Di Bukittinggi, Jelang Masuk Sekolah, Ratusan “Surat Sakti” Beredar


Senin, 10 Juli 2017 - 11:05:03 WIB
Di Bukittinggi, Jelang Masuk Sekolah, Ratusan “Surat Sakti” Beredar ilustrasi/NET

BUKITTINGGI, HALUAN – Ketua Komisi III DPRD Sumbar, Ismundi Sofyan menemukan sejumlah fakta mencengangkan dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA tahun ajaran 2017-2018 di Kota Bukittinggi. Proses PPDB sarat intimidasi terhadap kepala sekolah, agar meloloskan siswa tertentu dalam penerimaan. Pelakunya, kebanyakan pejabat daerah yang memiliki pengaruh kuat.

Para pejabat melakukan intimidasi dengan modus membuat memo atau lazim disebut “surat sakti”, agar kepala sekolah menerima siswa tertentu. “Ini sangat memiriskan. Proses penerimaan peserta didik yang seharusnya bebas dari segala macam intimidasi, malah menjadi ladang intimidasi. Pelakunya kebanyakan pejabat,” terang Komisi III DPRD Sumbar Ismundi Sofyan yang melakukan peninjauan ke SMA di Bukittinggi, akhir pekan lalu.

Kunjungan lapangan yang dilakukan disamping untuk melihat kondisi sekolah juga untuk mengetahui proses PPDB tahun ajaran 2017-2018. Sejumlah sekolah yang dikunjungi, yakni SMAN 2 Bukittinggi, SMAN 3, SMAN 4 dan SMAN 5. “Dari kunjungan lapangan yang kami lakukan, hampir semua SMA di Bukittinggi ditemukan katabalece atau surat sakti dari sejumlah pihak yang ditujukan kepada kepala sekolah. Tujuannya memaksakan agar siswa tertentu dapat diterima. Surat sakti itu ada yang dikirimkan oleh beberapa orang penting di Bukittinggi bahkan provinsi,” ujar Ismundi Syofyan yang didampingi Ketua Fraksi Gerinda DPRD Kota Bukittinggi, Herman Sofyan dan anggota Fraksi Dedy Moeis.

Dari pengakuan kepala sekolah kata Ismunandi Syofyan, surat sakti yang mereka terima pada tahun ajaran baru, jumlahnya mencapai  100 hingga 150 surat. Melalui surat sakti itu, sejumlah orang penting  merekomendasikan sejumlah nama agar siswa yang bersangkutan dapat diterima. Adanya surat sakti itu, kepala sekolah tidak bisa berbuat apa-apa. Mau tidak mau harus merekomendasikannya. Sehingga hampir di semua sekolah ada siswa titipan yang masuk menggunakan surat sakti tersebut. “Jumlahnya ratusan,” sebut Syofyan.

Diakui Syofyan, pihaknya juga tidak bisa menampik permainan surat sakti dalam PPDB. Namun jika surat sakti itu mencapai 100-150 surat sakti, katanya sangat disayangkan karena akan mengganggu dalam proses penerimaannya.  “Jika surat sakti itu hanya berkisar 5 -10 orang itu hal yang wajar dalam PPDB dan bisa ditolerir. Namun ini ratusan surat sakti yang dipegang oleh kepala sekolah. Sudah tidak wajar,” terang anggota DPRD Sumbar yang berasal dari daerah pemilihan Bukittinggi - Agam tersebut.

Surat sakti itu ada yang berasal dari sejumlah pejabat dan orang orang penting yang memnginkan siswa yang bersangkutan dapat diterima. Bahkan surat sakti itu ada yang berasal dari luar kota Bukittinggi. “Surat sakti itu tidak hanya berasal dari Bukittinggi, tapi ada yang berasal dari daerah tetangga seperti dari Agam, Pasaman dan Pariaman. Hal inilah yang membuat kami menjadi kebingungan, kok sebegitu besarnya intimidasi dalam penerimaan siswa di Bukittinggi,”lanjut Syofyan.

Ketua DPC Gerindra Bukittinggi, Ismunandi mengatakan, dengan adanya surat sakti itu tentu akan mengganggu dalam proses penerimaan siswa baru. Ia mencontohkan, jika siswa yang dititipkan melalui surat sakti nilainya 9, sementara calon siswa lainnya yang tidak memiliki surat sakti nilainya 10, maka  kepala sekolah yang bersangkutan bingung yang mana harus diprioritaskan, sementara dalam PPDB di Bukittinggi tahun ini, banyak siswa lulusan SMP yang ada di Bukittinggi yang tidak tertampung. “Kita tidak menginginkan anak-anak Bukittinggi yang mempunyai nilai bagus tidak bisa bersekolah di Bukittinggi. Sementara anak-anak yang berasal dari luar kota Bukittinggi serta memiliki surat sakti bisa diterima,” ungkap Ismundi.

Dengan adanya temuan itu, dirinya akan membicarakannya dengan Dinas Pendidikan Sumbar. Ia mengingikan anak-anak yang berasal dari Bukittinggi  bisa bersekolah di Bukittinggi, bukan sebaliknya. “Nantinya, kita berharap kejadian seperti ini tidak ditemukan lagi, sehingga anak-anak yang dari Bukittinggi bisa tertampung dan diterima di SMA yang ada di Bukittinggi,” harapnya.

Terpisah Kepala SMAN 4 Bukittinggi Firdaus mengatakan, hingga berakhirnya  PPDB tahun ajaran 2017/2018, ada sekitar 259 calon siswa di Bukittinggi  yang tidak tertampung di SMA yang ada. Dari 259 calon siswa yang tidak tertampung itu 120 diantarnya mendatangi SMAN 4 Bukittinggi, Jumat (7/7). “120 orang tua murid  yang anak-anaknya tidak  tertampung di SMAN Bukittinggi mendatangi SMAN 4. Mereka minta agar anak-anaknya dapat diterima bersekolah di Bukittinggi,” ujar Firdaus yang juga selaku Ketua PPDB Bukittinggi.

Menurutnya, selaku Ketua PPDB ia menyarankan kepada orang tua murid tersebut agar masuk kesekolah swasta mengingat lokal yang ada diSMAN yang ada sudah penuh terisi sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan. “Untuk 259 calon siswa yang tidak tertampung ini kita tidak bisa berbuat apa-apa, karna keputusannya dan solusinya ada pada Dinas Pendidikan Provinsi,” ujar Firdaus. (h/tot)


Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]