Daya Tampung SMA di Sumbar Masih Kurang


Kamis, 13 Juli 2017 - 11:17:47 WIB
Daya Tampung SMA di Sumbar Masih Kurang Foto bersama komisi v DPRD Sumbar dengan guru di SMAN 1 Kinali

AGAM, HARIANHALUAN.COM—Perubahan wewenang pengawasan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Sumatera Barat dari kabupaten dan kota ke provinsi masih menimbulkan persoalan. Mulai dari honor guru, pendataan aset sekolah hingga daya tampung sekolah yang masih kurang.

Hal ini disampaikan, oleh Ketua komisi V DPRD Sumbar Hidayat, kepada Haluan, saat kunjungan ke SMK 2 Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Jumat (7/7). Dikatakannya, persoalan honor guru masih menjadi persolaan yang masih ditemui. Tentang tunjungan, sejak dialihkan ke provinsi guru pada saat lebaran tidak lagi menerima Tunjangan Hari raya (THR).

“Itu satu contoh sebagian masalah yang ada. Belum lagi tingginya minat anak yang tamat SMP masuk ke SMA atau SMK. Sementara, tenaga pengajar banyak yang pensiun dan sarana yang masih kurang,” terangnya Hidayat didampingi anggota komisi v lainnya Sabar AS, Saidal, Marlina, Amora Lubis, dan Emdarmi.

Dijelaskannya, berdasarkan data Dinas Pendidikan Sumbar, saat ini tersedia daya tampung untuk 90.952 siswa untuk SMA dan SMK sederajat. Itu sudah termasuk sekolah negeri dan swasta. Sementara lulusan SMP sederajat mencapai 92.534. Jadi total kekurangan daya tampung mencapai 1.582. Jika tak ada sekolah swasta kekurangan bisa mencapai 21 ribu.

Hidayat juga menyampaikan, daya tampung yang tidak memadai juga akan berimbas kepada tenaga pengajar. Sementara di tingkat tenaga pendidik pun mempunyai masalah kesenjangan antara guru PNS dengan yang honor.

“Selain daya tampung, banyak laporan, guru yang PNS dapat gaji, THR terima, tunjungan lainnya juga terima. Sementara yang guru honor yang sudah belasan tahun, masuk sekolah rajin, jam mengajar sama, bahkan lebih, tapi hanya menerima tunjungan atau gaji hanya ratusan ribu. Bagaimana mau menuntut untuk mencerdaskan murid, sementara untuk makannya saja susah,” ungkapnya.

Sementara kepala sekolah SMK 2 Lubuk Basung, Zulhatman mengatakan, guru yang PNS di sekolahnya masih jauh dari cukup. Saat ini terdata hanya 45 orang guru yang berstatus PNS di SMK 2.

“Seharus standar ada 100 orang guru PNS untuk mengajar murid di SMK ini,” paparnya.(h/rvo/len)  

 

Editor: Rivo Septi Andries


Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]