Soal Dalisman, PKS Tunggu Putusan Hakim


Rabu, 05 Juli 2017 - 11:29:37 WIB
Soal Dalisman, PKS Tunggu Putusan Hakim Ilustasi/Haluan

PAINAN, HARIANHALUAN.COM – Anggota DPRD Kabupaten Pessel, Dalisman yang terkait dugaan kasus korupsi penerimaan gaji ganda masih menjalani proses hukum di Kejari setempat. Namun, secara kepartaian, belum ada tindakan terhadapnya.

Salah satu konstituen PKS di Kecamatan Sutera, Rustam Datuak Malintang Bumi berharap, partai tempat Dalisman bernaung bisa menentukan sikap terkait status anggota DPRD Pessel Dapil III itu.

"Karena penahanannya sudah cukup lama, banyak aspirasi masyarakat yang diwakilinya tidak tersalur. Ini jelas sangat merugikan masyarakat yang diwakilinya," ujarnya.

Menanggapi ini, Ketua DPD PKS Pessel, Feby Rikli ketika mengatakan bahwa pihaknya saat ini memang belum menentukan sikap terkait tindakan yang akan dilakukan terhadap kadernya itu, karena memang masih menunggu keputusan tetap dari pengadilan.

"Partai akan menentukan sikap terhadap Dalisman yang saat ini tengah dilakukan penahanan oleh Kejaksaan, apabila telah ada keputusan tetap dari Pengadilan," ujarnya.

Dijelaskanya, pihaknya juga telah melakukan komunikasi dengan pihak pengacara Dalisman dan mengatakan bahwa sidang sudah dilakukan sebanyak 6 kali, dan diperkirakan tuntas pada Agustus nanti.

"Karena dalam kasus dugaan korupsi ini, dia (Dalisman, red) tidak berkaitan dengan jabatannya sebagai anggota dewan, atau hanya secara kebetulan sebagai anggota dewan saja, maka DPD PKS Pessel tidak mau gegabah melakukan PAW," ungkapnya.

Walau demikian kata Feby, pihaknya akan selalu melakukan koordinasi dan pentunjuk dari DPW PKS Sumbar.  "Intinya kita dari pengurus DPD PKS Pessel, akan selalu berkoordinasi dan meminta petunjuk ke DPW PKS Sumbar. Tujuanya agar tidak salah dalam menentukan sikap, yang tentunya tanpa mengabaikan aspirasi dan masukan dari masyarakat," sebutnya.

Sebelumnya,  Dalisman ditahan jaksa pada 30 Maret 2017 lalu terkait adanya temuan dugaan korupsi ganji ganda. Selain sebagai angggota DPRD Pessel, dia  juga menjabat sebagai guru sertifikasi tahun 2013 di Kecamatan Sutera, serta juga menjadi anggota Badan Musyawarah (Bamus) Nagari Surantiah periode 2009-2014. Berdasarkan hasil audit inspektorat Pemkab Pessel, kerugian sebesar Rp 35 juta. (h/mg-kis)

 

Editor: Rivo Septi Andries

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]