HAKIM BACAKAN PUTUSAN SELA UNTUK BASKO

Sidang Berlanjut ke Ranah Pembuktian


Rabu, 05 Juli 2017 - 11:25:28 WIB
Sidang Berlanjut ke Ranah Pembuktian Basrizal Koto

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Padang memutuskan malanjutkan pemeriksaan kasus dugaan pemalsuan surat, yang dilakukan oleh CEO Basko Group H. Basrizal Koto, yang diadukan oleh seorang karyawan PT KAI kepada aparat penegak hukum (APH). Hakim meminta baik jaksa penuntut umum (JPU) maupun pihak Basko, untuk membuktikan keyakinan akan kebenaran masing-masing di persidangan selanjutnya.

 

Keputusan itu ditetapkan hakim dalam putusan sela yang dibacakan di PN Padang, Jalan Rasuna Said, Padang, Selasa (4/7). Majelis hakim yang diketuai Sutedjo dengan hakim anggota Agnes dan R Ari Muladi menjadwalkan sidang pemeriksaan saksi-saksi pada Kamis 13 Juli mendatang.

 "Dengan putusan ini, baik jaksa atau tersangka harus "bertarung" dulu untuk membuktikan kebenaran masing-masing. Karena, eksepsi yang diajukan penasihat hukum (PH) tersangka tidak sesuai dengan ketentuan Pasal 156 ayat (1) KUHAP (Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana)," kata Sutedjo di ruang sidang PN Padang.

 Dalam nota putusan sela, hakim menjelaskan bahwa keberatan yang diajukan H. Basrizal Koto atau Basko melalui nota eksepsi, tidak dapat diterima, sehingga pemeriksaan terhadap kasus itu di pengadilan dengan tujuan pembuktian harus ditempuh. Selain itu, hakim juga memutuskan menangguhkan biaya sidang hingga kasus tersebut selesai disidangkan.

 Poin-poin keberatan Basko yang ditolak hakim antara lain, keberatan atas dakwaan yang dinilai mengandung cacat formil atau kekeliruan beracara (error in procedure), karena dibuat berdasarkan berkas perkara yang mengandung kekeliruan, yang dibuat oleh penyidik. Selain itu Basko juga menilai dakwaan harus dibatalkan karena beberapa hal seperti soal legal standing pelapor, soal terjadinya error in persona, dan error in objecto, seluruhnya ditolak hakim.

 Sebelumnya dalam eksespsi, Dr Fachmi SH, MH dkk selaku Penasihat Hukum (PH) Basko menjelaskan, dakwaan dinilai cacat formil karena seharusnya kasus yang diawali dengan tuduhan PT KAI bahwa Basko melakukan penyerobotan tanah milik PT KAI, mesti ditempuh melalui jalur perdata, bukan melalui jalur pidana. Selain itu, soal legal standing pelapor, diketahui bahwa yang melaporkan kasus pemalsuan surat ke pihak berwajib adalah karyawan PT KAI yang tidak dibekali kuasa oleh PT KAI.

 Sedangkan untuk error in persona, pengacara yang juga mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumbar itu menilai, bahwa pihak yang mestinya dituntut adalah Badan Pertanahan Nasional (BPN), yang menyatakan keabsahan status tanah yang dimaksud PT KAI sebagai tanah Negara, sehingga Basko pun berani membelinya kepada Negara, dan menjadi awal mula tuduhan pemalsuan surat pembelian oleh Basko sebagaimana yang disangkakan jaksa. "Bagaimana pun kami hormati putusan hakim untuk melanjutkan pemeriksaan kasus ini. Tidak masalah, kami akan buktikan kebenarannya melalui keterangan para saksi nanti," kata Fachmi.

 Hal senada juga disampaikan Basko sendiri. Menurutnya, ketetapan hakim untuk melanjutkan pemeriksaan terhadap dirinya akan ia tempuh sesuai prosedur yang berlaku. Tanpa ada niat sedikit pun menempuh jalur penyelesaian lain yang akan membuat jatuhnya marwah hukum di mata publik. "Diminta membuktikan di pemeriksaan, tentu tidak masalah. Seperti saya katakan berulang-ulang, saya ingin selesaikan kasus ini hingga akhir persidangan demi mencari kebenaran dan keadilan. Saya tidak akan menyelesaikan ini di tengah-tengah, apalagi lewat jalan-jalan yang akan menodai kehormatan upaya penegakan hukum. Hakim bilang lanjut, ya lanjut," katanya seusai persidangan.

 Pada sidang mendatang, majelis hakim PN Padang meminta Raadi Oktia N dkk selaku jaksa penuntut umum dalam kasus ini, untuk menghadirkan saksi-saksi yang berkaitan dengan adanya dugaan pemalsuan surat yang dilakukan oleh H. Basrizal Koto. Dalam dakwaan, jaksa menilai Basko melakukan perbuatan pelanggaran pemalsuan surat atau tanda tangan, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 263 ayat (1) KUHP, atau dakwaan kedua, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 263 ayat (2) KUHP. (h/isq)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 18 Desember 2019 - 10:59:12 WIB

    Novel Baswedan Beberkan Teror Air Keras di Sidang PBB

    Novel Baswedan Beberkan Teror Air Keras di Sidang PBB ABU DHABI, HARIANHALUAN.COM - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, menghadiri rangkaian konferensi negara-negara pihak penandatanganan konvensi PBB melawan korupsi atau Conference of State Parties (CoS.
  • Senin, 09 Desember 2019 - 23:11:58 WIB

    Sidang Genosida Muslim Rohingya Digelar Besok, Aktivis HAM: Boikot Myanmar!

    Sidang Genosida Muslim Rohingya Digelar Besok, Aktivis HAM: Boikot Myanmar! DEN HAAG, HARIANHALUAN.COM- Para aktivis hak asasi manusia (HAM) internasional serta pendukung muslim Rohingya, menyerukan boikot global terhadap Myanmar, menjelang sidang di Pengadilan Internasional (ICJ) di Den Haag, Beland.
  • Rabu, 12 Juni 2019 - 23:06:23 WIB

    Mantan Kepala SMA 1 Sungai Limau Jalani Sidang Perdana Kasus Pungli

    Mantan Kepala SMA 1 Sungai Limau Jalani Sidang Perdana Kasus Pungli PADANG, HARIANHALUAN.COM – Diduga melakukan tindak pidana berupa pungutan liar (pungli), terhadap para siswa kelas 12, mantan Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman, Zulkaram (52.
  • Rabu, 12 Juni 2019 - 20:26:45 WIB

    Diduga Lakukan Pungli, Mantan Kepala SMA N 1 Sungai Limau Jalani Sidang

    Diduga Lakukan Pungli, Mantan Kepala SMA N 1 Sungai Limau Jalani Sidang PADANG, HARIANHALUAN.COM- Diduga melakukan tindak pidana berupa pungutan liar (pungli), terhadap para siswa kelas 12. Mantan Kepala Sekolah (Kepsek) Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Sungai Limau, Kabupaten Padangpariaman, Zulkara.
  • Rabu, 27 Maret 2019 - 15:37:28 WIB

    Atlet Silat Jalani Sidang Pembunuhan Perdana di Padang

    Atlet Silat Jalani Sidang Pembunuhan Perdana di Padang PADANG, HARIANHALUAN.COM—Terdakwa Yandrizal (25) yang berprofesi sebagai atlet silat harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum, setelah diseret sebagai terdakwa untuk kasus pembunuhan terhadap korban Rio Ok.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]