16 Ribu Warga Pessel Terancam Aliran Sungai


Selasa, 11 Juli 2017 - 10:33:10 WIB
16 Ribu Warga Pessel Terancam Aliran Sungai Ilustrasi. Haluan

PAINAN, HARIANHALUAN.COM - Kebiasaan masyarakat mendirikan bangunan (rumah, red) di sepanjang tebing aliran sungai perlu dihilangkan. Selain mengancam jiwa pemilik rumah, juga mengancam sejumlah daerah di Pessel. 

Kepala pelaksana (Kapel) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pessel, Pri Nurdin, ketika dihubungi mengakui bahwa ancaman banjir yang ditimbulkan oleh luapan sungai, sangat berpotensi terjadi di daerah itu.

Apa lagi rata-rata aliran sungainya cukup tajam karena memiliki kemiringan cukup tinggi, disamping juga telah terjadi pendangkalan dan belokan di beberapa titik.

" Bila ditotal jumlah penduduk yang terancam keselamatanya akibat luapan sungai di Pessel, mencapai 16 ribu kepala keluarga. Rata-rata mereka yang terancam ini adalah yang mendirikan bangunan di sepanjang bantaran sungai. Ini terlihat di 19 aliran sungai yang ada di daerah ini, mulai dari hulu sampai ke muara," katanya.

Terkait hal itu, pihaknya bersama sejumlah instansi terkait, terus berupaya melakukan himbauan dan sosialisasi kepada masyarakat, termasuk juga pemerintah Nagari dan Kecamatan.

"Sosialisasi dan himbauan larangan mendirikan bangunan di sepanjang aliran sungai terus kita gencarkan. Tujuannya agar masyarakat tidak lagi mendirikan bangunan baru di sepanjang bantaran sungai tersebut. Sedangkan kepada warga yang sudah terlanjur, kita sarankan untuk pindah, serta terus meningkatkan kewaspadaan, terutama sekali disaat musim hujan," tutupnya.

Karenanya, Bupati Pessel Hendrajoni, Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Pessel, Doni Gusrizal mengatakan kepada Senin (10/7) bahwa sudah selayaknya pemerintah tegas memberikan larangan kepada masyarakat untuk tidak mendirikan bangunan di sepanjang bantaran sungai di Pessel.

"Sebab tanpa ketegasan itu, kecendrungan atau kebiasaan mendirikan bangunan di sepanjang bantaran sungai akan sulit dihilangkan. Ini disampaikan, sebab rata-rata aliran sungai di daerah ini cukup tajam, karena rata-tara aliran sungai di daerah ini berhulu di sepanjang gugusan Bukit Barisan (BB) Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS)," katanya.

Karena aliran yang cukup tajam serta juga berbelok itu, maka dalam waktu singkat alirannya bisa meluap, terutama sekali ketika terjadi hujan di bagian hulu.

Ditambahkanya, di daerah itu rata-rata ruas aliran sungai kondisinya cukup kritis, bahkan beberapa ruas diantaranya, butuh penanganan normalisasi.   

" Sebagian besar ruas sungai di Pessel cukup kritis, Kondisi ini jelas  mengancam keselamatan jiwa warga. Untuk penanganan aliran sungai yang kritis itu, setidaknya dibutuhkan biaya sebesar Rp 200 miliar. Sebab aliran sungai yang kritis ini tersebar di 19 batang aliran sungai, dan melewati 15 kecamatan yang ada," ujarnya.

Menyangkut kondisi cuaca tidak menentu sebagai mana saat ini, dia berharap agar  disikapi masyarakat secara siaga. Hal itu disampaikan karena Pessel memiliki sembilan belas (19) aliran sungai dengan 11 pintu muara. Rata-rata aliran sungai itu memiliki potensi sebagai pengirim banjir. (h/mg-kis)

 

Editor: Rivo Septi Andries

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]