Polresta Padang Siap Limpahkan Berkas Perkara Andi Muhammad ke Kejaksaan


Selasa, 11 Juli 2017 - 17:47:08 WIB
Polresta Padang Siap Limpahkan Berkas Perkara Andi Muhammad ke Kejaksaan Tersangkaq Andi Muhammad (pakar herbal)

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Polresta Padang nyatakan akan segera melimpahkan kasus penipuan yang melibatkan Andi Muhammad ke pihak kejaksaan.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kapolresta Padang, Kombes Chairul Aziz kepada Haluan, Selasa (11/7).

"Berkas perkara dia (Andi Muhammad, red) sudah bisa kita serahkan ke pihak kejaksaan. Tinggal menunggu persiapan dari pihak kejaksaan untuk menerima kita saja," kata Chairul.

Andi Muhammad sendiri sempat masuk ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) kepolisian, dalam hal ini Polresta Padang dalam dugaan penipuan investasi tambang bijih besi PT HAM Jaya kepada Busnar Yuneldi sebesar Rp1 miliar pada tahun 2012 silam. Rencananya, investasi tersebut akan dilakukan di Nagari Surian, Kabupaten Solok.

Belakangan diketahui, Haji Andi Muhammad merupakan seorang tokoh nasional asal Sumatera Barat yang juga merupakan tokoh spiritual di Indonesia. Pelaku sendiri sering tampil dalam acara tentang kesehatan di beberapa stasiun televisi swasta nasional. Ia juga memiliki tempat praktik pengobatan di beberapa daerah seperti di Jakarta, Denpasar, Bali dan beberapa daerah lainnya di Indonesia.

"Korban sendiri dengan tersangka sudah cukup lama saling mengenal, pada bulan April tahun 2012 tersangka berniat hendak mengajak korban untuk berbisnis tambang bijih besi PT. HAM Jaya di Nagari Surian Kabupaten Solok, korban yang tertarik kemudian menyerahkan uang sebesar Rp1 Milyar karena yakin bisnis ini menjanjikan," ucap Hendra Aritonga.

Lanjut Hendra, setelah beberapa bulan korban tidak juga mendapatkan kejelasan informasi perkembangan proyek bijih besi tersebut, pada bulan Agustus 2012 korban meminta tersangka untuk mengembalikan uang korban sebesar Rp1 Milyar tersebut.

"Tersangka memberikan kedua lembar cek tersebut sekitar bulan Agustus 2012 untuk mengembalikan uang korban yang ada pada perusahaan tersangka. Akan tetapi setelah dilakukan tiga kali penarikan pada tanggal 22 Oktober 2012, 10 dan 11 Desember 2012 ketika uang dicairkan oleh korban ke Bank Mandiri, BCA, dan BRI, oleh korban ditolak oleh pihak bank karena saldo yang terdapat di rekening cek tersebut tidak cukup untuk membayarkan, atau tidak bisa diuangkan sesuai dengan nominal yang ada pada kedua lembar cek yang masing-masingnya bertuliskan nominal uang sebesar Rp500 juta," ungkapnya.

Tidak terima dengan perlakukan tersangka, akhirnya korban Busnar Yuneldi melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Padang dengan nomor laporan : LP/B/666/IV/2016/Reskrim/SPKT Polresta Padang tanggal 25 Desember 2013.

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]