur yang benar. Tidak mengambil jalan pintas, sehingga ia meyakini keadilan akan datang dengan sendirinya.

“Apa lagi yang saya harapkan selain hukum itu tegak, lurus, dan adil. Kalau keadilan itu ada, insyaallah saya yakin saya masih di jalan yang benar,” katanya lagi.

Agar tak terjadi simpang siur dugaan di kalangan karyawannya, Basko menyempatkan diri menceritakan kilas balik kejadian yang membuat dirinya berurusan dengan hukum pidana, yang justru terjadi dalam sengketa lahan, yang sepengetahuannya sangat jarang diselesaikan melalui jalur hukum pidana.

Basko bercerita, pada tahun 1991, ia dan sembilan pengusaha Sumbar yang lain yang berkiprah di perantauan, diundang oleh Gubernur Sumatera Barat saat itu, Hasan Basri Durin. Dia adalah undangan dengan usia termuda di antara 10 undangan gubernur lainnya.

“Tujuan Gubernur mengundang kami saat itu, untuk membangun kampung halaman. Untuk saya sendiri, saya ditawari tanah sekitar 1,2 hektare untuk membuat usaha yang bisa menjaring tenaga kerja, dan bisa ikut mendorong laju perekonomian di Sumbar. Tanah itulah tempat berdirinya Basko Grand Mall dan Basko Hotel sekarang ini,” katanya lagi.

Ia menjelaskan, saat itu di bagian belakang tanah berdiri beberapa rumah, sedangkan tanah tersebut tercatat sebagai milik PT Pembangunan Padang. Ia pun setuju untuk membeli tanah itu, luasnya 8.585 meter dan semuanya bersertifikat hak milik (SHM).

Kemudian, Wali Kota Padang saat itu mengusulkan agar Basko juga sekalian membebaskan lahan di belakang tanah tersebut, di mana di sana berdiri sekitar 8 unit rumah penduduk.

“Tanah ini bukan tanah tempat hotel dan mall, tapi tempat parkiran di belakang sekarang. Semula saya takut dengan usulan walikota, karena takutnya itu tanah ulayat. Tapi, Pak Wali bilang akan bantu dengan membentuk Tim 9, termasuklah di dalamnya dari BPN, Camat, dan Lurah. Setelah tanah ini digodok, dipastikan ini tanah negara. Akhirnya saya bebaskan bangunan di atas tanah itu kepada pemiliknya masing-masing melalui camat setempat,” lanjutnya.

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 11 Juli 2016 - 01:01:09 WIB

    Basko: Pak Hasan dan Kisah Minang Plaza

    Basko: Pak Hasan dan Kisah Minang Plaza Lama saya tercenung membaca info di Group WA (WhatsApp) yang mengabarkan Pak Hasan Basri Durin (HBD) meninggal dunia pukul 00.30 WIB, Sabtu 9 Juli 2016 di Jakarta. Pikiran dan hati saya berkecamuk. .
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]