Soal Pendamping Mahyeldi, Gerindra Harus Berhitung Cermat


Rabu, 12 Juli 2017 - 11:10:06 WIB
Soal Pendamping Mahyeldi, Gerindra Harus Berhitung Cermat Andre Rosiade tampak mendampingi Fadlizon dalam pertemuan anggota DPR RI asal Minangkabau, baru-baru ini. Tampak sejumlah anggota DPR asal Sumbar, Hermanto, Refrizal, Darizal Basir dan Jon Kennedi Azis IST

PADANG, HALUAN – Pengamat politik UNP, Dr Eka Vidya Putra menilai koalisi PKS-Gerindra dalam menghadapi Pilkada Padang tak bisa terbendung menyusul sukses koalisi ini di Pilkada Sumbar dan DKI. Koalisi yang nyaris permanen ini dipandang sebagai bagian dari upaya dua partai ini memenangi persaingan pada Pemilu 2019 mendatang.

“Titik pandangnya adalah soal siapa pendamping Mahyeldi pada Pilkada mendatang. Gerindra, tentu harus ambil keputusan dengan cermat. Kendati dari banyak survey menyebut Mahyeldi punya hitungan yang paling tinggi, soal pendamping tetap harus diperhatikan,”kata Eka yang dihubungi Haluan soal koalisi partai ini.

Lalu, siapa yang tepat mendampingi Mahyeldi?  Eka melihat ini yang harus diperhitungkan dengan cermat, apalagi akan ada kemungkinan Emzalmi-Desri akan bergandeng pada Pilkada. Ia mengajak melihat komposisi dan basis pemilih yang harus diperhitungkan.

Ditanya soal komposisi antara Afrizal (Ketua Gerindra Padang) dan Andre Rosiade (Wasekjen DPP Gerindra), ia menilai peluang keduanya terbuka. Andre, kata Eka, harus diakui punya popularitas yang tinggi saat Pilkada sebelumnya, bahkan di beberapa survey melebihi Mahyeldi . Namun, belakangan Andre lebih banyak berkontribusi di pusaran pusat. Artinya, hasil survey Pilkada sebelumnya belum jaminan untuk bisa dipakai pada kondisi saat ini.

“Kiprah Andre sudah nasional. Tapi saya meyakini, soal penentuan siapa yang akan mendampingi Mahyeldi nanti akan ditentukan oleh DPP Gerindra, jika kedua partai ini berkoalisi. Saya yakin, koalisinya akan tetap terjaga. Artinya, siapa yang punya komunikasi yang baik dengan DPP, tentu punya kans lebih besar,”sebutnya.

Terkait ini, Sekretaris DPD Partai Gerindra Sumbar, Desrio Putra menyatakan sejauh ini belum ada pembicaraan di tingkat DPD mengusung Andre Rosiade maju untuk Pilkada Padang 2018 mendatang.

Namun demikian, kata Desrio, jika pusat menginginkan dan mempercayai Andre DPD I mendukung penuh keputusan tersebut. Sebab Andre dinilai cukup berpotensi.

"Ini juga tergantung kesediaan Andre Rosiade. Kalau iya, akan dilakukan survei. Finalnya tergantung hasil survei dan arahan DPP," tutur Desrio kepada Haluan, Selasa (11/7).

Dalam pandangan Desrio sendiri, Andre adalah sosok generasi muda asal internal partai yang  berpotensi  dimajukan.

Selain Andre Rosiade, Desrio juga beranggapan bahwa Ketua DPC Gerindra Kota Padang Afrizal Bac dinilai juga berpotensi dan mempunyai peluang besar untuk diusung sebagai calon. Ini sejalan juga dengan pernyataan Afrizal yang telah menyatakan siap bertarung di Pilkada Padang tahun 2018 mendatang.

"Jelang pilkada, DPD  terbuka. Siapa saja kader yang ingin maju kita persilakan. Kan banyak ini kader-kader Gerindra, baik yang sudah muncul atau belum muncul. Semua kader yang merasa mampu silakan berkompetisi," ulas Desrio.

Selain dari internal, lanjut dia, tak tertutup kemungkinan calon diusung dari kalangan umum. Ini akan menyesuaikan dengan arahan DPP Gerindra. Jika Gerindra pusat mengintruksikan menampung aspirasi masyarakat dan membuka pendaftaran bagi umum, penerimaan akan dilakukan.

"Dengan adanya pendaftaran untuk umum, tak tertutup, tokoh masyarakat yang memiliki potensi dan layak untuk dicalonkan bisa mendaftar ke Gerindra," imbuhnya.

Untuk kriteria, menurut Desrio akan dilihat visi misi dari bakal calon dalam membangun Kota Padang, serta track rekor yang mereka miliki.

Kemudian DPC dan DPD akan melakukan proses seleksi untuk selanjutnya putusan diambil oleh pusat.

Mengkritik Pemerintahan

Sementara itu Ketua DPD PKS Kota Padang, Gufron menyebut, untuk Pilkada 2018 mendatang, pengurus DPD I dan II  sudah sepakat kembali memajukan Walikota Padang, Mahyeldi Ansarullah.

"Karena beliau sudah pernah menjadi walikota, sudah berpengalaman. Kita optimis bisa menang lagi," kata Gufron.

Untuk pasangan yang paling tepat bersanding dengan Mahyeldi, menurut Gufron yang diinginkan partai adalah yang punya elektabilitas, bisa melanjutkan program, dan satu visi misi dengan Mahyeldi yang saat ini menjadi Walikota Padang.

Saat ditanya apakah sosok Andre Rosiade cocok bersanding dengan Mahyeldi, dituturkan Gufron ia tak bisa memberikan penilaian. Hanya saja ia melihat selama ini Andre Rosiade adalah salah satu sosok yang cukup sering mengkritik pemerintahan Mahyeldi.

"Namun dalam politik itu semuanya sangat dinamis. Segala sesuatunya bisa terjadi. Tergantung situasi dan kondisi yang menentukan," ulas Gufron.

Andre sendiri seperti diwartakan sebelumnya, menegaskan ia ingin konsentrasi mempersiapkan diri menghadapi Pileg 2019 dan menargetkan duduk di Senayan.

“Anda tahu sendirikan soal itu. Kalau boleh memilih, itu adalah pilihan saya. Namun, sebagai kader partai, tentu saya siap saja jika ditugaskan oleh DPP,”kata Presiden BEM Universitas Trisakti di era reformasi lalu ini. (h/len/mat)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]