Takut Diusir, Maizirwan Suruh sang Kekasih Aborsi


Selasa, 04 Juli 2017 - 20:15:36 WIB
Takut Diusir, Maizirwan Suruh sang Kekasih Aborsi Maisirizal dan Marini Chandra (berkas terpisah) menjalani persidangan kasus aborsi yang mengakibatkan korban meninggal dunia, di Pengadilan Negeri Padang, (4/7). Yuhendra

PADANG, HARIANHALUAN.COM--Tiga kali berhubungan suami-istri, sang kekasih pun diketahui hamil. Dan karena tak ingin malu serta takut diusir orangtuanya, membuat Maizirwan (32), nekat menyuruh pacarnya, Hesty Reza meminum obat penggugur janin (aborsi). Naas, sang kekasih pun tewas bersama calon bayi yang ada dalam rahim.

Kronologis kematian Hesty Reza terungkap dalam dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri (PN) klas  1 A Padang, Selasa (4/7).

Kejadian bermula saat menelpon Marini Chandra (berkas terpisah) yang merupakan apoteker untuk menanyakan pil kastrul adalah obat yang bisa menggugurkan kandungan.

Setelah ditemukan, terdakwa membeli sebanyak 5 butir kastrul, perbutirnya seharga Rp 40 ribu. Setelah pil berada ditangannya, terdakwa menyuruh kekasihnya itu mengkosumsi pil tersebut.

Setelah dikosumsi, Hesty hanya mengalami pendarahan biasa. Kemudian terdakwa kembali memesan kastrul 8 butir lagi kepada temannya pada 31 Desember dan kedelapan butir kastrul tersebut dikonsumsi oleh hesty. Keesokan harinya, Hesty mengalami pendarahan seperti biasa dan nyeri pada perutnya.

Melihat Hesty merintih menahan sakit, terdakwa kembali menelpon temannya tentang keadaan Hesty. Namun temannya menyarankan untuk membeli obat untuk menghilangkan rasa nyeri yang bermerk Sopus dengan memasukkan obat itu kedalam anus Korban.

Kemudian pada tanggal 3 januari 2017, terdakwa mengajak korban untuk berobat ke RSUP M. Djamil Padang. Namun, tidak jadi dan akhirnya mereka sepakat pergi ke Bukit Tinggi pada hari itu juga. Sesampai di sana, kedua menuju rumah Mutia (teman terdakwa) untuk menginap dikawasan Padang Luar.

Mutia menyarankan untuk berobat ke Dr. Masrizal. Saat itu, korban menceritakan keadaannya bahwa ia kelelahan dan telah mengalami keguguran, dr Masrizal menyarankan kepada Hesty untuk dikuret. Namun, Hesty menolak dan meminta dr untuk memberi obat saja, dokter memberi obat untuk 5 hari serta berpesan kalau terjadi apa-apa cepat kembali kesini.

Singkatnya, pada tanggal 4 januari 2017, korban mengalami kejang-kejang dan kiranya kesurupan. Mutia pun mengajak Hesty kerumah seorang buya. Namun, buya tersebut menyarankan membawa ke rumah sakit karena korban tidak kesurupan.

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]