Pertunjukan Musik Galuik Balam Bakal di Gelar di ISI Padang Panjang


Rabu, 05 Juli 2017 - 17:59:38 WIB
Pertunjukan Musik Galuik Balam Bakal di Gelar di ISI Padang Panjang Penari/ Foto Andri Maijar/Facebook ISI Padangpanjang

PADANG PANJANG, HARIANHALUAN.COM--Sebuah pertunjukan musik berjudul Galuik Balam akan digelar dalam rangka ujian tertutup dan terbuka Program Doktoral (S3)  Pascasarjana ISI Surakarta, di Gedung Hoeridjah Adam ISI Padang Panjang pada hari Senin, (10/7) mendatang sekitar pukul 20.00 WIB. Dalam hal ini mahasiswa yang teruji atau Komposernya adalah Rafiloza.

Pimpinan Produksi Ferry Herdianto menyebutkan, pertunjukan tersebut didukung oleh 109 penggiat seni dan akademisi baik sebagai tim Artistik maupun tim produksi.

Sementara Sulaiman Juned, Koordinator Humas mengatakan, Pertunjukan Musik Galuik Balam Komposer Rafiloza dosen pada prodi Karawitan ISI Padang Panjang pada malam tersebut akan diuji oleh 9 (Sembilan) Guru Besar dari ISI Surakarta, Jawa Tengah.

“Rafiloza dalam garapannya meminjamkan dendang anak balam sebagai media ekspresi untuk melahirkan musikalitasnya. Dalam proses ujian meraih doktornya, kandidat Doktor Rafiloza di bimbing oleh Promor Prof. Dr. Pande Made Sukerta, S.Kar., M.Si, Co Promotor I Dr. Bambang Sunarto, S.Sen., M.Sn dan Co Promotor II Ediwar, M.Hum., Phd,” Tutur penyair dan Sutradara teater ini saat ditemui di kampus ISI Padang Panjang.

Rafiloza sang Komposer saat di temui di sela-sela proses latihannya mengatakan, konsep anak balam sebagai ekspresi musikal yang juga dimaknai sebagai ekspresi ritual. Namun pada karya ini, dendang Anak balam dipinjam jadi media ekspresi, karena  memiliki ekspresi yang  unik dalam ekspresi musikal.

“Galuik Balam dalam konteks penciptaan ini, estetika yang melekat dalam realitas (kenyataan), dendang Balam-balam, ritual Anak balam menjadi materi dalam proses kreatif penciptaan karya “Galuik Balam”. Kedua materi tersebut dijadikan sasaran kreatif secara audio-visual.  Hal ini merupakan realitas estetis yang secara empiris dapat berfungsi menjadi objek hayatan. Satu keyakinan yang sangat penting dalam penciptaan ini adalah objek hayatan dapat menjadi materi dalam mewujudkan suatu karya seni,” terangnya.

Rafiloza menambahkan, Orientasi kreatif dalam mencipta karya  Galuik Balam adalah memnciptakan bentuk-bentuk musik baru, mengunakan unsur bunyi dalam kandungan suara burung balam.

“Mengolah suara burung balam melalui nyanyian anak balam dengan berbagai karakter suara, baik yang berasal dari suara perut, kerongkongan dan mulut. Selanjutnya, tentu membangun kesadaran estetis, bunyi-bunyian yang bersumber dari alam dapat dijadikan sumber penciptaan music,” ucap dosen Prodi Karawitan ISI Padang Panjang itu. (h/pis)

 

Editor: Rivo Septi Andries

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]