MENJALANI PROSES HUKUM

Basko: Biarlah Pengadilan Menilai


Selasa, 04 Juli 2017 - 10:59:37 WIB
Basko: Biarlah Pengadilan Menilai Basrizal Koto
Setelah itu, Basko mendapat usulan untuk mensertifikatkan saja tanah tersebut. Setelah berkonsultasi dengan Badan Pertanahan Negara (BPN) untuk memastikan status tanah. Basko mantap membeli tanah tersebut seharga Rp805.000 per meter yang dibayarkan melalui Bank Nagari.

Namun kemudian pada tahun 2011, pihak PT KAI menggugat hak atas tanah yang dibeli haknya oleh Basko tersebut. PT KAI menggugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Padang, untuk membatalkan sertifikat yang dimiliki Basko. Tapi, usaha PT KAI mental setelah di tingkat Mahkamah Agung gugatan PT KAI itu ditolak.

“Bukti putusan itu saya sudah serahkan ke penyidik, tapi entahlah kemana muaranya bukti itu. Nyatanya saya saat ini ditersangkakan dan bersidang di pengadilan dengan dugaan pemalsuan surat atau tanda tangan. Baru kali ini saya tahu ada kasus soal tanah sampai ke ranah pidana, dan itu terjadinya di kampung saya sendiri,” katanya lagi.

Meskipun demikian, Basko mengaku tidak gentar menempuh jalur hukum, karena merasa dirinya tidak pernah melakukan pelanggaran dalam mengurus sertifikat atas tanah tersebut. Ia justru heran, mengapa bisa di saat PT KAI belum membuktikan kepemilikan atas objek tanah, malah bisa membuat laporan tentang penyerobotan tanah oleh Basko.

“Saya selalu bilang pada anak saya, orang-orang terdekat, dan beberapa teman serta karyawan. Saya tidak malu melewati proses hukum ini. Saya tidak korupsi, tidak merugikan siapa pun. Buat apa saya malu. Saya merasa saya sudah melakukan tindakan yang benar. Justru saya sebenarnya heran dan sempat berpikir, jangan-jangan ini konspirasi untuk menakut-nakuti orang lain, yang juga mengambil manfaat secara sah di atas tanah negara,” tukasnya. (h/isq)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 11 Juli 2016 - 01:01:09 WIB

    Basko: Pak Hasan dan Kisah Minang Plaza

    Basko: Pak Hasan dan Kisah Minang Plaza Lama saya tercenung membaca info di Group WA (WhatsApp) yang mengabarkan Pak Hasan Basri Durin (HBD) meninggal dunia pukul 00.30 WIB, Sabtu 9 Juli 2016 di Jakarta. Pikiran dan hati saya berkecamuk. .

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]